Seiring berkembangnya zaman, mulai banyak bermunculan ide bisnis baru yang menguntungkan. Salah satunya adalah menjadi reseller. Reseller merupakan jenis usaha dimana Anda bertugas untuk memasarkan atau menjual produk dari supplier kepada para pelanggan Anda. 

Pekerjaan reseller ini cukup banyak diminati oleh berbagai kalangan masyarakat karena Anda tidak perlu membuat sebuah toko sendiri dan bisa dengan mudah berjualan melalui marketplace seperti Tokopedia, Lazada, Shopee, Bukalapak, dan sebagainya. Selain itu, banyak perusahaan yang juga membutuhkan jasa reseller untuk membantu meningkatkan penjualan mereka. 

Dalam menjalankan bisnis reseller ini, Anda hanya perlu membeli barang dari supplier dan memasarkannya langsung kepada pelanggan. Biasanya harga barang yang didapatkan oleh seorang reseller akan jauh lebih murah, sehingga dapat menguntungkan reseller itu sendiri maupun untuk supplier. Anda juga tidak perlu membeli peralatan produksi yang mahal karena Anda hanya perlu membeli barang dari supplier saja.

Jika Anda tertarik untuk menjadi reseller, maka Anda perlu menyimak artikel ini hingga habis. Sebab, di dalam artikel ini akan dibahas segala informasi lengkap tentang reseller mulai dari apa arti reseller, keuntungannya, cara memulai, hingga tips menjadi reseller yang sukses sebagai acuan Anda untuk memulai bisnis reseller pertama Anda. Yuk, simak artikel lengkapnya berikut ini!

Baca juga: Ketahui Apa Itu Reseller dan Cara Menjadi Reseller Sukses!

Omnichannel dengan Sistem All-in-One

Memaksimalkan efisiensi bisnis dan ciptakan pengalaman personal untuk pelanggan dari beragam Multi-channel dalam penjualan Online dan Offline.

Kenali Apa Itu Reseller

Apakah reseller itu? Reseller adalah jenis usaha dengan cara membeli barang dari supplier untuk disimpan menjadi stok dengan jumlah tertentu, kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Biasanya seorang reseller akan memesan barang dari supplier atau distributor ketika mereka telah mendapatkan pelanggan.

Model bisnis reseller ini sangat cocok digunakan untuk para pengusaha baru yang tidak ingin repot membuka toko sendiri atau membuat produk sendiri. Sebagai reseller, Anda hanya perlu memilih jenis barang yang ingin Anda jual sesuai dengan target pasar Anda, kemudian Anda tinggal mencari seorang supplier untuk membeli barang tersebut dengan harga yang lebih murah. 

Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dari hasil penjualan Anda. Kemudahan yang ditawarkan oleh reseller tidak hanya itu saja. Tetapi juga dalam hal pengaturan waktu. Karena tidak memiliki toko, Anda dapat berjualan apa saja tahap harsi menyita kegiatan lainnya. 

Oleh karena itu, reseller kerap dijadikan sebagai pekerjaan sampingan bagi para karyawan atau mahasiswa yang ingin menambah penghasilan tanpa harus repot mengurus produksi barang dan pengelolaan produksi lainnya.

Macam macam reseller yang dapat Anda temukan misalnya reseller baju, reseller tas, reseller makanan ringan, sepatu, aksesoris hingga souvenir pernikahan. Dari beberapa contoh produk-produk jualan tersebut, Anda bisa memilihnya sesuai dengan target pasar Anda. Sehingga, Anda akan mendapatkan keuntungan.

Cara Kerja Reseller 

Sebagai seorang reseller, Anda tentu dituntut untuk ekstra hati-hati dan penuh perhitungan agar Anda tidak mengalami kerugian. Menjual kembali barang dari supplier memang mudah dan tidak perlu membutuhkan banyak modal, akan tetapi, jika tidak dikelola dan diperhitungkan dengan baik, Anda mungkin bisa saja merugi. 

Oleh karena itu, dalam bekerja sebagai reseller Anda harus benar-benar teliti dalam menyusun harga yang tepat bagi produk Anda, jangan sampai Anda ceroboh dalam menentukan harga dan menyebabkan tidak mendapatkan keuntungan sama sekali. Lakukanlah cara kerja yang hati-hati dan sesuai dengan prosedur agar bisnis reseller Anda bisa meraih banyak keuntungan.

Salah satu cara kerja yang perlu Anda perhatikan saat menjadi seorang reseller adalah dengan memilih supplier yang tepat. Pilihlah supplier terpercaya yang telah memiliki banyak pelanggan dan tingkat penjualan yang tinggi.

Jika diperlukan, Anda juga bisa mengunjungi supplier tersebut langsung untuk melihat kualitas produk serta proses produksi barang tersebut. Setelah yakin dengan supplier yang Anda pilih, barulah Anda bisa mulai melakukan negosiasi harga.

Pastikan untuk mendapatkan penawaran harga yang bagus dari supplier, sehingga ketika Anda menjualnya kembali, Anda bisa tetap mendapatkan keuntungan. Setelah negosiasi harga selesai, Anda tentu harus melakukan pemasaran produk Anda. gunakanlah media sosial Anda untuk mempromosikan barang dagangan Anda dengan membuat konten yang menarik perhatian target audience Anda. 

Setelah berhasil mendapat pesanan dari pelanggan, Anda dapat menyampaikan jumlah pesanan yang diperlukan kepada pihak supplier untuk kemudian diproses dan dikirimkan sesuai dengan kesepakatan kerja yang telah terjalin sebelumnya. 

Nantinya, Anda akan mendapatkan keuntungan berdasarkan jumlah penjualan yang berhasil Anda dapatkan dari pelanggan. Jika pelanggan yang membeli produk Anda banyak, tentu keuntungan yang dapat Anda peroleh pun juga akan bertambah.

Baca juga: 12 Olshop Termurah untuk Reseller, Dijamin Trusted!

Reseller vs Dropship, Pilih Mana?

Terkadang masih banyak orang yang kesulitan membedakan antara reseller dan dropship. Padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Berikut ini akan dibahas lebih lanjut mengenai perbedaan antara reseller dan dropship. Yuk, simak!

Perbedaan Berdasarkan Cara Kerjanya

Perbedaan antara reseller dan dropship yang pertama bisa dilihat berdasarkan dengan cara kerjanya. Baik reseller dan dropship, masing-masing mendapatkan barang dari supplier dan tidak memproduksi produk mereka sendiri, namun yang berbeda adalah dari sistem penjualannya. 

Reseller akan membeli sejumlah barang berdasarkan pesanan kepada pihak supplier atau distributor. Kemudian reseller tersebut akan menjual produk tersebut kembali kepada konsumen. 

Sementara, dalam bisnis dropship, penjual akan menawarkan barang kepada konsumen terlebih dahulu, setelah mendapatkan pesanan, pemilik bisnis dropship akan menyampaikannya kepada supplier. Lalu, pihak supplier yang akan meneruskan pesan dan mengirimkannya hingga sampai ke tangan konsumen. 

Perbedaan Berdasarkan Modalnya

Perbedaan selanjutnya antara reseller dan dropship terletak pada modalnya. Meskipun bisnis reseller dan bisnis dropship tidak membutuhkan modal yang begitu banyak, karena kedua jenis ini memang tidak memiliki toko sendiri, namun tetap terdapat perbedaan dalam hal modal. 

Pada bisnis reseller, Anda harus mengeluarkan modal untuk membeli barang terlebih dahulu sebagai stok, sebelum akhirnya menjualnya. Modal usaha yang dibutuhkan juga biasanya bervariasi tergantung dengan barang yang dibeli.

Sedangkan, dalam bisnis dropship marketplace, Anda tidak perlu membeli barang terlebih dahulu dari pihak supplier karena semua proses penyediaan barang, serta pengiriman hingga ke tangan konsumen dilakukan oleh pihak supplier. Sehingga, Anda tidak perlu membutuhkan banyak modal usaha seperti bisnis reseller. Hanya dengan bermodal pulsa internet atau paket data saja, Anda sudah bisa menjalankan bisnis dropship.

Perbedaan Berdasarkan Risikonya

Perbedaan antara reseller dan dropship selanjutnya adalah berdasarkan dengan dengan risiko yang ditanggung. Menjalankan bisnis reseller atau dropship serta bisnis lainnya memang memiliki riskonya tersendiri yang perlu ditanggung. Dalam hal ini, reseller dan dropship juga memiliki risiko pekerjaan tersendiri. 

Risiko yang dihadapi reseller biasanya datang dari perubahan tren pasar dan kepuasan konsumen. Karena reseller harus membeli barang dari supplier terlebih dahulu sebagai stok, maka jika terjadi perubahan minat dan tren dari para konsumen, maka hal itu juga akan berdampak pada penurunan penjualan. Akibatnya, stok barang yang tersedia akan tidak laku dan bisa menyebabkan kerugian.

Berbeda dengan bisnis reseller, meskipun menjalankan bisnis dropship terlihat mudah karena Anda hanya memesan dari supplier dan pihak supplier yang memproses pesanan dari konsumen, namun bisnis ini juga memiliki risiko kerugian. 

Salah satu risiko kerugian yang mungkin dihadapi oleh bisnis dropship adalah tidak tersedianya barang dari supplier. Akibatnya, Anda perlu menolak pesanan dari konsumen karena barang yang dibutuhkan tidak tersedia. Jika hal ini terus berlanjut, tentu Anda akan tidak mendapatkan penghasilan dan menyebabkan kerugian.

Lalu, jika disuruh memilih mana yang tepat untuk Anda, maka Anda perlu menanyakan hal tersebut pada diri Anda sendiri. Hal ini karena kedua bisnis tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang perlu Anda pertimbangkan sesuai dengan kebutuhan Anda. 

Mislanya, jika Anda tidak memiliki banyak modal dan ingin memulai bisnis sebagai sampingan, maka bisnis dropship adalah pilihan yang tepat karena modal yang dibutuhkan juga tidak banyak. Akan tetapi, jika Anda ingin mendapatkan keuntungan yang lebih banyak, serta memiliki modal yang cukup, maka reseller adalah pilihan bisnis yang tepat untuk Anda. 

Kelebihan Menjadi Reseller

Ada beberapa kelebihan yang bisa Anda rasakan dengan menjadi seorang reseller. Apa saja? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Cara Memulainya Mudah

Salah satu alasan mengapa bisnis reseller ini banyak diminati adalah karena kemudahannya. Cara memulai bisnis reseller memang terbilang cukup mudah, Anda tidak perlu melewati cara yang panjang untuk join reseller atau membangun sebuah toko sendiri. Anda hanya perlu menemukan supplier yang tepat dan bekerja sama dengan supplier tersebut agar bisnis reseller gratis Anda dapat berjalan.

Oleh karena itu, bisnis ini cukup banyak digandrungi oleh berbagai kalangan masyarakat karena tidak seperti bisnis lainnya yang membutuhkan modal besar, serta peralatan yang banyak. Inilah juga alasannya mengapa banyak orang yang menggunakan bisnis reseller sebagai bisnis sampingan mereka di kala sibuk.

Mendapatkan Produk dengan Harga Murah

Kelebihan lainnya yang bisa Anda dapatkan dari bisnis reseller adalah Anda bisa mendapatkan produk dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga normal. Hal ini bertujuan untuk membuat barang tersebut dapat dijual kembali dan menghasilkan keuntungan yang lebih banyak lagi. Oleh karena itu, dalam penentuan harga produk yang akan dijual, Anda perlu berhati-hati dalam menentukannya supaya Anda tetap mendapatkan keuntungan.  

Baca juga: 10 Cara Menentukan Harga Jual Produk bagi Reseller Baru!

Tidak Perlu Mengurus Produk

Kelebihan lainnya yang bisa Anda saat menjadi seorang reseller adalah Anda tidak perlu memikirkan proses produksi barang. Hal ini karena pihak supplier lah yang akan mengurus segala hal terkait produksi barang. Anda hanya perlu fokus mencari pelanggan yang yang tertarik untuk membeli barang dagangan Anda. Dengan begitu, pekerjaan Anda jauh lebih ringan dibandingkan jika Anda harus mengurus semua sekaligus. 

Tidak Perlu Membuka Toko Offline

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, dengan menjadi reseller online, Anda tidak perlu mengeluarkan budget untuk membuka toko dalam bentuk fisik. Hanya dengan memanfaatkan media sosial atau aplikasi reseller dan platform marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dan lain sebagainya, Anda sudah bisa melakukan pendaftaran reseller dan menjalankan bisnis reseller Anda. 

Selain itu, berjualan melalui online juga jauh lebih menguntungkan karena saat ini banyak orang lebih memilih untuk berbelanja secara online agar lebih mudah dan praktis. Oleh karena itu, menjalankan bisnis reseller secara online bisa jadi ide bisnis modal kecil yang sangat menjanjikan untuk Anda. 

Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan kamu, menghemat biaya dan waktu kamu hanya dengan Ginee!

Kekurangan Menjadi Reseller

Menjalankan sebuah bisnis reseller memang memiliki banyak keuntungan, namun bisnis reseller juga tidak lepas dari kekurangan. Ada beberapa kekurangan saat menjalani bisnis reseller. Apa saja? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Keuntungan Lebih Kecil

Salah satu kekurangan menjadi reseller adalah keuntungan yang didapat lebih kecil. Hal ini karena menjadi reseller, artinya Anda tidak memiliki produk sendiri dan Anda perlu bekerjasama dengan supplier untuk mendapatkan produk. Dalam hal pembagian keuntungan pun, Anda juga perlu membagi beberapa keuntungan untuk pihak supplier.

Selain itu, Anda juga tidak bisa seenaknya menaikan harga jual produk Anda, sebab hal tersebut akan menurunkan minat beli konsumen. Oleh karena itu, banyak orang hanya menggunakan bisnis reseller sebagian bisnis sampingan untuk menambah penghasilan. 

Namun, jika Anda Ingin membuat bisnis reseller sebagai bisnis utama Anda, juga tidak masalah. Sebab, reseller juga bisa menguntungkan untuk Anda jika Anda bisa tekun dan serius dalam menjalani bisnis Anda.

Tingkat Persaingan Tinggi

Kekurangan lainnya menjadi reseller adalah karena tingkat persaingan tinggi. Cara memulainya yang mudah dan juga tidak memerlukan modal yang banyak membuat banyak orang tertarik untuk memulai bisnis menjadi reseller. Hal ini tentu membuat persaingan menjadi lebih tinggi.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena Anda dapat mengatasi tingkat persaingan yang tinggi dengan selalu memberikan inovasi terbaru pada strategi pemasaran Anda, sehingga semakin banyak orang yang tertarik untuk membeli produk Anda dibandingkan reseller yang lain. 

Salah satu caranya adalah dengan menggunakan kemasan produk yang unik, mengadakan promo dan diskon atau melalui pelayanan pelanggan yang berkualitas.

Membutuhkan Ruang Penyimpanan Barang

Kekurangan lainnya dari menjalankan bisnis reseller adalah Anda membutuhkan ruang penyimpanan untuk menyimpan stok produk Anda. Meskipun menjalani bisnis reseller tidak memerlukan modal yang besar untuk membuat toko, Anda tetap membutuhkan sebuah ruangan untuk menyimpan barang dagangan Anda. 

Kapasitas ruangan biasanya tergantung dengan jumlah stok barang yang Anda butuhkan. Jika Anda membutuhkan stok barang yang banyak, maka Anda juga memerlukan tempat penyimpanan yang luas, sehingga barang tidak berantakan dan bertumpuk di dalam gudang yang sempit. 

Oleh karena itu, seorang reseller juga harus dapat mengelola gudang penyimpanan dengan baik sehingga barang akan dapat terjaga kualitasnya hingga sampai ke tangan pelanggan.

Cara Memulai Bisnis Reseller yang Mudah dan Pasti Berhasil

Jika Anda tertarik dan ingin mencoba untuk menjadi reseller, maka Anda  perlu menyimak beberapa cara memulai bisnis reseller di bawah ini agar bisnis reseller Anda berhasil mendatangkan banyak keuntungan untuk Anda. Yuk, simak caranya di bawah ini!

Menemukan Produk yang Tepat

Langkah awal untuk menjadi reseller adalah dengan menemukan produk yang tepat untuk dijual. Anda perlu mencari tahu terlebih dahulu tentang produk yang akan Anda jual. Apakah produk tersebut layak untuk dijual atau tidak, apakah produk tersebut memiliki peminat yang tinggi, dan berapakah harga, serta keuntungan bisnis reseller yang akan Anda dapatkan ketika menjual barang tersebut. 

Dengan begitu, Anda bisa memastikan akan mendapatkan keuntungan yang banyak dari produk yang akan Anda jual. 

Cari Supplier yang Tepat

Langkah selanjutnya adalah dengan memilih supplier yang tepat. Dalam menjalankan bisnis reseller, memilih supplier yang tepat adalah suatu hal yang wajib karena jika supplier Anda tidak bisa bekerja sama dengan Anda atau memiliki kendala tersendiri, tentu bisnis reseller Anda menjadi tidak lancar. 

Cara mencari supplier yang tepat dapat dilakukan dengan melihat tingkat penjualan barang dari supplier tersebut, apakah supplier tersebut memiliki tingkat penjualan yang tinggi dan diminati oleh banyak orang. 

Selain itu, perhatikan juga kualitas dan pelayanan dari produk yang supplier tersebut sediakan, pastikan bahwa produk memiliki kualitas yang baik, sehingga nantinya pelanggan juga akan senang dengan produk yang Anda jual dan penjualan Anda pun juga bisa meningkat

Melihat Pasar dan Kompetitor

Setelah menemukan  supplier produk yang tepat, hal yang perlu Anda perhatikan selanjutnya sebelum memulai bisnis reseller Anda adalah dengan melihat pasar dan kompetitor. Pastikan bahwa barang yang Anda pilih untuk dijual merupakan barang yang memiliki banyak peminat. Hal ini berguna untuk mencegah kerugian yang akan ditimbulkan kedepannya.

Selain itu, Anda juga perlu melihat kompetitor Anda. Anda perlu melihat seberapa besar dan seberapa banyak kompetitor dari produk yang Anda jual dalam bisnis reseller Anda. Hal ini karena seringkali supplier tidak akan menjual produk yang telah memiliki banyak pesaing di daerah yang sama.  

Selain itu, hal ini juga berguna untuk menghindari terjadinya perang harga yang akan merugikan Anda dan juga pihak supplier nantinya.

Berikan Pelayanan Konsumen yang Terbaik

Salah satu cara sukses untuk menjadi reseller adalah dengan memberikan pelayanan konsumen yang terbaik. Hal ini sangat penting karena dengan memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen Anda, maka Anda bisa mempertahankan kepercayaan konsumen Anda.

Berikanlah produk yang berkualitas dan pelayanan yang baik, sehingga konsumen Anda tidak akan beralih ke toko online lainnya. Layanilah pelanggan Anda dengan tanggap dan penuh ramah tamah, sehingga pelanggan akan merasa puas dengan layanan Anda dan konsumen pastinya akan datang kembali untuk membeli barang yang Anda jual nantinya.

Buat Branding Toko dengan Baik

Branding toko merupakan salah satu hal penting yang perlu dimiliki oleh reseller. Sebab, branding toko yang baik dapat membuat toko Anda jauh lebih dikenal oleh pelanggan dan memiliki ciri khas tersendiri yang membuat pelanggan lebih mudah mengingat brand toko online Anda. 

Untuk membuat branding toko online Anda, Anda bisa memulainya dengan membuat logo toko sebagai identitas toko Anda. Buatlah logo yang jelas dan menarik sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen.  

Baca juga: 3 Strategi Branding beserta Contohnya, Maksimalkan Cuan Anda

Optimalkan Promosi secara Online

Langkah selanjutnya adalah dengan mengoptimalkan promosi toko online Anda. Promosi merupakan kunci kesuksesan sebuah bisnis. Oleh karena itu, promosi merupakan salah satu aspek yang tidak boleh terlewatkan dalam menjalankan sebuah bisnis terutama di era digital ini. Anda dapat memanfaatkan media sosial Anda untuk melakukan promosi produk Anda demi mendorong meningkatnya daya beli pelanggan Anda. 

Repot Atur Online Shop?

Ginee solusinya! Join Ginee bisa dapat promo terbaru. Yuk, segera tingkatkan omzet!

Buatlah konten yang menarik serta gunakan teknik copywriting yang jelas dan mampu mengajak pelanggan agar membeli produk yang Anda jual. Dengan begitu, penjualan Anda juga akan ikut meningkat dan Anda pun akan mendapatkan keuntungan yang banyak.

Melakukan Evaluasi Penjualan Bisnis

Cara terakhir untuk menjadi seorang reseller yang sukses adalah dengan melakukan evaluasi penjualan secara berkala. Hal ini berguna untuk membuat bisnis Anda menjadi lebih baik lagi. Analisis performa penjualan Anda serta strategi promosi yang Anda lakukan. 

Hal ini berfungsi untuk melihat apakah ada kenaikan dalam penjualan atau justru terdapat penurunan. Dengan begitu, Anda bisa segera memperbaiki kesalahan dan membuat toko online Anda bisa menjadi jauh lebih berkembang. 

Tips Mencari Supplier untuk Bisnis Reseller Anda

Memilih supplier yang tepat untuk bisnis reseller Anda adalah sebuah aspek yang penting. Jika Anda gagal dalam memilih supplier yang tepat, maka bisnis reseller Anda juga pasti akan terhambat karena Anda tidak memiliki penyedia yang memasok stok produk Anda. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui tips untuk menjadi mencari supplier bagi bisnis Anda yang tepat agar tidak ada kendala nantinya. Yuk, simak tipsnya berikut ini!

Baca juga: Bagaimana Kriteria Supplier Tangan Pertama yang Berkualitas?

Perhatikan Kualitas

Tips mencari supplier yang pertama adalah dengan memperhatikan kualitas barang yang dijual oleh supplier tersebut. Barang yang berkualitas tinggi dan memiliki harga yang cukup terjangkau merupakan salah satu faktor yang dapat menarik pelanggan untuk membeli produk Anda. 

Jika pembeli puas dengan kualitas produk yang Anda sediakan, tentu mereka juga tidak akan segan untuk membeli produk Anda kembali nantinya karena mereka telah percaya dengan kualitas produk Anda.

Oleh karena itu, memilih supplier yang menyediakan produk berkualitas merupakan salah satu hal yang perlu Anda pertimbangkan. Sebagai tips, Anda bisa meminta produk berupa sampel terlebih dahulu dari pihak supplier untuk melihat kualitas dari produk yang ditawarkan oleh supplier tersebut. 

Selain itu, Anda juga bisa langsung datang ke tempat supplier untuk melihat sendiri proses produksi barang yang dijual agar Anda bisa menjamin kualitas produk yang akan Anda jual nantinya.

Perhatikan Reputasi serta Track Record Supplier

Tips penting lainnya untuk memilih supplier yang tepat bagi bisnis reseller Anda adalah dengan memperhatikan reputasi serta track record supplier tersebut. Jangan terburu-buru dalam memutuskan untuk bekerja sama dengan supplier. Anda terlebih dahulu harus mengetahui kualitas supplier dengan melihat track record-nya. 

Luangkan sedikit waktu untuk mencari tahu mengenai kriteria supplier Anda lewat berbagai sumber seperti marketplace, forum komunitas, media sosial, dan lain sebagainya. Pastikan bahwa supplier tersebut tidak pernah memiliki masalah dengan para pembelinya. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari kendala seperti kerugian atau penipuan yang bisa membahayakan bisnis reseller Anda.

Dapatkan Harga yang Sesuai

Jika Anda telah menemukan supplier yang tepat dengan kualitas yang baik. Langkah selanjutnya adalah dengan bernegosiasi harga dengan supplier. Agar bisnis reseller Anda sukses, pastikan untuk mendapatkan harga yang sesuai dengan budget Anda. Dapatkan harga yang sesuai sehingga saat menjual produknya nanti, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang banyak. 

Jadi, usahakan untuk melakukan kesepakatan dengan baik bersama supplier Anda. Biasanya, pihak supplier akan mengurangi harga penjualan dari harga normal agar produk dapat dijual kembali, jadi pastikan bahwa harga yang ditentukan oleh supplier sudah sesuai dengan perkiraan Anda sehingga Anda atau supplier akan mendapatkan keuntungan.

Beragam Tips dan Trik dalam Menjalani Bisnis Reseller

Sebelum memulai bisnis reseller Anda, Anda terlebih dahulu perlu mengetahui tips dan trik untuk menjalani bisnis reseller agar bisnis Anda bisa meraup banyak keuntungan dan sukses menarik banyak pelanggan. Apa saja tips tips reseller pemula? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Lakukan Riset Pasar

Tips menjadi reseller yang pertama adalah dengan melakukan riset pasar. Melakukan riset pasar merupakan salah satu aspek penting yang perlu Anda lakukan, terutama dalam menentukan produk apa yang ingin Anda jual dalam bisnis reseller Anda.  

Dengan melakukan riset pasar, Anda bisa mengetahui kesukaan konsumen, serta barang apa saja yang paling diminati oleh banyak orang saat ini. Dengan begitu, Anda bisa dengan mudah menentukan jenis produk yang memiliki peluang besar untuk laku keras dipasaran dan meraih banyak keuntungan. 

Memastikan Kualitas Produk Selalu Terjamin

Tips selanjutnya untuk menjadi seorang reseller adalah dengan selalu memastikan bahwa kualitas produk yang Anda jual dapat selalu terjamin. Jika barang yang Anda jual berkualitas baik, tentu akan banyak pelanggan yang tertarik untuk membeli produk yang Anda tawarkan. 

Pelanggan juga akan percaya dengan bisnis Anda dan tertarik untuk membeli produk Anda lagi nantinya. Selain itu, dengan menjual produk yang berkualitas, Anda juga bisa meningkatkan kredibilitas bisnis Anda dibandingkan perusahaan kompetitor lainnya. 

Memilih Supplier yang Terpercaya

Tips berikutnya untuk menjadi reseller sukses adalah dengan memastikan bahwa Anda memilih supplier yang tepat untuk memasok produk yang Anda jual. Pilihlah supplier terpercaya yang memiliki track record bagus dan penjualan yang tinggi. Sebab, jika Anda gagal memilih supplier yang tepat, maka tidak menutup kemungkinan nantinya akan terjadi kendala dalam bisnis Anda dan membuat bisnis reseller Anda bisa terhambat. 

Pelanggan juga akan kecewa dengan bisnis Anda karena Anda tidak bisa memenuhi permintaan pelanggan dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk memilih supplier yang terpercaya sehingga nantinya bisnis Anda tidak mengalami kendala yang berarti. 

Memperhitungkan Biaya Operasional Pengadaan

Tips selanjutnya adalah dengan memperhitungkan biaya operasional untuk pengadaan stok produk yang akan dijual. Pastikan untuk membuat laporan keuangan dengan matang termasuk segala biaya mengenai operasional bisnis reseller Anda. Sehingga, tidak akan timbul biaya lainnya yang tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan modal.

Ada baiknya untuk menghitung dengan matang biaya operasional bisnis Anda sesuai dengan modal reseller yang Anda miliki. Dengan begitu, Anda bisa tahu akan digunakan untuk apa saja modal usaha Anda nantinya. Selain itu, dengan memperhitungan dengan tepat, Anda juga bisa mengetahui kemungkinan keuntungan yang akan Anda didapatkan dalam setiap penghasilan Anda, sehingga Anda akan meminimalisir kerugian.

Baca juga: Cara Menghitung Laba Rugi, Akurat dan Lengkap dengan Contoh

Senantiasa Mengutamakan Kepuasan Pelanggan

Setiap pemilik bisnis wajib untuk untuk mengutamakan soal kepuasan pelanggan. Hal ini karena pelanggan adalah hal terpenting dalam bisnis, tanpa adanya pelanggan, bisnis Anda tidak akan mungkin berjalan. 

Oleh karena itu, Anda perlu untuk senantiasa mengutamakan kepuasan pelanggan dengan menawarkan berbagai produk yang memiliki kualitas tinggi dan terus memanjakan pelanggan dengan memberikan diskon dan promo yang menarik. Sehingga, pelanggan akan puas berbelanja di toko online Anda.

Memperluas Jangkauan Promosi dan Pemasaran

Di era serba digital ini, hampir semua orang memiliki media sosial untuk menjangkau hiburan dan informasi terkini bahkan menjadi reseller online. Anda dapat memanfaatkan peluang menjadi reseller tersebut untuk melakukan promosi atau pemasaran barang Anda demi menjangkau lebih banyak pelanggan.

Cobalah untuk membuat berbagai konten yang menarik, sehingga akan semakin banyak orang yang tertarik dengan dengan produk dagangan Anda. Anda juga dapat memanfaatkan media penyedia iklan seperti Instagram Ads, Facebook Ads dan lain sebagianya untuk memaksimalkan promosi Anda. Dalam hal ini, Ginee punya solusi tepat untuk membantu proses promosi produk Anda Berjalan lancar.

Ginee memiliki fitur Ginee Ads yang dapat membantu Anda untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat untuk bisnis reseller Anda. Sehingga, strategi promosi bisnis Anda bisa berjalan jauh lebih efektif dalam menarik lebih banyak pelanggan.

Ingin tahu cara kilat kelola toko online di marketplace?

Cuma sama Ginee, kelola toko marketplace makin cepat! Mulai dari manajemen produk sampai analisis laporan data, Ginee bisa bantu!

Keahlian Closing: Salah Satu Skill Penting yang Harus Anda Miliki!

Memiliki keahlian closing adalah salah satu keterampilan paling penting yang perlu dikuasai oleh pemilik bisnis. Teknik closing merupakan salah satu cara atau metode yang digunakan oleh pemilik bisnis dalam melakukan kesepakatan transaksi atas penawaran sebuah produk. 

Teknik closing ini dilakukan untuk meningkatkan potensi terjadinya transaksi pada calon pelanggan. Ada beberapa keahlian dalam teknik closing yang harus Anda dimiliki agar bisnis reseller Anda dapat berjalan lancar. Apa saja? Yuk, simak!

Now or Never

Teknik closing yang pertama, yaitu teknik now or never. Artinya, teknik closing ini dilakukan untuk menciptakan rasa urgensi untuk melakukan pembelian segera. Teknik ini sangat berguna bagi calon pelanggan atau pembeli yang tertarik untuk membeli suatu barang, namun masih ragu. 

Contohnya adalah dengan memberikan diskon untuk pelanggan yang melakukan pendaftaran hari ini, atau memberikan promo belanja satu gratis satu untuk pelanggan yang membeli barang di hari tertentu.

Soft Selling

Teknik closing selanjutnya adalah soft selling yaitu teknik yang menjelaskan manfaat penawaran yang diberikan sambil mengajukan pertanyaan untuk memastikan calon klien tertarik dengan penawaran Anda dan ingin mengetahui lebih lanjut. 

Misalnya, “jika saya memberi diskon 15% untuk pembelian, apakah itu sesuai dengan kebutuhan Anda?”. Dalam teknik ini, Anda tidak membuat tuntutan atau permintaan kepada pelanggan Anda, melainkan Anda perlu memberi banyak waktu untuk mengenal kebutuhan calon pelanggan Anda. 

Take Away

Teknik closing take away menggunakan praktik psikologis dengan memanfaatkan perasaan calon pelanggan ketika sesuatu diambil dari mereka. Melalui teknik ini, Anda dapat menawarkan fitur, dan promo menarik untuk mendorong mereka menerima penawaran Anda. 

Dalam penerapannya, Anda tentu harus mampu meyakinkan pelanggan Anda untuk mempertimbangkan kembali produk yang Anda tawarkan, sehingga mereka memutuskan untuk membeli produk Anda.

Empathy

Tidak semua teknik closing harus dilakukan dengan menggunakan tekanan. Teknik ini adalah cara yang lebih efektif dalam menarik pembeli untuk membeli produk yang Anda tawarkan, yaitu dengan menggunakan teknik empati. Teknik empathy merupakan teknik yang menggunakan emosi untuk memahami calon pelanggan Anda. 

Misalnya, jika pelanggan Anda mengatakan bahwa mereka belum siap membeli produk yang Anda tawarkan, maka, Anda bisa memberikan waktu lebih banyak bagi pelanggan Anda untuk mempertimbangakan tawaran Anda. Hal ini juga berguna untuk membangun ikatan khusus antara pembeli dan juga penjual.

Need Closing

Teknik closing selanjutnya adalah teknik need closing. Teknik ini adalah salah satu cara untuk membuat calon pelanggan setuju dengan penawaran produk Anda dengan cara memuaskan segala kebutuhan yang mereka inginkan. 

Jika Anda sebagai penjual mampu menjawab kebutuhan pelanggan dengan produk yang Anda jua,l maka Anda bisa mendapatkan pelanggan dengan mudah. Mereka juga pasti tidak akan ragu untuk melakukan transaksi secara langsung untuk membeli produk Anda.

Sharp Angle Closing

Teknik sharp angle closing merupakan teknik penjualan dengan memberikan prospek sesuai dengan yang pelanggan inginkan, tetapi juga menguntungkan bagi bisnis Anda. Beberapa pelanggan biasanya akan meminta diskon atau penawaran khusus pada produk yang Anda tawarkan. 

Jika Anda berhasil mencapai kesepakatan dengan pelanggan Anda dengan memberikan penawaran yang sesuai dengan merek inginkan, maka pelanggan juga tidak akan ragu untuk membeli produk yang Anda tawarkan.

Kesimpulan

Menjalankan bisni reseller memang mudah dan menguntungkan. Namun, meningkatnya penjualan juga perlu dibarengi dengan pengelolaan bisnis yang baik. Oleh karena itu, Anda juga perlu tahu bagaimana caranya untuk mengembangkan serta mengelola bisnis Anda dengan mudah dan efektif yaitu dengan menggunakan fitur Ginee Omnichannel yang disediakan oleh Ginee Indonesia.

Ginee Omnichannel bisa membantu Anda untuk mengelola segala kebutuhan dan aktivitas bisnis Anda di berbagai marketplace dalam waktu bersamaan di satu dashboard saja, lho! Jadi, tidak perlu repot mengunjungi toko online Anda satu persatu untuk melakukan manajemen pesanan. Ayo, nikmati kemudahan berbisnis online dengan mendaftar di Ginee sekarang!

Ginee Indonesia, Tool Bisnis Online Paling Kredibel

Punya kesulitan mengelola toko online yang terdaftar di berbagai marketplace? No worries, Ginee Indonesia hadir untuk Anda! Ginee adalah sistem bisnis berbasis Omnichannel Cloud yang menyediakan berbagai fitur andalan lengkap guna mempermudah pengelolaan semua toko online yang Anda miliki hanya dalam satu platform saja!

Fitur dari Ginee beragam, lho! mulai dari manajemen produk, laporan penjualan, Ginee WMS, yang artinya Anda dapat mengelola manajemen pergudangan dengan lebih mudah, Ginee Chat yang memungkinkan Anda mengelola chat pelanggan dari berbagai platform, hingga Ginee Ads untuk kelola semua iklanmu di berbagai platform. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang FREE!

  1. Mengelola pesanan dan stok untuk semua toko online Anda
    • Update secara otomatis pesanan dan stok
    • Mengelola stok produk yang terjual cepat dengan mudah
    • Memproses pesanan dan pengiriman dalam satu sistem
  2. Mengelola penjualan dengan sistem manajemen digital
    • Membership dan database pelanggan secara menyeluruh
    • Prediksi bisnis dengan Fitur Analisa Bisnis di Ginee
    • Memantau laporan dengan menyesuaikan data, keuntungan, dan laporan pelanggan
Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan, menghemat biaya dan waktu hanya dengan Ginee!