Persediaan barang dagang merupakan hal pokok yang dimiliki oleh perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang. Tanpanya persediaan barang dagang maka perusahaan tidak dapat beroperasi. Ada beberapa metode pencatatan Akuntansi untuk persediaan barang yang dapat dipelajari. Sehingga sebagai perusahaan dapat memilih mana metode pencatatan yang cocok dengan perusahaannya. Yuk simak pembahasan berikut !

Apa Yang Dimaksud Dengan Persediaan Barang Dagang ?

Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.14 butir 4, Inventory atau persediaan barang dagang bisa didefinisikan sebagai aset perusahaan yang sengaja dibeli dan disimpan, kemudian dijual kembali untuk mendapatkan keuntungan.

Dilihat dari jenis operasional perusahaan, tidak hanya barang yang telah diproduksi atau siap jual yang dikategorikan sebagai persediaan. Inventory ini juga mencakup barang yang sedang dalam proses produksi atau dalam proses penyelesaian. Termasuk juga di antaranya bahan baku serta perlengkapan yang akan digunakan dalam proses produksi tersebut.

Metode pencatatan persediaan menurut para ahli :

Menurut penulis buku Akuntansi, Syakur (2009;125) yang menyatakan bahwa pencatatan persediaan meliputi segala macam barang yang menjadi objek pokok dari aktivitas perusahaan yang tersedia untuk diolah dalam produksi atau dijual. Hal serupa juga dinyatakan John J. Wild, KR. Subramanyam, dan Robert F. Halsey (2004;265) bahwa persediaan (inventory) adalah bentuk harta perusahaan yang mempunyai nilai jual dalam aktivitas operasi normal perusahaan.

Apa Saja Yang Digunakan Dalam Pencatatan Barang?

 Fungsi dari Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang

  • Meminimalisir resiko kehilangan barang 
  • Menganalisa keterlambatan barang masuk atau keluar
  • Untuk mengetahui kapan barang harus dipesan 
  • Menjaga stok barang agar tidak kehabisan

Apakah Anda kesulitan Mengelola Banyak Toko di Marketplace Shopee?

Sibuk mengelola banya toko, kesulitan mengelola manajemen produk, sampai bingung menganalisa persaingan harga di Marketplace? Yuk Ginee bant

Jenis-Jenis Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang

Ada beberapa jenis metode yang digunakan dalam pencatatan barang. Metode pencatatan akuntansi yang biasa digunakan perusahaan adalah sebagai berikut:

Metode Periodik / Fisik

Metode Periodik atau disebut dengan metode fisik merupakan metode pencatatan barang yang digunakan metode periodik. Dikatakan seperti itu karena mutasi barang yang keluar dan masuk tidak akan dicatat. Pencatatannya dilakukan melalui akun penjualan dan akun pembelian untuk transaksi penjualan dan transaksi pembelian.

Metode pencatatan ini mengakibatkan persediaan tidak dapat diketahui setiap saat. Karena periodik, pengecekan persediaan barang dagang fisik dilakukan secara periodik yaitu pada akhir periode yang ditentukan oleh perusahaan. Biasa metode persediaan ini digunakan perusahaan untuk barang yang harganya relatif murah.

Karena tidak adanya mutasi dalam pencatatan persediaan di metode ini, maka harga pokok penjualan juga tidak dapat diketahui setiap saat. Pada saat terjadi stock opname baru dapat diperhitungkan sebagai persediaan barang dagang sehingga dapat menghitung HPP.

Metode Perpetual

Metode Perpetual atau disebut dengan metode permanen merupakan metode pencatatan barang yang dilakukan secara terus-menerus dan secara detail setiap transaksi yang terjadi. Transaksi-transaksi yang dicatat tersebut disebut buku pembantu persediaan. Rincian yang tercatat membantu kita dalam mengontrol persediaan yang keluar masuk. Terdiri dari beberapa bagian yaitu pembelian, penjualan dan saldo akhir persediaan.

Setiap perubahan yang terjadi pasti diikuti dengan pencatatan persediaan, sehingga bisa dapat dilihat pada saldo akhir persediaan. Dalam buku pembantu persediaan ini dapat disertakan informasi pelengkap seperti kuantitas barang ataupun harga perolehannya. Metode ini dapat membantu penyusunan laporan keuangan kapan pun, dalam jangka pendek tanpa melakukan stock opname.

Perbedaan Metode Fisik dan Perpetual

Metode Fisik dan Metode Perpetual memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing berikut penjelasannya :

Kelemahan Metode Fisik

Pencatatannya yang dilakukan pada akhir periode, sehingga perusahaan akan kerepotan bila ingin secara langsung mengetahui angka persediaannya. Lalu transaksi barang yang hilang juga tidak dapat terdeteksi melalui pencatatan metode Fisik. Sedangkan, untuk kelemahan Metode Perpetual berbanding terbalik dengan dengan metode fisik yang mencatat setiap rincian transaksi yang terjadi, tetapi hal ini sangat memakan banyak waktu dan tenaga.

Kelebihan Metode Fisik

Kuntungan dalam mencatat di akhir periode, sehingga menghemat waktu dan tenaga, biasanya ini untuk perusahaan yang persediaannya sedikit. Sedangkan, untuk kelebihan Metode Perpetual adalah laporannya yang akurat dan dapat dilihat kapan saja. Sehingga penyusunan laporan keuangan per periode pendek pun dapat dilakukan tanpa melakukan cek fisik stok.

Oleh karena perbedaan dalam pencatatannya dalam jurnal akuntansi pun berbeda penganggapanya, perbedaannya dapat dilihat pada tabel berikut ini: 

Contoh Metode Pencatatan Persediaan Barang

Ilustrasi contoh soal :

CV. Maju adalah sebuah toko yang menjual pakaian kaos. Pada Bulan Januari 2021 CV. Maju memiliki transaksi yang terkait dengan persediaan sebagai berikut: 

  • Tanggal 2 Januari 2021 dibeli barang dagang pada Toko Fajar sebesar Rp. 1.000.000 secara kredit 
  • Tanggal 8 Januari 2021 dikembalikan barang dagang atas pembelian di tanggal 2 Januari 2021 sebesar Rp. 500.000
  • Tanggal 13 Januari 2021 CV. Maju membayar utang usaha atas pembelian tanggal 2 Januari 2021 sebesar Rp. 500.000
  • Tanggal 20 Januari 2021 dijual barang dagang pada konsumen sebesar Rp. 800.000 dengan harga pokok Rp. 500.000
  • Tanggal 25 Januari 2021 dibeli barang dagang pada Toko Fajar sebesar Rp. 5.000.000 secara tunai 
  • Tanggal  31 Januari dijual barang dagang pada konsumen sebesar Rp. 3.000.000 dengan harga pokok Rp.1.800.000

Dengan Cara Metode Fisik

Pencatatan persediaan barang dagang dengan metode perpetual adalah mencatat setiap transaksi pada persediaan. Berdasarkan contoh diatas berikut penyelesaiannya:

Tanggal 2 Januari 2021, terdapat transaksi pembelian sebesar Rp. 1.000.000 dibayarkan secara kredit maka pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun pembelian dan mengkredit akun utang usaha 

Pembelian ……… Rp. 1.000.000

Utang Usaha ………. Rp. 1.000.000

Tanggal 8 Januari 2021, dikembalikan barang dagang atas pembelian di tanggal 2 Januari 2021 sebesar Rp. 500.000, maka pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun utang usaha dan mengkredit akun retur pembelian

Utang Usaha ……… Rp. 500.000

Retur Pembelian ………. Rp. 500.000

Tanggal 13 Januari 2021, membayar utang usaha atas pembelian tanggal 2 Januari 2021 sebesar Rp. 500.000, maka pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun utang usaha dan mengkredit akun kas

Utang Usaha ……… Rp. 500.000

Kas…….……..…. Rp. 500.000

Tanggal 20 Januari 2021 dijual barang dagang pada konsumen sebesar Rp. 800.000 dengan harga pokok Rp. 500.000, maka pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun Kas dan mengkredit akun Penjualan

Kas  ……… Rp. 800.000

Penjualan………. Rp. 800.000

Tanggal 25 Januari 2021 dibeli barang dagang pada Toko Fajar sebesar Rp. 5.000.000 secara tunai, maka pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun pembelian dan mengkredit akun kas

Pembelian  ……… Rp. 5.000.000

Kas…..………. Rp. 5.000.000

Tanggal  31 Januari dijual barang dagang pada konsumen sebesar Rp. 3.000.000 dengan harga pokok Rp.1.800.000, maka pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun Kas dan mengkredit akun Penjualan

Kas  ……… Rp. 3.000.000

Penjualan………. Rp. 3.000.000

Dengan Cara Metode Perpetual

Pencatatan persediaan dengan metode fisik berdasarkan atas pencatatan yang langsung masuk ke dalam transaksi akun penjualan dan pembelian. Berdasarkan contoh diatas berikut penyelesaiannya:

Tanggal 2 Januari 2021, terdapat transaksi pembelian sebesar Rp. 1.000.000 dibayarkan secara kredit maka pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun pembelian dan mengkredit akun utang usaha 

Persediaan ……… Rp. 1.000.000

Utang Usaha ………. Rp. 1.000.000

Tanggal 8 Januari 2021, dikembalikan barang dagang atas pembelian di tanggal 2 Januari 2021 sebesar Rp. 500.000, maka pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun utang usaha dan mengkredit akun retur pembelian

Utang Usaha ……… Rp. 500.000

Persediaan ………. Rp. 500.000

Tanggal 13 Januari 2021, membayar utang usaha atas pembelian tanggal 2 Januari 2021 sebesar Rp. 500.000, maka pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun utang usaha dan mengkredit akun kas

Utang Usaha ……… Rp. 500.000

Kas…….…….…..…. Rp. 500.000

Tanggal 20 Januari 2021 dijual barang dagang pada konsumen sebesar Rp. 800.000 dengan harga pokok Rp. 500.000, maka pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun Kas dan mengkredit akun Penjualan

Kas  ……… Rp. 800.000

Penjualan………. Rp. 800.000

HPP………… Rp. 800.000

Persediaan….…..…. Rp. 800.000

Tanggal 25 Januari 2021 dibeli barang dagang pada Toko Fajar sebesar Rp. 5.000.000 secara tunai, maka pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun pembelian dan mengkredit akun kas

Persediaan  ……… Rp. 5.000.000

Kas…..…………. Rp. 5.000.000

Tanggal  31 Januari dijual barang dagang pada konsumen sebesar Rp. 3.000.000 dengan harga pokok Rp.1.800.000, maka pencatatan yang dilakukan adalah dengan mendebet akun Kas dan mengkredit akun Penjualan

Kas  ……… Rp. 3.000.000

Penjualan………. Rp. 3.000.000

HPP………… Rp. 3.000.000

Persediaan….…..…. Rp. 3.000.000

Kelola Persediaan Barang dengan Ginee

Kesulitan mengelola bisnis online yang Anda miliki karena terlalu banyak hal yang harus diperhatikan? Tenang, Ginee bisa bantu, kok, untuk urusan kelola persediaan barang seperti order dan stok. Dengan fitur Ginee Fulfillment, Anda dapat menghemat biaya dan waktu.

Tidak hanya itu, produk yang akan dikirimkan ke pembeli aman bersama Ginee, serta proses pengiriman yang tidak memakan waktu lama. Cara menggunakannya pun mudah dan simpel. Oh, ya, ada harga spesial untuk Anda yang daftar sekarang, lho!

  1. Mengelola pesanan dan stok untuk semua toko online Anda
    • Update secara otomatis pesanan dan stok
    • Mengelola stok produk yang terjual cepat dengan mudah
    • Memproses pesanan dan pengiriman dalam satu sistem
  2. Mengelola penjualan dengan sistem manajemen digital
    • Membership dan database pelanggan secara menyeluruh
    • Prediksi bisnis dengan Fitur Analisa Bisnis di Ginee
    • Memantau laporan dengan menyesuaikan data, keuntungan, dan laporan pelanggan

Ginee Omnichannel, Tool Bisnis Online Paling Kredibel

Punya kesulitan mengelola toko online yang terdaftar di berbagai marketplace? Say no worry, Ginee Omnichannel hadir untuk Anda! Ginee adalah sistem bisnis berbasis Omnichannel Cloud yang menyediakan berbagai fitur andalan lengkap guna mempermudah pengelolaan semua toko online yang Anda miliki hanya dalam satu dashboard!

Fitur Ginee beragam, mulai dari manajemen produk, laporan penjualan, Ginee track alias Anda bisa lacak paket dengan lebih mudah, hingga Ginee Ads untuk kelola semua iklanmu di berbagai platform. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang dan dapatkan free trial selama 7 hari full!

Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa Tingkatkan penjualan kamu, menghemat biaya dan waktu kamu hanya dengan Ginee!