Banyak orang yang masih mengira bahwa warehouse management dan inventory management itu sama, padahal terdapat perbedaan yang cukup signifikan di antara keduanya. Meskipun keduanya sering digunakan oleh banyak perusahaan dan memiliki beberapa kesamaan, namun tetap saja ada perbedaan yang mencolok di antara kedua sistem gudang tersebut. 

Oleh karena itu, pemilik usaha perlu memahami perbedaan warehouse management dan inventory management agar tidak keliru dalam menggunakannya. Selain itu, dengan mengetahui perbedaannya, Anda akan lebih mudah untuk memilih sistem yang tepat untuk Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Jika sistem pergudangan yang Anda gunakan sesuai, tentu akan meningkatkan kinerja gudang Anda. 

Jika Anda ingin tahu perbedaan antara warehouse management dan inventory management, maka, artikel ini adalah artikel yang tepat untuk Anda! Di dalam artikel ini akan dibahas perbedaan serta persamaan antara warehouse management dan inventory management untuk membantu Anda memilih sistem gudang yang tepat untuk gudang Anda. Yuk, baca selengkapnya di bawah ini! 

Baca juga: 5 Tips Ampuh Memilih Sistem Pergudangan Cocok bagi Bisnis

Pengertian Warehouse Management

Gudang adalah bagian tidak terpisahkan dari sebuah bisnis. Tanpa adanya gudang, pengelolaan barang akan jadi berantakan dan tidak teratur. Oleh karena itu, gudang merupakan aspek yang sangat penting dalam bisnis dan pemilihan sistem manajemen gudang atau warehouse management  yang digunakan pun tidak bisa sembarangan. 

Namun, hingga saat ini, masih banyak orang yang salah mengartikan bahwa gudang itu sama  odengan warehouse management padahal terdapat perbedaan di antara keduanya. Perbedaan gudang dan warehouse management terletak pada fungsinya. Gudang biasa berfungsi untuk menyimpan segala jenis produk. Sedangkan warehouse management adalah sebuah sistem yang dibuat untuk memudahkan kinerja manajemen gudang.  

Salah kirim barang, pembeli bisa garang!

Gak mau dapat komplain kan? Makanya, pakai jasa Ginee WMS biar gudang rapi dan gak salah kirim barang ke pembeli!

Dengan menggunakan warehouse management, pekerjaan di gudang akan jadi jauh lebih mudah karena semua aktivitas gudang dikelola secara otomatis melalui sistem. Sehingga, sistem tersebut mampu untuk meminimalisir risiko human error yang mengganggu produktivitas di gudang.

Warehouse Management System (WMS) mengedepankan prinsip ketepatan dalam menjalankan rantai pasok secara terus menerus, menjamin ketersediaan barang di gudang, serta mempermudah pelanggan mendapatkan produk yang mereka inginkan dengan cepat. 

Tujuan dari warehouse management adalah untuk memberikan kemudahan dalam mengontrol setiap aktivitas yang terjadi di gudang, mulai dari penyimpanan barang, penerimaan, pergerakan, hingga pengiriman ke tangan konsumen.

Jika manajemen barang di gudang tidak dikelola dengan baik, tentu tidak hanya akan berdampak pada aktivitas pergudangan itu sendiri, tetapi juga pada kepuasan pelanggan karena perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan mereka. Hal ini juga akan berdampak pada penurunan tingkat penjualan bisnis Anda.

Oleh karena itu, pengelolaan warehouse juga perlu diawasi agar semua aspek terpenting di dalam gudang bisa berjalan dengan baik. Sehingga, kendala yang kerap terjadi di gudang seperti kesalahan perhitungan stok, masalah pada pengambilan barang dan penyimpanan barang, hingga proses distribusi yang lambat karena pengelolaan gudang yang tidak baik dapat diminimalisir

Baca juga: 5 Alasan Sistem Manajemen Warehouse Penting untuk Gudang

Pengertian Inventory Management

Inventory management atau manajemen inventory adalah serangkaian proses yang berhubungan dengan aktivitas bisnis mulai dari tahap perencanaan, pengendalian, pengawasan jalannya arus produk, hingga proses distribusi ke konsumen. Dengan kata lain, sistem persediaan ini mengacu pada segala proses pergudangan dan kegiatan pengadaan bahan baku hingga pendistribusian produk kepada konsumen.

Meskipun sama-sama berhubungan dengan persediaan, namun, istilah persediaan dengan sistem persediaan itu berbeda. Oleh karena itu, Anda sebagai pemilik bisnis harus bisa jelaskan perbedaan antara persediaan dan sistem persediaan agar Anda tidak keliru menggunakan istilah keduanya.

Persediaan adalah jumlah barang yang tersedia di dalam gudang untuk dijual, sementara, sistem persediaan adalah sistem yang mengatur jumlah persediaan dan pengadaan barang.  Tujuan utama dari sistem persediaan gudang atau inventory management ini adalah untuk menyesuaikan setiap permintaan barang di gudang serta meminimalisir kendala yang terjadi pada pengadaan barang pada manajemen logistik.

Namun, terkadang masih banyak orang yang bingung dan salah mengartikan antara inventory management dengan logistik padahal keduanya sangat berbeda. Perbedaan logistik dan inventory terletak pada subjek distribusi barangnya. Manajemen Logistik berfokus kepada koordinasi antara pemasaran dan produksi, sementara, inventory fokus pada alur distribusi agar pengadaan barang berjalan lancar. 

Perbedaan Warehouse dan Inventory Management

Ada banyak perbedaan yang mencolok antara warehouse dan manajemen persediaan. Berikut ini akan dijabarkan beberapa perbedaan yang bisa jadi acuan Anda untuk memilih sistem pergudangan yang tepat. Yuk, simak!

Kompleksitas

Proses inventory management biasanya jauh lebih sederhana karena hanya menunjukan jumlah total stok produk serta lokasi penyimpanan tertentu. Sementara, cakupan sistem manajemen gudang atau warehouse management jauh lebih kompleks dibandingkan dengan inventory management. Hal ini karena sistem manajemen gudang meliputi keseluruhan proses pengelolaan gudang.

Barang gudang numpuk, hati-hati salah kirim!

Jangan sampai salah kirim produk ke pembeli karena kelola gudang gak beres! Atur gudang dengan bantuan Ginee!

Misalnya, jika sebuah gudang memiliki beberapa bagian penyimpanan untuk produk yang sama, warehouse management system bertugas untuk mengelola keseluruhan produk tersebut ,sedangkan manajemen inventaris hanya memberikan informasi tentang berapa banyak produk yang tersedia. 

Kontrol

Inventory management memungkinkan pihak perusahaan untuk memantau dan mengetahui kuantitas persedian produk tertentu, sementara warehouse management memungkinkan sebuah perusahaan untuk menemukan lokasi persediaan barang serta memantau aspek lainnya dalam sistem pergudangan. 

Sistem warehouse management dapat membantu Anda untuk mengetahui posisi barang yang disimpan di gudang sehingga akan mempermudah staff gudang dalam proses picking barang nantinya. Dengan kata lain, warehouse management memerlukan lebih banyak kontrol atas segala aktivitas di gudang untuk dapat menyelesaikan tugasnya.

Integrasi

Manajemen persediaan merupakan langkah awal dari semua proses yang terjadi di dalam gudang. Hal ini karena inventory management menyangkut proses persediaan awal pasokan bahan baku untuk dikelola kemudian dilanjutkan ke proses selanjutnya. Sedangkan, warehouse management berkaitan dengan keseluruhan aspek sistem manajemen gudang dan berhubungan dengan pasokan produksi serta distribusi penjualan. 

Persamaan Warehouse dan Inventory Management

Setelah mengetahui perbedaan antara warehouse management serta inventory management, Anda juga perlu tahu beberapa persamaan di antara kedua sistem manajemen gudang tersebut. Salah satu persamaan antara kedua sistem manajemen gudang tersebut adalah dalam hal penggunaan aplikasi atau software pada pelaksanaan aktivitasnya. 

Warehouse management dan inventory management sama-sama memanfaatkan sistem  aplikasi untuk membantu proses pencatatan dan perhitungan barang atau stock opname, melacak keberadaan produk, hingga menerima pesanan. Perusahaan juga biasanya akan mengintegrasikan manajemen persediaan dengan manajemen gudang melalui sebuah software agar aktivitas gudang dapat dikelola dengan baik. 

Sistem inventory warehouse management tersebut dapat membantu perusahaan untuk menginput pasokan bahan baku serta mencatat setiap barang keluar maupun masuk ke dalam gudang melalui kode-kode yang telah tertera pada barang sehingga pemilik usaha nantinya dapat dengan mudah memantau segala proses pergudangan hingga sampai ke tangan konsumen.

Ginee WMS: Solusi Mengelola Sistem Pergudangan Anda!

Dalam praktiknya, mengelola gudang bukan merupakan perkara yang mudah. Anda tidak hanya harus menempatkan barang sesuai dengan kategorinya tetapi juga melakukan pengecekan barang agar kualitas barang yang disimpan dapat terus terjaga hingga sampai ke tangan konsumen. 

Untuk Anda yang merasa kesulitan mengelola sistem pergudangan Anda, maka, jangan khawatir, karena Ginee Indonesia punya solusi untuk bantu pengelolaan gudang Anda menjadi jauh lebih efisien. Ginee Indonesia memiliki fitur Ginee WMS yang bisa membantu Anda mengelola segala aktivitas pergudangan bisnis Anda. 

Fitur ini akan membantu Anda mulai dari pelacakan barang, manajemen pesanan, perhitungan atau stock opname, hingga pengiriman barang ke konsumen secara otomatis, sehingga dapat menghemat waktu, biaya dan pastinya aman. Jadi, tidak perlu lagi mengelolanya secara manual. Tunggu apa lagi? Yuk, coba Ginee WMS sekarang!

Duh, stok gudang berantakan…

Eits, jangan ngeluh lagi! Sekarang, ada Ginee WMS (Warehouse Management System) yang bakalan bantu kamu manajemen gudang mulai dari ngurusin stok, multi gudang, hingga logistik.