Fulfillment merupakan salah satu hal penting yang dibutuhkan dalam sebuah kegiatan jual beli online. Hal ini karena fulfillment mencakup serangkaian proses pengelolaan orderan pelanggan hingga pengiriman. Jasa fulfillment adalah solusi untuk mengatasi kesalahan terkait jumlah pesan masuk serta membantu dalam proses penerimaan orderan, hingga pengiriman produk kepada konsumen.

Di era ini, banyak pemilik usaha yang tertarik untuk menjual barang secara online, selain karena modal yang dibutuhkan terjangkau, cara mengelola bisnis online juga jauh lebih mudah dibandingkan dengan bisnis konvensional. Namun, terkadang pemilik usaha memiliki masalah terutama dalam pengelolaan gudang, terlebih jika barang di gudang cukup banyak. 

Oleh karena itu, banyak pemilik usaha memanfaatkan fulfillment untuk membantu mengatur gudang dan pesanan dari konsumen. Di dalam artikel ini akan dibahas lebih dalam tentang fulfillment, mulai dari pengertian, proses, dan juga perbedaanya dengan mengatur gudang sendiri. Yuk, simak!

Baca juga: 5 Pentingnya Manajemen Gudang, Anti Repot Kelola Banyak Barang

Salah kirim barang, pembeli bisa garang!

Gak mau dapat komplain kan? Makanya, pakai jasa Ginee WMS biar gudang rapi dan gak salah kirim barang ke pembeli!

Pengertian Fulfillment

Fulfillment adalah proses yang mencakup serangkaian kegiatan pemenuhan pesanan produk dari para konsumen yang dilakukan oleh fulfillment service. Lantas, apa itu fulfillment service? Fulfillment service adalah jasa yang bertanggung jawab dalam proses bisnis mulai dari proses penerimaan barang, pemesanan, hingga pengiriman produk sampai ke tangan konsumen. 

Nantinya, pesan yang masuk akan diproses oleh pihak fulfillment dan pemilik usaha hanya tinggal memantau fulfillment status hingga sampai ke tangan konsumen. Fulfillment status artinya adalah untuk memberitahukan penjual mengenai status barang konsumen. 

Konsep fulfillment ini menerapkan sistem gudang bersama, artinya para pebisnis tidak perlu repot menyiapkan gudang dan mengelola proses aktivitas bisnis mereka sendiri. Sebab, semua proses akan langsung diurus oleh jasa fulfillment center. Sehingga, pemilik bisnis hanya tinggal fokus mengurus penjualan saja.  

Meskipun konsep fulfillment center di Indonesia tidak terlalu populer, tetapi banyak juga pemilik usaha yang tertarik untuk menggunakan konsep fulfillment dalam business mereka. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Amazon, yang menghadirkan sebuah pusat gudang bersama di Seattle and Delaware. Fulfillment center di Amazon dilengkapi dengan sistem yang terintegrasi serta fasilitas yang cukup memadai dalam proses pengadaan supply-chain. 

Perbedaan Fulfillment dengan Warehouse

Istilah warehouse dan fulfilment memang seringkali dianggap sama, tetapi sebenarnya keduanya memiliki fungsi dan layanan yang berbeda. Berikut ini perbedaan antara fulfillment dan warehouse, yuk, simak!

Pelanggan

Warehouse merupakan pusat penyimpanan yang dirancang untuk menampung inventaris dalam jumlah yang besar, akan tetapi, pada dasarnya warehouse hanya melayani B2B (Business to Business). Beberapa penjual atau pengecer dalam jumlah besar biasanya memiliki sebuah warehouse sendiri untuk menyimpan persediaan cadangan.

Berbeda dari warehouse, fitur di dalam fulfillment center memungkinkan Anda untuk tidak hanya melayani business B2B, tetapi juga secara langsung menerima orderan online untuk kemudian dikirim kepada konsumen atau biasa disebut B2C (Business to Customer)

Operasi Logistik

Stok barang yang masuk dan keluar dari gudang biasanya akan diangkut menggunakan palet pengiriman. Palet merupakan sebuah tempat penyimpanan yang terdiri dari beberapa balok dan papan yang dapat menahan beban yang cukup banyak. Sehingga, kebanyakan warehouse membutuhkan mesin atau alat berat seperti truk palet, derek, dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk fulfillment center, stok barang yang masuk memang sama-sama menggunakan palet besar, tetapi saat dikirimkan kepada konsumen sudah berukuran paket standar. Jadi, semua proses pembongkaran barang, proses pengambilan barang, packing, memberikan label pengiriman, hingga pengiriman dan pengembalian barang dapat dilakukan di dalam fulfillment center.  

Tujuan

Warehouse bertujuan untuk memberikan sebuah tempat penyimpanan inventaris yang lebih efisien dan aman meskipun disimpan dalam waktu yang lama. Anda dapat menyimpan inventaris dalam beberapa bulan bahkan hingga satu tahun di dalam warehouse.

Berbeda dengan warehouse, fulfillment center ini tidak bisa digunakan untuk menyimpan inventaris dalam jangka waktu yang lama. Hal ini karena fulfillment center bertujuan untuk memberikan proses pengelolaan pesanan yang cepat. Sehingga, fulfillment center ini cocok digunakan oleh bisnis retail atau bisnis kecil lainnya yang belum bisa menyewa gudang sendiri dan membuatkan sebuah gudang bersama.

Baca juga: 4 Tips Pengelolaan Gudang bagi UMKM, Bikin Bisnis Lancar!

Perbedaan Kelola Gudang Sendiri dengan Pakai Fulfillment Center

Warehouse atau gudang adalah salah satu aspek terpenting dalam sebuah bisnis. Anda dapat memilih untuk mengelola gudang Anda sendiri ataupun menggunakan jasa fulfillment center untuk membantu pengelolaan gudang dan bisnis Anda. Berikut ini akan dibahas lengkap mengenai keuntungan serta kekurangan dari mengelola gudang sendiri dan menggunakan fulfillment center sebagai bahan pertimbangan untuk bisnis Anda, yuk, simak!

Keuntungan Kelola Gudang Sendiri

Terdapat beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari mengelola gudang Anda sendiri. Apa saja? Yuk, simak!

Barang gudang numpuk, hati-hati salah kirim!

Jangan sampai salah kirim produk ke pembeli karena kelola gudang gak beres! Atur gudang dengan bantuan Ginee!

  • Efektivitas Biaya Produksi dan Transportasi.

Memiliki sebuah gudang penyimpanan sendiri akan membantu Anda dalam menekan biaya distribusi. Hal ini karena gudang Anda dapat menjadi tempat untuk menampung semua kebutuhan tanpa perlu melibatkan pihak ketiga, serta biaya distribusi perjalanan yang berkali lipat.

  • Mengatur Penawaran dan Permintaan.

Menggunakan gudang sendiri juga akan mempermudah Anda dalam proses pengelolaan pesanan dan memenuhi permintaan konsumen. Ketika pesanan masuk, Anda dapat segera memprosesnya ke tahap pengiriman dengan lebih mudah, terlebih jika Anda memiliki jasa kurir sendiri. Sehingga, proses pengiriman hingga sampai ke tangan pelanggan akan jauh lebih mudah.

  • Klasifikasi produksi.

Mengelola gudang sendiri juga memungkinkan Anda untuk mengatur penyimpanan barang Anda sesuai dengan jenis dan kondisinya. Anda juga dapat mengatur gudang Anda sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda, sehingga proses pengelolaan gudang menjadi jauh lebih efisien.

  • Meningkatkan Kualitas Produksi.

Jika pengelolaan gudang berjalan baik, tentu akan dapat meningkatkan kualitas produksi bisnis Anda. Pelaku usaha dapat melacak kondisi serta kuantitas barang sebelum dikirim kepada konsumen. Ketika ditemukan produk yang tidak memenuhi standar, Anda hanya tinggal menggantinya dengan produk yang baru tanpa melibatkan pihak lain.

Kekurangan Kelola Gudang Sendiri

Mengelola gudang sendiri juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu Anda ketahui sebagai bahan pertimbangan Anda nantinya. Kekurangan mengelola gudang sendiri di antaranya:

  • Selisih Stok Barang.

Salah satu risiko yang mungkin terjadi dari mengelola gudang sendiri adalah risiko selisih stok barang. Mengelola gudang memang bukan merupakan hal yang mudah karena diperlukan ketelitian agar seluruh barang bisa dikontrol dengan baik. 

Namun, terkadang masalah seperti selisih stok barang dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan atau ketelitian dari staff gudang dalam mencatat barang yang masuk atau keluar dari gudang. 

  • Biaya.

Mengelola gudang sendiri memang membutuhkan biaya yang besar, mulai dari menyewa tempat hingga mengelola segala proses pergudangan seperti mengontrol persediaan, pembelian barang, pemeliharaan, keamanan, hingga proses distribusi kepada konsumen. Belum lagi jika Anda perlu merekrut staff, serta membeli alat-alat berat untuk proses mobilisasi gudang. 

Keuntungan Menggunakan Fulfillment Center

Terdapat beberapa keuntungan yang bisa Anda peroleh dari menggunakan fulfillment center untuk bisnis Anda, yuk, simak manfaat menggunakan fulfillment center berikut ini!

  • Memudahkan Pengiriman.

Salah satu keuntungan menggunakan layanan fulfillment adalah kemudahan dalam proses pengiriman karena pihak gudang telah bekerjasama dengan jasa pengiriman. Dengan begitu, Anda dapat menghemat biaya karyawan karena segalanya telah dikelola oleh pihak fulfillment center. Mulai dari proses pengemasan hingga distribusi barang kepada konsumen

  • Penyimpanan Barang dengan Stock Management.

Layanan fulfillment menggunakan stock management untuk menyimpan barang di gudang. Proses ini akan dikelola oleh fulfillment center analyst. Fulfillment center analyst adalah staff berpengalaman yang dapat membantu pengelolaan barang Anda hingga sampai tangan ke konsumen, sehingga risiko selisih barang dapat dihindari. 

  • Pelayanan lebih Cepat.

Layanan fulfillment center menggunakan metode First In First Out yang berarti setiap barang yang masuk akan menjadi barang yang dikeluarkan terlebih dahulu untuk kemudian dilanjutkan ke tahap pengemasan dan pengiriman kepada konsumen, sehingga barang akan lebih cepat sampai ke tangan pelanggan dan meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap bisnis Anda.  

Kekurangan Fulfillment Center

Setelah mengetahui keuntungan menggunakan jasa fulfillment, Anda juga perlu tahu apa sajakah yang menjadi kekurangan dari menggunakan jasa fulfillment center bagi bisnis Anda. Berikut ini akan dibahas kekurangan dari menggunakan jasa fulfillment:

  • Kesalahan Informasi.

Salah satu masalah yang dapat terjadi dari menggunakan layanan jasa fulfillment center adalah risiko kerusakan pada sistem di layanan fulfillment. Jika terjadi gangguan terhadap jaringan tersebut, maka proses inventori dan pengaturan stok barang menjadi terganggu. Hal ini tentu saja dapat menghambat bisnis Anda.

  • Kontrol yang Lebih Sedikit.

Kekurangan lainnya dalam menggunakan jasa fulfillment adalah Anda hanya memiliki sedikit kontrol dan kendali terhadap apa saja yang terjadi di dalam gudang fulfillment. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap pertumbuhan serta produktivitas bisnis karena hanya pemilik gudang fulfillment lah yang memiliki kendali dan kontrol atas segala hal yang terjadi di gudang.

Solusi Mudah Kelola Gudang Anda Sendiri dengan Ginee WMS 

Mengelola bisnis memang bukan perkara yang mudah termasuk dalam pengelolaan pesanan konsumen dan stok barang di gudang. Sehingga, pengelolaan gudang yang baik perlu dilakukan agar bisnis dapat berjalan lancar. Anda dapat menyewa jasa fulfillment atau mengelola gudang sendiri. 

Jika Anda ingin mengelola gudang sendiri, maka Anda dapat memanfaatkan fitur Ginee WMS dari Ginee Indonesia agar pengelolaan gudang dna menjadi jauh lebih muda dan praktis. 

Ginee WMS memiliki berbagai macam fitur yang bisa Anda manfaatkan untuk meningkatkan produktivitas gudang Anda, seperti manajemen pesanan, mengecek ketersediaan stok, proses pengambilan barang hingga pengiriman kepada konsumen dengan cepat dan mudah. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo, coba Ginee WMS sekarang juga!

Duh, stok gudang berantakan…

Eits, jangan ngeluh lagi! Sekarang, ada Ginee WMS (Warehouse Management System) yang bakalan bantu kamu manajemen gudang mulai dari ngurusin stok, multi gudang, hingga logistik.