Soft selling adalah salah satu teknik penjualan yang paling banyak digunakan saat ini, Ada berbagai macam contoh penggunaan soft selling yang sering dipakai untuk menarik minat konsumen.

Setiap brand penting untuk mengkomunikasikan promosi dari produk yang dijual untuk disampaikan ke seluruh target sasaran mereka. Promosi tersebut dibuat dengan marketing tips agar dapat menarik perhatian target sasaran.

Media sosial yang dahulu hanya untuk bersosialisasi dengan orang lain kini berkembang menjadi wadah atau tempat dalam berbisnis bahkan kita melihat banyak online shop juga mempromosikan produknya di media sosial.

New ID ERP CTA Reusable Block 01

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan soft selling? Apakah sama dengan cara meyakinkan konsumen? Bagaimana cara menerapkan soft selling dalam penjualan dan seperti apa contohnya? Simak selengkapnya dalam artikel berikut.

Apa Itu Teknik Soft Selling?

Pendekatan soft selling mempromosikan produk dengan memberikan nilai-nilai yang akan didapat dari brand. Penerapan teknik soft selling ini digunakan untuk menyampaikan pesan tersirat dengan cerita-cerita inspiratif yang menyentuh hati. Sehingga secara tidak langsung mengajak audiens untuk langsung membeli. Konsumen diajak untuk memikirkan kembali nilai-nilai yang akan didapatkan dari produknya.

Soft selling dirancang untuk membujuk pelanggan alih-alih mendesak seperti teknik hard selling. Soft selling merupakan teknik penjualan bertekanan rendah, persuasif, dan halus. Teknik ini mungkin tidak menghasilkan penjualan saat pertama kali produk disajikan, tetapi akan membantu mendorong penjualan berulang.

Menggunakan teknik soft selling tidak berarti bahwa promosi dilakukan secara pasif. Sebaliknya, teknik ini dirancang untuk mendorong pelanggan membeli produk tanpa terlihat memaksa.

Soft selling bergantung pada pengulangan ide, pesan, atau komunikasi dari kesimpulan yang diinginkan. Taktik seperti ini cenderung lebih persuasif sehingga kecil kemungkinannya untuk mematikan calon pembeli.

Penjualan soft selling mengandalkan persuasi dan penggunaan kata-kata yang halus, sehingga konsumen yang ditargetkan menjadi lebih penasaran.

Perbedaan Soft Selling dan Hard Selling

Teknik soft selling adalah teknik penjualan dengan persuasif dan pendekatan bahasa yang halus, ini mungkin tidak menghasilkan keuntungan saat pertama kali produk diluncurkan tetapi membantu dalam mendorong penjualan berulang serta membantu branding awareness pada produk atau bisnis Anda.

New ID ERP CTA Reusable Block 02 1

Pendekatan hard selling mengkomunikasikan promosi dengan menunjukkan brand dapat mudah dijangkau oleh target sasaran. Pendekatan ini mengkomunikasikan secara langsung (to the point) tujuan dilakukan promosi tersebut.

Hard selling ini dapat langsung menunjukkan harga atau promo yang sedang diadakan oleh brand. Melalui pendekatan hard selling, audiens tidak perlu memikirkan nilai-nilai sebuah produk, karena itu prosesnya juga akan lebih singkat. Pendekatan hard selling ini tidak selalu tentang harga, tapi juga mempersingkat proses atau user consideration-nya.

Pendekatan hard selling dan soft selling adalah hal yang sangat bertolak-belakang dan memiliki cara penggunaan yang berbeda. Dalam mengkomunikasikan promosi terkhusus di Indonesia, apabila harganya dapat dijangkau oleh target sasaran, maka menggunakan hard selling menjadi lebih efektif.

Apabila harga dari produk tersebut cukup tinggi maka soft selling adalah pilihan yang tepat. Melalui soft selling, target sasaran akan diajak untuk melihat keseluruhan nilai dan manfaat yang akan didapatkan dari produk tersebut.

Media Sosial dan Soft Selling

Bagi pada seller atau penjual pasti tahu dan mengerti kalau konsumen itu harus dikejar dan tentunya ada target dalam penjualan yang goal-nya adalah membeli produk yang dijual. Namun jangan hanya terpaku pada sebuah target tapi bagaimana cara mendekati hati konsumen.

Yap, kecocokan antara media sosial dan soft selling dalam memajukan bisnis memang begitu cocok. Mungkin awalnya sebuah brand atau bisnis belum begitu terkenal namun saat melakukan teknik soft selling Instagram dengan membuat content yang menarik perlahan brand tersebut mulai naik ke permukaan dan dilirik oleh para konsumen. 

Dari content lalu penasaran ke brand atau produk. Itu salah satu contoh keunggulan dari teknik soft selling. Contoh soft selling di Instagram dan membuat konten Instagram yang saat ini sedang hits yaitu membuat branding dengan menggunakan influencer sebagai brand ambassador sehingga dapat meningkatkan minat konsumen. 

Begitu juga dengan contoh soft selling di Facebook yang dapat dijadikan inspirasi yaitu contoh kalimat soft selling makanan dengan menggunakan kalimat yang membangun reputasi bisnis untuk mendapatkan target pasar yang sesuai.

New ID ERP CTA Reusable Block 04

“Cookies chocolate Sweet and Slim, cemilan cookies pertama di Indonesia yang dibuat dengan bahan-bahan premium pilihan serta gula sehat sehingga aman untuk pengidap diabetes.”

Kalimat tersebut cocok digunakan untuk membangun branding iklan makanan sehat.

Baca Juga: 16 Bahasa Marketing dan Istilah, Anda Wajib Familiar!

Kelebihan Teknik Soft Selling dalam Mengembangkan Bisnis

Mungkin tidak semua cocok menggunakan teknik soft selling dalam berbisnis dan ada teknik lain yang bernama hard selling. Hard selling adalah teknik yang cocok untuk sebuah perusahaan atau bisnis yang memasarkan produknya dengan target penjualan yang begitu ketat. 

Berikut kelebihan dari teknik soft selling yang bisa Anda jadikan pertimbangan untuk menerapkan teknik ini dalam pengembangan bisnis anda.

Bisa Membangun Kepercayaan dari Pelanggan dalam Jangka Panjang

Kepercayaan adalah hal yang paling utama, salah sedikit atau tidak sesuai ekspektasi pelanggan maka mereka akan pergi. Teknik soft selling bisa membuat kepercayaan besar dari pelanggan. Contoh soft selling adalah apabila produk terkenal laris manis dan bertahan lama itu sudah mendapat kepercayaan dari konsumen. Contohnya Rinso, kalian lebih sering bilang deterjen atau Rinso?

Membangun Reputasi Bisnis

Seperti kepercayaan para seller, reputasi juga berkembang dari pengalaman para pelanggan dalam melihat produk bahkan di dalam media sosial mereka melihat bagaimana keaktifan media sosial, pelayanan yang diberikan dari bisnis anda, isi komentar dan juga review dari para pelanggan. Soft selling bisa membangun reputasi bisnis anda lebih bagus.

Pelanggan Tidak Merasa Dipaksa atau Terganggu

Bila bicara secara offline, Anda mungkin pernah diberhentikan oleh sales saat berjalan di mall dan menawarkan sebuah parfum untuk membelinya, sudah pasti kalian akan menolak dan malas untuk menanggapi.

New ID ERP CTA Reusable Block 05

Sama halnya bila secara online yang tiba-tiba saja Anda ditawarkan untuk membeli suatu barang. Ini mengapa teknik soft selling yang persuasif bisa membantu calon pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya. Mereka tidak merasa terganggu bahkan datang menghampiri produk Anda dan mereka merekomendasikan produk Anda secara sukarela kepada orang terdekatnya, menyenangkan bukan.

Sehingga, soft selling juga bisa meningkatkan engagement calon konsumen, lho. Karena mereka akan lebih tertarik untuk mencari tahu lebih dalam tentang produk Anda.

Baca juga: Kenal Apa Itu Engagement dalam Bisnis, Jamin Bisnis Populer!

Kesimpulan

Contoh hard selling dan soft selling yaitu soft selling berfokus dengan persuasi halus agar pelanggan melakukan pembelian. Hard selling begitu menekan pelanggan agar membeli produk secepatnya.

Ketika melakukan pendekatan soft selling, calon konsumen tidak merasa diburu-buru atau terpaksa harus segera melakukan transaksi. Biasanya, mereka akan lebih tertarik untuk melihat iklan atau mendengarkan salesperson menjelaskan lebih lanjut.

Kelebihan dari soft selling adalah bisa membangun brand image yang kuat di mata audiens. Selain itu, bisa membangun relasi jangka panjang dengan dengan mereka yang merasa ada keterkaitan dengan value produk yang diiklankan.

Ginee Omnichannel

Menerapkan teknik marketing soft selling bisa jadi hal yang membuat bisnis Anda berjalan dengan lancar, lho. Apalagi jika ditambah menggunakan jasa kelola toko online Ginee Omnichannel, pengelolaan toko dan penerapan strategi marketing apapun pasti bisa diatur dengan baik dan hemat biaya. Khususnya kalau Anda punya toko online yang terdaftar di berbagai marketplace atau ecommerce, Ginee bakalan mudah banget untuk bantu kelola!

Ginee punya fitur lengkap seperti Ginee Ads, Ginee Chat, Ginee WMS, manajemen produk, stok, pesanan, promosi, laporan data, dan lain sebagainya. Yuk, join dengan Ginee Indonesia sekarang, dapatkan free trial 7 hari full!

Ginee Indonesia, Tool Bisnis Online Paling Kredibel

Punya kesulitan mengelola toko online yang terdaftar di berbagai marketplace? No worries, Ginee Indonesia hadir untuk Anda! Ginee adalah sistem bisnis berbasis Omnichannel Cloud yang menyediakan berbagai fitur andalan lengkap guna mempermudah pengelolaan semua toko online yang Anda miliki hanya dalam satu platform saja!

Fitur dari Ginee beragam, lho! mulai dari manajemen produk, laporan penjualan, Ginee WMS, yang artinya Anda dapat mengelola manajemen pergudangan dengan lebih mudah, Ginee Chat yang memungkinkan Anda mengelola chat pelanggan dari berbagai platform, hingga Ginee Ads untuk kelola semua iklanmu di berbagai platform. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang FREE!

  1. Mengelola pesanan dan stok untuk semua toko online Anda
    • Update secara otomatis pesanan dan stok
    • Mengelola stok produk yang terjual cepat dengan mudah
    • Memproses pesanan dan pengiriman dalam satu sistem
  2. Mengelola penjualan dengan sistem manajemen digital
    • Membership dan database pelanggan secara menyeluruh
    • Prediksi bisnis dengan Fitur Analisa Bisnis di Ginee
    • Memantau laporan dengan menyesuaikan data, keuntungan, dan laporan pelanggan
New ID ERP CTA Reusable Block 03