Anda yang ingin memulai bisnis harus paham betul tentang permintaan yang ada di pasaran. Kalau Anda tahu jumlah permintaan yang akurat, Anda bisa dengan mudah menawarkan produk yang Anda miliki. Nah, untuk bisa menganalisa permintaan pasar, Anda bisa menggunakan contoh kurva permintaan. Biar makin paham, yuk, pelajari dari awal tentang serba serbi kurva permintaan.

Dimulai dari pengertian permintaan. Dalam bisnis dan ilmu ekonomi, permintaan adalah kuantitas barang atau jasa yang diminta oleh konsumen. Permintaan barang atau jasa ini dipengaruhi oleh berbagai macam faktor dan dalam tingkatan harga tertentu. Lalu, kalau kurva permintaan itu apa, ya?

New ID ERP CTA Reusable Block 01

Apa yang Dimaksud dengan Kurva Permintaan dan Contohnya?

Kurva permintaan dan penawaran merupakan dua gambaran kurva yang memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk riset pasar. Tetapi, dalam contoh kurva permintaan dan penawaran, keduanya memiliki perbedaan. Kurva penawaran adalah kurva yang bergerak positif, yaitu naik dari pojok kiri ke kanan atas. Nah, untuk kurva permintaan, kurvanya bergerak negatif, yaitu menurun dari kiri atas ke kanan bawah.

Pada dasarnya, kurva permintaan adalah gambaran yang dibuat untuk lebih memahami hubungan antara harga suatu barang dengan jumlah permintaan konsumen. Sama seperti gambar kurva penawaran, gambar kurva permintaan juga memiliki hukumnya sendiri, lho, yaitu “jumlah permintaan akan meningkat jika harga barang mengalami penurunan”. Nah, hukum tersebut akan digambarkan dalam kurva permintaan.

Kurva permintaan memiliki garis yang mengidentifikasikan kuantitas permintaan dari setiap harga barang yang diberikan. Jika terdapat perubahan harga barang, maka kuantitas yang diminta pun akan bergerak di sepanjang kurva. Nah, perubahan inilah yang dapat menggeser pergerakan kurva.

Untuk lebih memahami kurva permintaan, perhatikan contoh berikut.

Ketika harga per porsi bakpao adalah Rp. 20.000, jumlah porsi bakpao yang diminta adalah 120. Kemudian, harga bakpao per porsi mengalami penurunan menjadi Rp. 18.000 per porsi, tapi permintaannya justru meningkat menjadi 140. Dan begitu pula seterusnya. Ketika harga bakpao per porsi menjadi Rp. 16.000, permintaannya menjadi 160 porsi.

Dari contoh tersebut, bisa terlihat bahwa semakin rendah harga yang ditawarkan, maka semakin tinggi permintaan yang ada. Nah, dengan contoh demikian, maka contoh gambar kurva permintaan bisa dilihat seperti gambar di atas. Contoh di atas tentu saja tidak bisa dijadikan contoh soal kurva penawaran, karena kurva penawaran memiliki kemiringan garis yang berbeda dengan gambar kurva permintaan.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kurva permintaan dan penawaran memiliki hukum yang berbeda, sehingga untuk cara menggambar kurva permintaan dan penawaran pun akan berbanding terbalik.

Kurva permintaan juga memiliki fungsi agar Anda bisa menentukan harga untuk produk yang Anda jual. Apakah Anda akan menetapkan harga sesuai pasaran? Atau justru lebih rendah? Penetapan harga ini tentu saja akan mempengaruhi keuntungan Anda.

Baca juga: Pahami Penetapan Harga Berdasarkan Persaingan di Marketplace

Bagaimana Pergerakan dan Pergeseran Kurva Permintaan dan Penawaran Bisa Terjadi?

Pergeseran kurva permintaan dan pergeseran kurva penawaran tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor tertentu. Kedua kurva memiliki faktor yang berbeda mengingat ketika membicarakan kurva permintaan, maka sisi konsumen yang akan lebih dilihat. Nah, kalau untuk contoh kurva penawaran akan lebih banyak membahas dari segi produsen atau sisi produksi.

Jika Anda mendapatkan pertanyaan seperti gambar kurva permintaan dan jelaskan, maka pertanyaan tersebut bisa dijawab dengan menyajikan gambar kurva permintaan beserta dengan tabelnya agar bisa lebih mudah dipahami. Untuk pergeseran dari contoh kurva permintaan dan penawaran tentunya ada beberapa faktor yang mempengaruhinya.

Pergerakan kurva permintaan biasanya dipengaruhi oleh perubahan harga barang yang ditawarkan. Selain harga barang, ada juga faktor lain yang mempengaruhi bergesernya kurva seperti pendapatan. Jika pendapatan meningkat, kurva permintaan akan bergeser sejajar ke kanan, sedangkan jika pendapatan menurun, maka kurva akan bergeser sejajar ke kiri.

Nah, sama seperti kurva permintaan, faktor pergeseran dari kurva penawaran juga dipengaruhi oleh harga barang. Jika harga barang turun, maka jumlah barang yang ditawarkan pun akan turun. Adanya kurva ini tentu saja untuk menghindari kerugian dan untuk perhitungan pengeluaran yang stabil. Faktor lain yang mempengaruhi kurva penawaran adalah teknologi.

Jika ditemukan teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi dalam produksi, maka kurva penawaran akan bergeser sejajar ke kanan. Jika teknologinya menurun, maka kurvanya akan bergeser sejajar ke kiri.

Mengapa Kurva Permintaan Menurun?

Sesuai dengan hukum permintaan, kurva permintaan akan bergerak naik jika pendapatan masyarakat naik. Sebaliknya, jika pendapatan masyarakat menurun, maka kurva permintaan akan menurun. Itulah salah satu alasan mengapa kurva permintaan menurun.

Nah, kalau untuk harga barang, kurva permintaan akan cenderung menurun  jika harga barang atau jasa yang ditawarkan naik. Meskipun demikian, jika harga barang atau jasanya turun, maka jumlah permintaan akan naik.

New ID ERP CTA Reusable Block 04

Jika Anda sudah melihat kurva permintaan dari produk yang akan Anda jual, Anda bisa menetapkan harga untuk produk Anda. Biar bisa bersaing, Anda harus bisa menentukan harga yang tepat.

Baca juga: Tujuan Penetapan Harga, Metode dan Contoh Penetapan Harga

Apa Saja yang Mempengaruhi Suatu Kurva Bisa Bergeser?

Suatu kurva tidak selamanya akan berbentuk seperti apa yang sudah disbutkan. Kemiringan kurva permintaan tidak akan selalu negatif dan kemiringan kurva penawaran pun tidak selalu positif. Contoh kurva permintaan dan penawaran bisa saja bergeser tergantung faktor yang mempengaruhinya. Lalu, bagaimana contoh pergeseran kurva permintaan?

Gambar di atas merupakan gambar pergeseran dari kurva permintaan. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan pergeseran kurva permintaan, yaitu sebagai berikut.

Harga Produk

Harga produk yang diinginkan oleh konsumen akan memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada kurva permintaan. Jika harga produk meningkat, maka pergerakan kurva akan menurun. Sebaliknya, jika harga produk turun, maka kurva permintaan akan menjulang naik.

Pendapatan

Pendapatan menjadi salah satu penyebab pergerakan dari kurva permintaan, karena kemampuan ekonomis dari beberapa individu bisa dimanfaatkan untuk konsumsi atau menambah aset. Jadi, ketika pendapatan meningkat, maka konsumsi atas suatu produk akan cenderung meningkat.

New ID ERP CTA Reusable Block 05

Harga Produk Sejenis

Sebagai contoh harga cabai rawit merah meningkat karena sedang musim hujan sehingga panen cabai rawit pun jadi sulit, sementara harga cabai rawit hijau tetap stabil. Jika kasus ini terjadi, maka konsumen akan cenderung mengganti cabai rawit merah menjadi cabai rawit hijau.

Apa yang Terjadi Jika Permintaan dan Penawaran Bertambah?

Permintaan dan penawaran merupakan kedua hal yang saling berkesinambungan baik dalam dunia bisnis maupun ilmu ekonomi. Begitu pula dengan kurvanya. Baik permintaan maupun penawaran, jika keduanya bertambah, maka kurvanya juga akan mengalami perubahan atau pergeseran.

Sebenarnya, untuk memahami apa yang terjadi jika permintaan dan penawaran bertambah, ada hukum dasar yang bisa Anda pahami. Berikut hukum dasar dari permintaan dan penawaran.

  1. Jika terjadi permintaan yang melonjak namun penawaran tetap, maka akan mengarah pada keseimbangan harga dan jumlah yang meningkat.
  2. Apabila permintaan turun namun penawarannya tetap, maka akan ada keseimbangan harga dengan kuantitas yang lebih rendah.
  3. Apabila ketersediaan barang atau jasa meningkat, tapi permintaannya tetap, maka akan ada kesemibangan dalam harga yang lebih rendah dan jumlah barang atau jasa yang lebih tinggi.
  4. Jika produksi menurun dan permintaan tetap, maka akan muncul keseimbangan harga yang lebih tinggi dan kuantitas yang lebih rendah.

Permintaan dan penawaran memang agak sulit untuk dipahami. Tapi, dengan dasar-dasar dari permintaan dan penawaran di atas, Anda akan lebih mudah memahaminya. Ingat, menentukan pasar dan menganalisanya secara komprehensif bisa, lho, membuat bisnis Anda semakin cuan.

Ginee Omnichannel

Selain memahami tentang kurva permintaan dan penawaran, mau tahu rahasia bisnis cuan yang lainnya? Berbisnis online pakai Ginee Omnichannel! Kalau sudah tahu target pasar dan bisa menganalisanya, Ginee juga bisa bantu Anda untuk memberikan laporan penjualan dari bisnis online Anda di banyak marketplace.

Salah satu manfaat Ginee Indonesia yang bisa Anda dapatkan adalah adanya fitur-fitur Ginee yang bisa memudahkan Anda berjualan online, apalagi, kalau Anda jualan di banyak marketplace. Dijamin, deh, jualan online makin cuan! Gak percaya? Coba join Ginee sekarang. Dapat free trial 7 hari, lho.

Ginee Indonesia, Tool Bisnis Online Paling Kredibel

Punya kesulitan mengelola toko online yang terdaftar di berbagai marketplace? No worries, Ginee Indonesia hadir untuk Anda! Ginee adalah sistem bisnis berbasis Omnichannel Cloud yang menyediakan berbagai fitur andalan lengkap guna mempermudah pengelolaan semua toko online yang Anda miliki hanya dalam satu platform saja!

Fitur dari Ginee beragam, lho! mulai dari manajemen produk, laporan penjualan, Ginee WMS, yang artinya Anda dapat mengelola manajemen pergudangan dengan lebih mudah, Ginee Chat yang memungkinkan Anda mengelola chat pelanggan dari berbagai platform, hingga Ginee Ads untuk kelola semua iklanmu di berbagai platform. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang FREE!

  1. Mengelola pesanan dan stok untuk semua toko online Anda
    • Update secara otomatis pesanan dan stok
    • Mengelola stok produk yang terjual cepat dengan mudah
    • Memproses pesanan dan pengiriman dalam satu sistem
  2. Mengelola penjualan dengan sistem manajemen digital
    • Membership dan database pelanggan secara menyeluruh
    • Prediksi bisnis dengan Fitur Analisa Bisnis di Ginee
    • Memantau laporan dengan menyesuaikan data, keuntungan, dan laporan pelanggan
New ID ERP CTA Reusable Block 03