Siapa di sini yang anak ekonomi? Pasti sudah familiar banget, ya, sama yang namanya kurva permintaan dan penawaran. Kedua kurva, baik kurva penawaran maupun kurva permintaan, dua-duanya sama-sama penting, lho dalam bisnis. Kira-kira, contoh kurva penawaran dan permintaan itu yang seperti apa, ya?

Sebelum membahas lebih jauh tentang kurva penawaran dan permintaan, artikel kali ini bakal membahas contoh kurva penawaran dulu, ya. Biar makin paham, yuk, simak ulasan di bawah ini.

Baca juga: Tujuan Penetapan Harga, Metode dan Contoh Penetapan Harga

Omnichannel dengan Sistem All-in-One

Memaksimalkan efisiensi bisnis dan ciptakan pengalaman personal untuk pelanggan dari beragam Multi-channel dalam penjualan Online dan Offline.

Apa yang Dimaksud Tentang Kurva Penawaran?

Pada dasarnya, pengertian kurva penawaran bukanlah sesuatu yang sulit dipahami meskipun Anda tidak mempunyai basic bisnis. Sebelum Anda memahami tentang kurva penawaran, ada baiknya Anda ketahui dahulu apa itu penawaran.

Penawaran adalah sejumlah barang dan jasa yang ditawarkan oleh produsen pada tingkatan harga tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran pun bermacam-macam. Sama seperti kurva permintaan, dalam ilmu ekonomi, penawaran juga memiliki hukum yang berbunyi: “semakin tinggi harga pada suatu barang, maka semakin banyak pula jumlah yang akan ditawarkan”. Gimana? Sampai sini sudah paham?

Kalau tadi adalah pengertian penawaran, sekarang, apa itu kurva penawaran? Kurva penawaran adalah kurva yang menunjukkan kesanggupan dan keinginan sebuah perusahaan untuk menghasilkan dan menjual sejumlah barang atau jasa untuk setiap satuan waktu. Simpelnya, kurva penawaran ini berperan sebagai penunjuk kuantitas dari jumlah barang dan jasa yang ingin dijual atau dihasilkan sebuah perusahaan.

Mengetahui kurva penawaran juga berguna, lho, untuk menentukan harga persaingan di marketplace. Bagi Anda yang membuka bisnis di marketplace, tentunya sangat penting bagi Anda bisa mengetahui jumlah penawaran dan harga yang ada pada marketplace agar toko Anda bisa bersaing.

Baca juga: Strategi Harga dan Contohnya, Agar Memenangkan Persaingan Di Marketplace

Apa yang Dimaksud Tentang Kurva Permintaan?

Beralih ke kurva permintan, permintaan sebenarnya adalah jumlah barang atau jasa yang diminta oleh konsumen yang memiliki faktor-faktor tertentu dan diminta pada berbagai tingkat harga tertentu. Sejalan dengan pengertian permintaan, kurva permintaan adalah penggambaran dari konsep permintaan, yaitu gambar kuantitas dari barang atau jasa yang diminta oleh konsumen.

Kalau hukum penawaran berbunyi semakin tinggi harga, semakin banyak penawaran, nah kalau kurva penawaran, hukumnya agak berbanding terbalik, nih. Hukum dari permintaan adalah “semakin rendah harga pada suatu barang atau jasa, maka semakin banyak pula permintaan yang akan datang”.

Gambar kurva permintaan dan jelaskan memang agak sulit dan agak berbeda dengan kurva penawaran. Dalam kurva penawaran, Anda akan lebih melihat sisi produsen lebih banyak. Nah, kalau kurva permintaan, segi konsumen akan lebih dibahas lebih dalam.

Bagaimana Contoh Kurva Penawaran?

Setelah membahas tentang dasar dari kurva penawaran, biar makin jelas, perlu dibahas pula, nih, contoh kurva penawaran. Contoh kurva penawaran jelas memiliki perbedaan dengan contoh kurva permintaan. Dari hukum keduanya saja sudah berbeda, jadi, dalam segi contoh pun pastinya akan berbeda, dong.

Kurva penawaran memiliki gambar kurva yang berbanding terbalik dengan kurva permintaan. Kurva penawaran memiliki kemiringan positif. Artinya, jika digambarkan, maka bentuknya akan seperti gambar di atas, yaitu kurvanya naik dari pojok kiri bawah ke kanan atas.

Bagaimana Contoh Soal Kurva Penawaran?

Untuk memahami lebih dalam lagi, ada baiknya Anda mengambil contoh soal kurva penawaran. Diingatkan lagi, ya, bahwa contoh kurva permintaan dan penawaran memiliki perbandingan terbalik baik dari segi gambar maupun contoh. Gambar penawaran, garisnya akan naik, sementara gambar kurva permintaan, garisnya akan menurun.

Mari perhatikan contoh soal kurva penawaran brainly sebagai berikut.

Ketika harga bakpao dalam rupiah adalah Rp. 20.000 per porsi, jumlah yang ditawarkan adalah 200 porsi. Ketika harganya turun menjadi Rp. 18.000 per porsi, jumlah yang ditawarkan ikut turun menjadi 180 porsi. Begitu pula seterusnya. Setelah mengetahui harga dan jumlah penawarannya, maka gambar kurva penawaran akan seperti gambar di atas.

Ketika harga bakpao per porsi naik, maka jumlah porsi bakpao yang ditawarkan pun akan semakin naik. Dan jika harganya turun, maka kuantitas porsinya juga akan diturunkan.

Karena memiliki hukum yang berbanding terbalik, maka gambar kurva permintaan dan penawaran akan memiliki perbedaan yang signifikan. Lain dari gambar kurva penawaran, contoh gambar kurva permintaan memiliki kemiringan negatif.

Kapan Kurva Penawaran Itu Bergerak?

Kurva penawaran tidak akan selamanya memiliki kemiringan positif, lho, ya. Tapi, ada beberapa waktu di mana kurva penawaran akan mengalami pergeseran. Lalu, apa saja faktor yang mempengaruhi pergeseran kurva penawaran?

Bergesernya atau bergeraknya kurva penawaran bisa disebabkan oleh banyak faktor termasuk harga barang, tingkat pendapatan, dan faktor lainnya seperti teknologi. Misal, untuk membuat bakso 20 porsi, telah ditemukan teknologi yang mampu menunjang pembuatan bakso menjadi lebih efisien sehingga jumlah produksi pun meningkat lebih cepat, maka pergeseran yang terjadi akan seperti gambar di atas.

Cari Tahu Manfaat Omnichannel Buat Bisnis Kamu!

Dapatkan promo terbaru Ginee Sekarang juga

Untuk lebih detailnya, Anda harus tahu faktor apa saja yang mempengaruhi pergeseran kurva penawaran. Kenapa? Karena pergeseran kurva penawaran memiliki perbedaan yang sangat jelas dengan pergeseran kurva permintaan. Biar gampang memahami perbedaannya, simak faktor-faktor yang mempengaruhi bergesernya kurva penawaran, ya.

Harga Barang Lain

Penawaran suatu barang akan bertambah karena adanya penurunan harga terhadap barang lain. Misal, PT Yono memproduksi sandal dan sepatu. Ketika harga sepatu turun di pasaran, maka PT Yono akan mengurangi jumlah produksi sepatu karena harganya turun. Sedangkan untuk sandal, PT Yono akan menambahkan kuantitas produksinya karena harganya cenderung tetap.

Biaya Produksi

Penentuan harga jual ditentukan oleh biaya produksi. Jika biaya produksi naik, maka harga barang pun akan ikut naik dan jumlah produksi akan dikurangi. Dengan demikian, jumlah penawaran akan berkurang. Lalu, bagaimana jika biaya produksi turun? Produsen tentu akan menambah jumlah produksi agar jumlah penawaran akan bertambah.

Sumber Daya

Faktor lainnya adalah harga sumber daya. Proses produksi yang dijalankan tentu membutuhkan sumber daya. Sumber daya yang digunakan akan berpengaruh terhadap biaya produksi. Jika harga sumber daya turun, maka biaya produksi pun akan turun. Kalau biaya produksi turun, maka produsen akan mendapatkan hasil yang lebih banyak karena produsen bisa menjual produk lebih banyak .

Teknologi

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, teknologi akan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kurva penawaran. Dalam contoh kasus permintaan dan penawaran beserta kurvanya, teknologi lebih berperan dalam pergeseran kurva penawaran. Ditemukannya teknologi mutakhir dalam proses produksi biasanya akan membawa perubahan kuantitas maupun kualitas.

Apakah Anda kesulitan Mengelola Banyak Toko di Marketplace Shopee?

Sibuk mengelola banya toko, kesulitan mengelola manajemen produk, sampai bingung menganalisa persaingan harga di Marketplace? Yuk Ginee bant

Dengan adanya teknologi, jumlah barang bisa bertambah dan kualitas pun meningkat. Kenapa? Hal ini dikarenakan adanya efisiensi yang terjadi. Pemanfaatan teknologi juga bisa menurunkan harga produksi, sehingga penawaran pun akan mudah ditingkatkan.

Gimana? Mudah dipahami, kan, contoh kurva penawaran dan faktornya? Bagi Anda yang ingin memulai bisnis, baik itu bisnis online atau manual, Anda harus memahami dulu dengan jelas pasar Anda. Itulah salah satu kunci bisnis sukses.

Ginee Omnichannel

Mau tahu kunci sukses dari bisnis yang lainnya? Jualan online aja! Dengan modal yang sedikit, Anda bisa memulai bisnis Anda dengan mudah. Cobalah untuk memasarkan produk Anda di berbagai marketplace. Dengan begitu, produk Anda bakal makin laris manis! Gak usah takut kewalahan mengurus toko online di banyak marketplace, kan, ada Ginee Omnichannel!

Bersama Ginee, berbisnis online akan semakin mudah. Manfaat pakai Ginee yang bisa Anda rasakan salah satunya adalah penghematan biaya operasional. Jadi, Anda tidak perlu hire admin untuk online shop Anda karena ada fitur Ginee yang bisa membuat Anda mengurus semuanya sendiri hanya menggunakan satu dashboard saja! Menarik, kan? Yuk, daftar Ginee sekarang dan dapatkan free trial 7 hari full!

Ginee Omnichannel, Tool Bisnis Online Paling Kredibel

Punya kesulitan mengelola toko online yang terdaftar di berbagai marketplace? Say no worry, Ginee Omnichannel hadir untuk Anda! Ginee adalah sistem bisnis berbasis Omnichannel Cloud yang menyediakan berbagai fitur andalan lengkap guna mempermudah pengelolaan semua toko online yang Anda miliki hanya dalam satu dashboard!

Fitur Ginee beragam, mulai dari manajemen produk, laporan penjualan, Ginee track alias Anda bisa lacak paket dengan lebih mudah, hingga Ginee Ads untuk kelola semua iklanmu di berbagai platform. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang dan dapatkan free trial selama 7 hari full!

  1. Mengelola pesanan dan stok untuk semua toko online Anda
    • Update secara otomatis pesanan dan stok
    • Mengelola stok produk yang terjual cepat dengan mudah
    • Memproses pesanan dan pengiriman dalam satu sistem
  2. Mengelola penjualan dengan sistem manajemen digital
    • Membership dan database pelanggan secara menyeluruh
    • Prediksi bisnis dengan Fitur Analisa Bisnis di Ginee
    • Memantau laporan dengan menyesuaikan data, keuntungan, dan laporan pelanggan

Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa Tingkatkan penjualan kamu, menghemat biaya dan waktu kamu hanya dengan Ginee!