Dalam menjalankan sebuah bisnis, ada beberapa istilah khusus yang perlu diketahui para pebisnis. Istilah-istilah tersebut memuat sebuah sistem penting dalam dunia bisnis. Salah satu istilah yang ada dalam dunia bisnis dan juga pergudangan adalah konsinyasi. Konsinyasi adalah salah satu istilah yang tidak hanya digunakan dalam dunia bisnis dan gudang, namun bidang lain pun banyak menggunakannya.

Mungkin, istilah ini masih terasa asing bagi Anda. Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena dalam artikel ini, akan dibahas mengenai konsinyasi dalam bisnis dan pergudangan dari awal sampai akhir. Jadi, pastikan Anda menyimak artikel ini hingga akhir, ya!

Baca juga: Dispatch, Istilah Pergudangan yang Penting, Ini Artinya!

Salah kirim barang, pembeli bisa garang!

Gak mau dapat komplain kan? Makanya, pakai jasa Ginee WMS biar gudang rapi dan gak salah kirim barang ke pembeli!

Pengertian Konsinyasi dalam Bisnis

Persetujuan kerjasama merupakan salah satu jenis persetujuan paling penting dalam bisnis. Hal tersebut karena persetujuan kerjasama menandakan awal dari dimulainya sebuah proyek kerjasama yang biasanya berskala besar dan melibatkan banyak pihak. Dalam melakukan persetujuan kerjasama, ada sebuah sistem kerjasama yang sering digunakan, yaitu sistem konsinyasi.

Sistem konsinyasi dalam bisnis adalah sebuah sistem kerjasama yang terjalin antara dua belah pihak dimana salah satu pihak berperan sebagai pemilik barang yang menyerahkan barangnya kepada pihak tertentu untuk kemudian dijualnya dan mereka akan mendapatkan komisis tertentu yang sudah disepakati sebelumnya.

Selain dalam dunia bisnis, konsinyasi juga banyak dipakai di ranah hukum, tepatnya sebagai istilah dalam pengadilan. Konsinyasi pengadilan adalah sebuah tindakan penitipan sejumlah uang atau barang kepada pengadilan untuk kemudian ditindaklanjuti. 

Dua belah pihak yang melakukan konsinyasi biasanya memiliki sebutan mereka sendiri. Pemilik barang biasanya disebut sebagai consignor, sedangkan pihak yang dititipi atau penjual barang biasanya disebut sebagai consignee. Jadi, secara lebih detail, consignor adalah pihak yang akan menyediakan dan menyerahkan barang inventaris kepada consignee untuk kemudian dijualnya. 

Namun, barang tersebut bukan berarti dibeli oleh consignee, karena consignee hanya akan menjualnya saja, dimana jika consignee mendapat keuntungan dari penjualan, keuntungan tersebut akan masuk ke consignor dan consignor akan memberi komisi kepada consignee.  Namun, jika barang ada yang tidak laku, consignee pun bisa mengembalikan barang tersebut kepada consignor.

Dalam praktiknya, persetujuan kerjasama tersebut tertuang dalam perjanjian konsinyasi, yang merupakan perjanjian yang berisi kerjasama mengenai praktik jual beli yang dilakukan oleh pedagang utama, atau consignor, dengan cara menitipkan barang dagangannya di tempat-tempat penjualan milik consignee, seperti warung, toko dan sebagainya.

Lalu, jika ada barang yang berhasil terjual, penjualan tersebut dikatakan sebagai penjualan konsinyasi. Penjualan konsinyasi adalah praktik penjualan barang konsinyasi yang dilakukan oleh consignee atas persetujuan kerjasamanya dengan consignor.

Tipe Persediaan Konsinyasi

Dalam sistem pergudangan, ada yang disebut sebagai persediaan konsinyasi. Persediaan konsinyasi adalah jumlah stok yang dikirimkan kepada consignee, namun secara kepemilikan masih merupakan milik consignor.

Alur konsinyasi dari gudang dimulai dari gudang yang mengirimkan barang ke consignee, kemudian consignee akan menjualnya. Berdasarkan jumlah penjualan, consignee akan membuat Purchase Order lagi ke pihak consignor. 

Pihak consignor bisa langsung mengirimkan jumlah barang berdasarkan data Purchase Order yang diberikan oleh consignee, lalu data tersebut juga bisa digunakan pihak consignor untuk membuat forecast penjualan untuk waktu yang akan datang.

Tipe persediaan konsinyasi sendiri dibagi menjadi tiga, yaitu:

  • Model pemindahan kepemilikan: consignor akan membayar consignee sesuai penjualan (waktu nyata) dan bisa juga membayar sesuai penjualan selama periode yang ditentukan sebelumnya, serta kepemilikan barang juga bisa berubah setelah jangka waktu yang ditentukan sebelumnya. 
  • Model pelacakan sistem (consignor):  Persediaan barang ditransfer ke gudang atau fasilitas konsinyasi lain, namun hanya akan diproses di pencatatan accounting.
  • Berbagai model pelacakan sistem (consignee): Persediaan barang diterima di gudang atau fasilitas konsinyasi lain, namun hanya diproses di pencatatan accounting.

Keuntungan Menerapkan Sistem Konsinyasi bagi Consignor dan Consignee

Setelah mengenal apa itu sistem konsinyasi, Anda juga harus mengetahui kelebihan dan kekurangan sistem konsinyasi untuk gudang dan bisnis Anda. Namun, pertama-tama Anda harus tahu apa saja keuntungan menerapkan sistem konsinyasi bagi consignor dan consignee berikut ini!

Baca juga: 4 Keuntungan Melakukan Quality Control Barang sebelum Dijual

Keuntungan untuk Pihak Consignor

Konsinyasi melibatkan pihak consignor sebagai penyedia barang. Pihak consignor tentu tidak akan menyetujui perjanjian konsinyasi jika perjanjian tersebut tidak menguntungkannya. Karena itulah, ada banyak sekali keuntungan konsinyasi untuk consignor.

Keuntungan pertama adalah consignor tidak perlu menyewa toko untuk memperkenalkan merek dagang mereka, karena consignee lah yang akan melakukannya. Selain itu, sebagai consignor, Anda pun tidak perlu membayar penyimpanan stok yang dilakukan consignee, sehingga budget bisnis Anda pun bisa dimaksimalkan untuk hal lain.

Dengan menjual barang lewat consignee, Anda juga bisa mendapat keuntungan yang lebih besar karena consignee akan menjangkau pembeli dengan jangkauan yang lebih luas. Terlebih lagi, Anda bisa dengan mudah menentukan barang mana yang laku dan tidak laku berdasarkan data penjualan milik consignee. Hal tersebut akan membantu Anda untuk meminimalisir kerugian dan memaksimalkan keuntungan.

Barang gudang numpuk, hati-hati salah kirim!

Jangan sampai salah kirim produk ke pembeli karena kelola gudang gak beres! Atur gudang dengan bantuan Ginee!

Keuntungan untuk Pihak Consignee

Selain Anda, pihak consignee juga pasti akan mendapatkan keuntungan dari sistem konsinyasi ini. Pihak consignee akan merasa diuntungkan karena mereka tidak perlu membayar stok barang yang mereka terima dan tinggal menjualnya saja. Selain itu, mereka juga bisa mengembalikan barang consignor jika barang tersebut terbukti tidak laku di pasaran.

Consignee juga bisa terhindar dari kehabisan stok barang, karena mengurusi stok barang consignee adalah tugas dari consignor. Barang yang diberikan consignor ke consignee juga akan membuat bisnis consignee lebih ramai karena makin banyak pelanggan baru yang tertarik akan barang baru yang mereka perjual belikan.

Kekurangan Menerapkan Sistem Konsinyasi bagi Consignor dan Consignee

Selain kelebihan, sistem konsinyasi juga memiliki kekurangan yang dapat dirasakan oleh pihak consignor dan consignee. Apa saja kekurangannya? Cari tahu di bawah ini!

Kekurangan untuk Pihak Consignor

Untuk pihak consignor, kekurangan dari sistem konsinyasi ini juga bisa jadi masalah yang cukup berat. Kekurangan pertama adalah pihak consignor mau tidak mau harus menerima produk tidak laku yang dikirimkan oleh pihak consignee. Belum lagi, pihak consignor juga tidak dapat menerima pembayaran produk di awal, karena pembayaran baru bisa mereka terima jika ada produk yang laku terjual.

Kekurangan lainnya adalah consignor bisa mengalami kerugian yang cukup besar jika memang produk yang mereka kirimkan ke consignee tidak laku di pasaran. Kekurangan terakhir adalah tidak semua barang cocok untuk sistem konsinyasi ini, jadi consignor harus berpikir dua kali sebelum mengirimkan produk mereka ke consignee.

Kekurangan untuk Pihak Consignee

Sementara itu, pihak consignee juga bisa merasakan beberapa kekurangan dari sistem konsinyasi ini. Kelemahan dari sistem konsinyasi dari consignee adalah harus menyediakan ruang untuk tempat penyimpanan barang, di mana kadang-kadang consignee juga harus membayar lebih untuk menyewa sebuah gudang untuk persediaan barang dari consignor.

Kelemahan lainnya adalah consignee harus memutar otak jika ada produk yang rusak selama pengiriman karena pihak consignor tidak mau bertanggung jawab atas kerusakan tersebut. Hal tersebut tentu bisa membawa kerugian untuk pihak consignee.

Contoh Konsinyasi

Contoh sistem konsinyasi sebenarnya banyak ditemui di sekitar. Biasanya, pihak consignor akan mengirimkan barang mereka ke pengusaha ritel kecil, seperti minimarket dan toko-toko lainnya. Ada pula sistem konsinyasi yang terjadi antara perusahaan yang lebih besar dengan UMKM kecil yang menerima barang dari mereka. Jadi, bisa saja warung-warung di sekitar Anda juga menerapkan sistem konsinyasi dengan perusahaan yang lebih besar. 

Ginee WMS Menyediakan Manajemen Consignor Terbaik untuk Anda!

Anda adalah seorang consignee, namun kesulitan mengelola gudang untuk penyimpanan konsinyasi Anda? Tenang saja, Ginee WMS menyediakan solusi untuk masalah Anda! Menggunakan Warehouse Management System yang terintegrasi dengan sistem digital, Ginee WMS bisa membantu Anda dalam melakukan manajemen consignor!

Ginee WMS bisa membantu manajemen consignor Anda karena Ginee WMS menyediakan fitur manajemen consignor agar Anda bisa mengintegrasikan bisnis Anda dengan pihak penyedia gudang atau fulfillment center. Selain itu, Ginee WMS juga menyediakan banyak fitur lain yang akan membantu Anda dalam pengelolaan gudang penyimpanan konsinyasi Anda. Tunggu apa lagi? Yuk, coba dan daftar Ginee WMS sekarang!

Duh, stok gudang berantakan…

Eits, jangan ngeluh lagi! Sekarang, ada Ginee WMS (Warehouse Management System) yang bakalan bantu kamu manajemen gudang mulai dari ngurusin stok, multi gudang, hingga logistik.