3 Perbedaan FIFO LIFO FEFO pada Pengelolaan Gudang atau WMS

Mengelola barang di gudang bukanlah hal yang mudah dilakukan siapapun. Banyak hal yang harus dipertimbangkan, mulai dari luas gudang, jenis barang, jumlah staff, dan lain sebagainya. Mengelola gudang sama susahnya dengan mengelola bisnis, dan harus memiliki metode pengelolaan yang sesuai. Beberapa metode pengelolaan barang gudang yang banyak dipakai adalah metode FIFO LIFO FEFO.

Mengelola gudang butuh strategiyang baik sehingga barang di dalamnya pun terpelihara dengan baik pula. Penggunaan metode yang tepat merupakan salah satu langkah untuk mengelola gudang dengan cara yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan gudang. 

Menggunakan salah satu dari metode di atas merupakan langkah yang bisa Anda ambil untuk mulai menerapkan metode yang tepat untuk Anda gunakan dalam mengelola barang di gudang Anda. Jika Anda masih kebingungan menentukan mana metode yang sesuai untuk gudang Anda, maka Anda harus menyimak artikel ini!

Baca juga: Dua Metode Pencatatan Persediaan Barang Dalam Akuntansi

Pengertian FIFO, LIFO, FEFO, dan Average dalam Pergudangan

FIFO LIFO FEFO dan Average merupakan beberapa metode yang umum digunakan dalam pengelolaan gudang. Untuk tahu apa itu FIFO LIFO FEFO dan Average, simak pengertiannya berikut ini!

FIFO

FIFO adalah kependekan dari First In, First Out. FIFO merupakan metode terpopuler yang diterapkan dalam berbagai jenis gudang. Sistem FIFO adalah cara mengelola barang di gudang berdasarkan kapan barang-barang tersebut masuk ke dalam gudang. Sesuai namanya, FIFO adalah metode untuk mengeluarkan atau menjual barang yang lebih awal masuk gudang daripada barang yang baru masuk gudang.

Salah kirim barang, pembeli bisa garang!

Gak mau dapat komplain kan? Makanya, pakai jasa Ginee WMS biar gudang rapi dan gak salah kirim barang ke pembeli!

Penerapan FIFO biasanya dilakukan oleh gudang yang memiliki barang yang mudah rusak, seperti gudang tepung. Dalam gudang barang mudah rusak seperti tepung, mereka akan menjual tepung yang pertama kali dimasukkan terlebih dahulu, karena jika tepung tersebut disimpan lebih lama akan lapuk dan rusak. Jadi, penjualannya harus disegerakan dibanding yang baru masuk.

LIFO

Selanjutnya ada metode LIFO. LIFO adalah kependekan dari Last In, First Out. Sesuai namanya, LIFO adalah metode pengelolaan gudang di mana gudang tersebut akan memilih untuk mengeluarkan atau menjual barang terakhir yang dimasukkan ke gudang.

Metode ini biasanya dipakai di gudang baju. Gudang baju biasanya akan menjual baju yang paling akhir masuk gudang, karena baju tersebut biasanya sedang tren. Sementara baju yang pertama kali dimasukkan ke gudang akan dijual nanti ketika tren sudah berubah kembali. 

FEFO

Setelah tahu pengertian FIFO dan LIFO dan contohnya, Anda juga perlu tahu apa itu FEFO. FEFO artinya adalah First Expired, First Out. Metode ini berarti barang di gudang akan dikelola sesuai tanggal kadaluarsa mereka. Barang yang kadaluarsanya paling dekat adalah barang yang akan didahulukan untuk dikeluarkan atau dijual.

Contoh penerapan metode ini adalah dalam gudang obat atau gudang retail makanan dan minuman. Biasanya, mereka akan menjual atau mengeluarkan barang yang memiliki tanggal kadaluarsa yang paling cepat. Hal ini bisa Anda temui jika mengunjungi supermarket atau minimarket dan menuju rak makanan atau minuman. Biasanya, barang dengan kadaluarsa paling dekat akan ditaruh paling depan agar langsung diambil oleh pembeli.

Average

Metode terakhir adalah metode Average atau metode rata-rata. Metode ini diterapkan dengan cara mempertimbangkan biaya unit persediaan. Cara perhitungan metode ini adalah dengan membagi nilai semua produk yang tersimpan di gudang dengan unit yang masih tersedia untuk dijual.

Metode ini biasanya digunakan oleh gudang yang barangnya tidak memiliki masa kadaluarsa, seperti gudang perabot, furniture, alat tulis, dan lainnya. Mereka akan menjual sejumlah produk berdasarkan nilai rata-rata yang sudah mereka hitung sebelumnya.

Perbedaan FIFO, LIFO, FEFO, Average

Setelah mengetahui pengertian FIFO LIFO FEFO dan Average, Anda juga perlu mengetahui perbedaan masing-masing metode tersebut yang akan dijelaskan di bawah ini!

Acuan Pengelolaan Produk

Seperti dalam pengertiannya, FIFO FEFO LIFO dan Average memiliki acuan yang berbeda dalam pengelolaan barang di gudang. Jika Anda sudah paham apa itu FIFO dan FEFO, pasti Anda juga tahu kalau perbedaan FIFO dan FEFO adalah waktu masuknya suatu barang ke gudang. 

Sementara FIFO dan FEFO berbeda di waktu masuk suatu barang, LIFO juga sebenarnya berhubungan dengan waktu, yaitu waktu kadaluarsa suatu barang. Average mungkin adalah yang paling berbeda karena memakai acuan rata-rata dan biaya pemeliharaan barang.

FIFO dan FEFO memiliki kelebihan, yaitu memaksimalkan kondisi barang gudang, karena yang pertama masuk dan paling dekat dengan kadaluarsa akan dikeluarkan duluan. Itu berarti barang-barang tersebut dikeluarkan ketika kondisi mereka masih prima. 

Sementara itu, LIFO dan Average yang tidak memiliki kondisi di mana barang pertama yang masuk harus juga menjadi barang pertama yang dikeluarkan akan cenderung membuat barang yang pertama masuk memiliki kondisi yang sudah tidak prima. Bahkan, bisa jadi barang yang pertama masuk sudah rusak kondisinya ketika barang tersebut akan dikeluarkan.

Barang gudang numpuk, hati-hati salah kirim!

Jangan sampai salah kirim produk ke pembeli karena kelola gudang gak beres! Atur gudang dengan bantuan Ginee!

Metode Pengeluaran Barang

Metode yang digunakan untuk mengeluarkan barang pun berbeda. Perbedaan itu pun memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Sistem FIFO dan FEFO yang hampir mirip membuat mereka mempunyai kekurangan yang sama dalam metode pengeluaran barang. Untuk FIFO, kekurangannya adalah gudang harus memiliki 2 pintu yang membuat proses pengeluarannya menjadi mungkin.

1 pintu adalah pintu masuk barang, dan pintu lainnya adalah pintu keluar barang. Otomatis akan ada 2 alat dan staff lebih yang harus ditugaskan untuk memasukkan dan mengeluarkan barang. Sementara itu, FEFO membutuhkan ketelitian dalam pengeluarannya. 

Staff gudang setiap hari harus mengecek dan update mana saja produk yang harus dikeluarkan duluan berdasarkan tanggal kadaluarsanya. Belum lagi, mereka harus mengambil produknya dengan hari-hati karena letaknya yang tidak pasti.

Sementara itu, LIFO memiliki kelebihan karena metode pengeluaran barang yang berdasarkan barang paling akhir yang masuk membuat gudang hanya butuh satu pintu yang berperan sebagai pintu masuk sekaligus keluar.

Berbeda dengan FEFO dan FIFO, LIFO Average tidak perlu memperhitungkan barang mana yang pertama masuk. Average bahkan bisa membantu gudang menentukan nilai barang tanpa mempertimbangkan waktu masuknya.

Pendataan Barang

Perbedaan terakhir adalah dari sistem pendataan barang di gudang. FIFO, FEFO, dan Average cenderung memudahkan dalam pendataan gudang karena acuan yang mereka gunakan jelas. Sementara itu, LIFO cenderung sulit penerapannya jika menyangkut dengan pendataan barang karena pendataan akan menjadi lebih rumit dikarenakan bertolak belakangnya aliran (keluar masuknya) persediaan dalam penyimpanan.

Kegunaan Menggunakan Metode FIFO, LIFO, FEFO dalam Mengelola Gudang

Setelah mengetahui perbedaan FIFO dan LIFO serta FEFO dan Average, ada hal lain yang perlu Anda ketahui sebelum menerapkan metode mana yang cocok untuk gudang Anda, yaitu kegunaan metode-metode tersebut. Beberapa kegunaannya adalah:

Pengelolaan Barang yang Lebih Baik

Kegunaan pertama adalah pengelolaan barang yang lebih baik. Dengan menerapkan salah satu metode yang cocok dengan gudang Anda, Anda bisa mengelola barang Anda dengan lebih baik karena memiliki acuan dalam melakukannya. Tidak seperti sebelumnya, kini Anda bisa mengelola barang dengan lebih maksimal sesuai dengan kebutuhan dan jenis gudang Anda.

Baca juga: Apa Itu Warehouse Management System? Apakah Penting?

Pencatatan Data yang Lebih Teratur

Memiliki acuan terhadap pengelolaan keluar masuk barang gudang Anda, berarti Anda akan memiliki data yang lebih teratur. Metode yang Anda pakai akan memudahkan Anda mengatur data barang karena Anda tahu mana saja barang yang akan keluar dan masuk. Pencatatan data pun akan menjadi lebih mudah dan efisien.

Memperoleh Keuntungan yang Maksimal

Menggunakan metode pengelolaan gudang juga akan membantu Anda memperoleh keuntungan maksimal. Memahami kebutuhan gudang Anda berarti Anda dapat mengelola barang dalam gudang dengan baik dengan memaksimalkan keadaan barang Anda untuk disalurkan ke konsumen. Hal tersebut berarti Anda juga bisa memaksimalkan dana serta keuntungan gudang Anda.

Terapkan Metode Pengelolaan Gudang lebih Mudah dengan Ginee WMS

Anda sudah menerapkan metode pengelolaan gudang namun masih dengan cara yang manual? Kini saatnya Anda beralih menggunakan metode digital yang akan mempermudah pekerjaan Anda. Ginee WMS adalah solusi pengelolaan gudang secara digital yang cocok untuk gudang Anda!

Ginee WMS merupakan fitur yang disediakan Ginee untuk membantu Anda mengelola gudang dengan lebih mudah. Menggunakan Warehouse Management System yang canggih, Anda kini tidak perlu lagi mencatat pergudangan Anda secara manual. Mudah dan praktis digunakan, yuk, gabung ke Ginee WMS sekarang juga!

Duh, stok gudang berantakan…

Eits, jangan ngeluh lagi! Sekarang, ada Ginee WMS (Warehouse Management System) yang bakalan bantu kamu manajemen gudang mulai dari ngurusin stok, multi gudang, hingga logistik.

Can't handle your orders?
SHARE YOUR STRUGGLE HERE!

Guides

3 Perbedaan FIFO LIFO FEFO pada Pengelolaan Gudang atau WMS

Mengelola barang di gudang bukanlah hal yang mudah dilakukan siapapun. Banyak hal yang harus dipertimbangkan, mulai dari luas gudang, jenis barang, jumlah staff, dan lain sebagainya. Mengelola gudang sama susahnya dengan mengelola bisnis, dan harus memiliki metode pengelolaan yang sesuai. Beberapa metode pengelolaan barang gudang yang banyak dipakai adalah metode FIFO LIFO FEFO.

Mengelola gudang butuh strategiyang baik sehingga barang di dalamnya pun terpelihara dengan baik pula. Penggunaan metode yang tepat merupakan salah satu langkah untuk mengelola gudang dengan cara yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan gudang. 

Menggunakan salah satu dari metode di atas merupakan langkah yang bisa Anda ambil untuk mulai menerapkan metode yang tepat untuk Anda gunakan dalam mengelola barang di gudang Anda. Jika Anda masih kebingungan menentukan mana metode yang sesuai untuk gudang Anda, maka Anda harus menyimak artikel ini!

Baca juga: Dua Metode Pencatatan Persediaan Barang Dalam Akuntansi

Pengertian FIFO, LIFO, FEFO, dan Average dalam Pergudangan

FIFO LIFO FEFO dan Average merupakan beberapa metode yang umum digunakan dalam pengelolaan gudang. Untuk tahu apa itu FIFO LIFO FEFO dan Average, simak pengertiannya berikut ini!

FIFO

FIFO adalah kependekan dari First In, First Out. FIFO merupakan metode terpopuler yang diterapkan dalam berbagai jenis gudang. Sistem FIFO adalah cara mengelola barang di gudang berdasarkan kapan barang-barang tersebut masuk ke dalam gudang. Sesuai namanya, FIFO adalah metode untuk mengeluarkan atau menjual barang yang lebih awal masuk gudang daripada barang yang baru masuk gudang.

Salah kirim barang, pembeli bisa garang!

Gak mau dapat komplain kan? Makanya, pakai jasa Ginee WMS biar gudang rapi dan gak salah kirim barang ke pembeli!

Penerapan FIFO biasanya dilakukan oleh gudang yang memiliki barang yang mudah rusak, seperti gudang tepung. Dalam gudang barang mudah rusak seperti tepung, mereka akan menjual tepung yang pertama kali dimasukkan terlebih dahulu, karena jika tepung tersebut disimpan lebih lama akan lapuk dan rusak. Jadi, penjualannya harus disegerakan dibanding yang baru masuk.

LIFO

Selanjutnya ada metode LIFO. LIFO adalah kependekan dari Last In, First Out. Sesuai namanya, LIFO adalah metode pengelolaan gudang di mana gudang tersebut akan memilih untuk mengeluarkan atau menjual barang terakhir yang dimasukkan ke gudang.

Metode ini biasanya dipakai di gudang baju. Gudang baju biasanya akan menjual baju yang paling akhir masuk gudang, karena baju tersebut biasanya sedang tren. Sementara baju yang pertama kali dimasukkan ke gudang akan dijual nanti ketika tren sudah berubah kembali. 

FEFO

Setelah tahu pengertian FIFO dan LIFO dan contohnya, Anda juga perlu tahu apa itu FEFO. FEFO artinya adalah First Expired, First Out. Metode ini berarti barang di gudang akan dikelola sesuai tanggal kadaluarsa mereka. Barang yang kadaluarsanya paling dekat adalah barang yang akan didahulukan untuk dikeluarkan atau dijual.

Contoh penerapan metode ini adalah dalam gudang obat atau gudang retail makanan dan minuman. Biasanya, mereka akan menjual atau mengeluarkan barang yang memiliki tanggal kadaluarsa yang paling cepat. Hal ini bisa Anda temui jika mengunjungi supermarket atau minimarket dan menuju rak makanan atau minuman. Biasanya, barang dengan kadaluarsa paling dekat akan ditaruh paling depan agar langsung diambil oleh pembeli.

Average

Metode terakhir adalah metode Average atau metode rata-rata. Metode ini diterapkan dengan cara mempertimbangkan biaya unit persediaan. Cara perhitungan metode ini adalah dengan membagi nilai semua produk yang tersimpan di gudang dengan unit yang masih tersedia untuk dijual.

Metode ini biasanya digunakan oleh gudang yang barangnya tidak memiliki masa kadaluarsa, seperti gudang perabot, furniture, alat tulis, dan lainnya. Mereka akan menjual sejumlah produk berdasarkan nilai rata-rata yang sudah mereka hitung sebelumnya.

Perbedaan FIFO, LIFO, FEFO, Average

Setelah mengetahui pengertian FIFO LIFO FEFO dan Average, Anda juga perlu mengetahui perbedaan masing-masing metode tersebut yang akan dijelaskan di bawah ini!

Acuan Pengelolaan Produk

Seperti dalam pengertiannya, FIFO FEFO LIFO dan Average memiliki acuan yang berbeda dalam pengelolaan barang di gudang. Jika Anda sudah paham apa itu FIFO dan FEFO, pasti Anda juga tahu kalau perbedaan FIFO dan FEFO adalah waktu masuknya suatu barang ke gudang. 

Sementara FIFO dan FEFO berbeda di waktu masuk suatu barang, LIFO juga sebenarnya berhubungan dengan waktu, yaitu waktu kadaluarsa suatu barang. Average mungkin adalah yang paling berbeda karena memakai acuan rata-rata dan biaya pemeliharaan barang.

FIFO dan FEFO memiliki kelebihan, yaitu memaksimalkan kondisi barang gudang, karena yang pertama masuk dan paling dekat dengan kadaluarsa akan dikeluarkan duluan. Itu berarti barang-barang tersebut dikeluarkan ketika kondisi mereka masih prima. 

Sementara itu, LIFO dan Average yang tidak memiliki kondisi di mana barang pertama yang masuk harus juga menjadi barang pertama yang dikeluarkan akan cenderung membuat barang yang pertama masuk memiliki kondisi yang sudah tidak prima. Bahkan, bisa jadi barang yang pertama masuk sudah rusak kondisinya ketika barang tersebut akan dikeluarkan.

Barang gudang numpuk, hati-hati salah kirim!

Jangan sampai salah kirim produk ke pembeli karena kelola gudang gak beres! Atur gudang dengan bantuan Ginee!

Metode Pengeluaran Barang

Metode yang digunakan untuk mengeluarkan barang pun berbeda. Perbedaan itu pun memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Sistem FIFO dan FEFO yang hampir mirip membuat mereka mempunyai kekurangan yang sama dalam metode pengeluaran barang. Untuk FIFO, kekurangannya adalah gudang harus memiliki 2 pintu yang membuat proses pengeluarannya menjadi mungkin.

1 pintu adalah pintu masuk barang, dan pintu lainnya adalah pintu keluar barang. Otomatis akan ada 2 alat dan staff lebih yang harus ditugaskan untuk memasukkan dan mengeluarkan barang. Sementara itu, FEFO membutuhkan ketelitian dalam pengeluarannya. 

Staff gudang setiap hari harus mengecek dan update mana saja produk yang harus dikeluarkan duluan berdasarkan tanggal kadaluarsanya. Belum lagi, mereka harus mengambil produknya dengan hari-hati karena letaknya yang tidak pasti.

Sementara itu, LIFO memiliki kelebihan karena metode pengeluaran barang yang berdasarkan barang paling akhir yang masuk membuat gudang hanya butuh satu pintu yang berperan sebagai pintu masuk sekaligus keluar.

Berbeda dengan FEFO dan FIFO, LIFO Average tidak perlu memperhitungkan barang mana yang pertama masuk. Average bahkan bisa membantu gudang menentukan nilai barang tanpa mempertimbangkan waktu masuknya.

Pendataan Barang

Perbedaan terakhir adalah dari sistem pendataan barang di gudang. FIFO, FEFO, dan Average cenderung memudahkan dalam pendataan gudang karena acuan yang mereka gunakan jelas. Sementara itu, LIFO cenderung sulit penerapannya jika menyangkut dengan pendataan barang karena pendataan akan menjadi lebih rumit dikarenakan bertolak belakangnya aliran (keluar masuknya) persediaan dalam penyimpanan.

Kegunaan Menggunakan Metode FIFO, LIFO, FEFO dalam Mengelola Gudang

Setelah mengetahui perbedaan FIFO dan LIFO serta FEFO dan Average, ada hal lain yang perlu Anda ketahui sebelum menerapkan metode mana yang cocok untuk gudang Anda, yaitu kegunaan metode-metode tersebut. Beberapa kegunaannya adalah:

Pengelolaan Barang yang Lebih Baik

Kegunaan pertama adalah pengelolaan barang yang lebih baik. Dengan menerapkan salah satu metode yang cocok dengan gudang Anda, Anda bisa mengelola barang Anda dengan lebih baik karena memiliki acuan dalam melakukannya. Tidak seperti sebelumnya, kini Anda bisa mengelola barang dengan lebih maksimal sesuai dengan kebutuhan dan jenis gudang Anda.

Baca juga: Apa Itu Warehouse Management System? Apakah Penting?

Pencatatan Data yang Lebih Teratur

Memiliki acuan terhadap pengelolaan keluar masuk barang gudang Anda, berarti Anda akan memiliki data yang lebih teratur. Metode yang Anda pakai akan memudahkan Anda mengatur data barang karena Anda tahu mana saja barang yang akan keluar dan masuk. Pencatatan data pun akan menjadi lebih mudah dan efisien.

Memperoleh Keuntungan yang Maksimal

Menggunakan metode pengelolaan gudang juga akan membantu Anda memperoleh keuntungan maksimal. Memahami kebutuhan gudang Anda berarti Anda dapat mengelola barang dalam gudang dengan baik dengan memaksimalkan keadaan barang Anda untuk disalurkan ke konsumen. Hal tersebut berarti Anda juga bisa memaksimalkan dana serta keuntungan gudang Anda.

Terapkan Metode Pengelolaan Gudang lebih Mudah dengan Ginee WMS

Anda sudah menerapkan metode pengelolaan gudang namun masih dengan cara yang manual? Kini saatnya Anda beralih menggunakan metode digital yang akan mempermudah pekerjaan Anda. Ginee WMS adalah solusi pengelolaan gudang secara digital yang cocok untuk gudang Anda!

Ginee WMS merupakan fitur yang disediakan Ginee untuk membantu Anda mengelola gudang dengan lebih mudah. Menggunakan Warehouse Management System yang canggih, Anda kini tidak perlu lagi mencatat pergudangan Anda secara manual. Mudah dan praktis digunakan, yuk, gabung ke Ginee WMS sekarang juga!

Duh, stok gudang berantakan…

Eits, jangan ngeluh lagi! Sekarang, ada Ginee WMS (Warehouse Management System) yang bakalan bantu kamu manajemen gudang mulai dari ngurusin stok, multi gudang, hingga logistik.

Ginee Insights

Purchase Order: Sumber Penerimaan Gudang yang Utama!

Purchase order merupakan salah satu sumber penerimaan barang gudang yang utama. Ingin tahu detailnya? Yuk, baca selengkapnya di artikel ini!

Pakai Auto Reply Tokopedia, Pelanggan Tidak Akan Dianggurin!

Fitur auto reply Tokpedia ternyata bermanfaat untuk bisnis, lho! Mau tahu lebih lanjut tentang fitur auto reply Tokopedia? Baca selengkapnya di sini!

Can't handle your orders?

SHARE YOUR STRUGGLE HERE!