Umumnya pebisnis atau pengusaha sekalipun yang menjalankan sebuah bisnis tidak terhindar dari masalah atau perkara yang menyebabkan bisnis tidak berjalan lancar dan menjadi terhambat. Masalah atau perkara yang terjadi dan sering dihadapi pebisnis atau pengusaha adalah aksi kecurangan dan penipuan, yang tertuang pada fraud triangle adalah segitiga kecurangan atau segitiga fraud yang memberikan resiko internal pada bisnis.

Fraud triangle memiliki kaitan erat pada bisnis yang dijalankan oleh pebisnis. Dimana masalah bisnis yang muncul, biasanya disebabkan oleh dua faktor fraud triangle, seperti faktor internal dan faktor eksternal. Dari kedua faktor tersebut nantinya dapat menimbulkan masalah, dampak, atau resiko bagi internal bisnis. Salah satu faktor eksternal dan internal yang diakibatkan dapat memengaruhi faktor penetapan harga barang perusahaan.

Omnichannel dengan Sistem All-in-One

Memaksimalkan efisiensi bisnis dan ciptakan pengalaman personal untuk pelanggan dari beragam Multi-channel dalam penjualan Online dan Offline.

Untuk pebisnis yang merasa curiga curang bisnis, bisa melihat pembahasan berikut dimulai dari pengertian fraud triangle, contohnya, tahapan triangle fraud, jenis-jenis fraud triangle, cara mengatasi fraud dalam pengelolaan bisnis sampai apa saja yang harus dilakukan oleh perusahaan apabila kecurangan terjadi. Fraud triangle adalah solusinya!

Apa Itu Fraud Triangle dan Contohnya?

Ketahui terlebih dahulu apa itu fraud triangle, sebelum mengetahui tahapan triangle fraud, jenis fraud triangle, cara atasi triangle dan apa saja yang harus dilakukan saat fraud triangle terjadi. Pengertian fraud triangle theory adalah sebuah teori, skema atau gagasan dalam mengamai prose penyebab terjadinya kecurangan yang dikutip dari Donald R Cressey.

Hal itu didukung karena orang-orang terpercaya sekalipun bisa menjadi pelanggar kepercayaan ketika mereka berada di posisi tertentu, seperti tidak terbuka dengan masalah keuangan atau ekonomi yang dihadapi sehingga mencari cara lain dengan melakukan pelanggan secara sadar dan memanfaatkan posisinya untuk melakukan kecurangan.

Dengan begitu, fraud dapat diartikan sebagai kecurangan atau penipuan pada bisnis. Untuk singkatnya dapat diartikan fraud adalah sebuah kegiatan untuk memperoleh keuntungan untuk diri sendiri secara ilegal dan melanggar hukum untuk menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan pribadi tanpa memikirkan resiko atau dampak dari tindakan tersebut.

Sehingga singkatnya triangle fraud adalah skema situasi, proses terhadap elemen atau tahapan yang sering terjadi dan mendorong terjadinya kecurangan atau penipuan yang melanggar hukum. Elemen atau tahapan yang dimaksud dalam fraud triangle terdiri dari opportunity, pressure atau motivasi dan rationalization atau justifikasi.

Contoh lebih jelas yang menggambarkan fraud triangle berdasarkan faktor eksternal adalah bencana alam yang akhirnya berakibat harga bahan produk atau biaya pengiriman di luar harga normal dan harga estimasi. Sehingga proses produksi dan pengiriman menjadi tidak terkendali dan berpengaruh pada jumlah hasil produksi dan jumlah permintaan produk menjadi berkurang.

Sedangkan contoh fraud triangle berdasarkan faktor internal berkaitan dengan macam-macam laporan keuangan, semakin banyaknya tenaga kerja tidak terhindar dari penggelapan dana perusahaan. Alhasil dari tindakan tersebut menyebabkan data laporan keuangan tidak real dan berujung menyebabkan perusahaan mengalami kerugian uang.

Baca juga: Fungsi Laporan Keuangan yang Wajib untuk Diketahui

Bagaimana Tahapan Triangle Fraud?

Elemen atau tahapan triangle fraud yang terjadi pada perusahaan umumnya memiliki sifat saling berkaitan dan umumnya bisa dijadikan sebagai faktor mendeteksi penyebab kecurangan dan penipuan yang bisa saja dilakukan oleh karyawan perusahaan dan menjadi dorongan atau tekanan bagi karyawan untuk tidak berbuat curang serta tidak memiliki kesempatan untuk melanggar hukum.

Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan kamu, menghemat biaya dan waktu kamu hanya dengan Ginee!

Berikut disebutkan dan dijelaskan apa saja elemen atau tahapan yang terdapat pada triangle fraud, antara lain:

Tekanan atau Pressure

Elemen atau tahapan yang memiliki sifat saling berkaitan yang pertama adalah tekanan atau pressure. Tekanan atau pressure yang dimaksud didasarkan pada niat dan hati nurani seseorang untuk melakukan kecurangan. Contohnya seseorang yang melakukan kecurangan dan penipuan, pasti ada alasan dasar yang membuat seseorang termotivasi dan terdorong melakukan tindakan melanggar hukum.

Contoh penjelasan fraud triangle terhadap tekanan atau pressure yang sering ditemui perusahaan adalah masalah finansial pribadi atau pula seorang karyawan yang menggelapkan dana perusahaan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup yang tinggi akan masyarakat Indonesia konsumtif.

Peluang atau Opportunity

Elemen atau tahapan yang memiliki sifat saling berkaitan yang kedua adalah peluang atau opportunity. Peluang atau opportunity yang dimaksud adalah adanya kesempatan atau peluang bagi seorang karyawan untuk melakukan tindakan kecurangan dan penipuan.

Contoh peluang atau opportunity yang bisa menjadi kesempatan seseorang melakukan kecurangan dan penipuan adalah:

  1. Kontrol perusahaan masih lemah.
  2. SOP yang dibuat tidak berjalan kondusif.
  3. Seorang karyawan memiliki tugas lebih dari satu atau adanya multijob karyawan.
  4. Situasi dan cara kerja kurang kondusif.

Untuk mengatasi peluang atau opportunity terhadap fraud, perusahaan bisa melakukan jadwal internal control dengan cara mengaudit periode tertentu pada setiap divisi untuk mencegah terjadinya fraud pada bisnis, jika terlanjur terjadi fraud pada bisnis dapat dilakukan pembinaan atau pemberian surat peringatan kepada karyawan terkait. Karena internal control memiliki sifat yang preventif atau reaktif.

Pembenaran atau Rationalize

Elemen atau tahapan yang memiliki sifat saling berkaitan yang ketiga adalah pembenaran atau rationalize. Dimana pembenaran atau rationalize yang dimaksud adalah pembenaran diri atau pembelaan diri yang dilakukan karyawan untuk membenarkan tindakan yang dilakukan tersebut wajar dilakukan dan menjadi sebuah alasan yang rasional.

Ingin tahu cara kilat kelola toko online di marketplace?

Cuma sama Ginee, kelola toko marketplace makin cepat! Mulai dari manajemen produk sampai analisis laporan data, Ginee bisa bantu!

Contoh pembenaran atau rationalize terhadap fraud yang sering ditemui pada bisnis adalah alibi gaji karyawan yang diberikan tidak sesuai dengan keuntungan yang sudah diterima perusahaan atas bantuan yang diberikan oleh karyawan.

Jenis Fraud Triangle yang Wajib Pebisnis Tahu

Selanjutnya pebisnis wajib tahu apa saja jenis fraud triangle yang sering dilakukan dan sering dijumpai oleh pebisnis terhadap job desk tiap divisi karyawan. Untuk itu pebisnis perlu perhatian khusus terhadap jenis fraud triangle berikut, antara lain:

  1. Kecurangan dan penipuan akan data keuangan perusahaan, disebut manipulasi data keuangan perusahaan.
  2. Markup biaya reimbursement dan menaikkan biaya proyek perusahaan.
  3. Menyalahgunakan biaya tagihan perusahaan, seperti menyabotase tagihan pajak.
  4. Menyalahgunakan kekuasan dalam penggajian kepada karyawan harian.
  5. Menyalahgunakan kekuasaan dalam sumber daya milik perusahaan untuk keperluan pribadi.
  6. Kecurangan berupa pencurian laporan keuangan.
  7. Menyalahgunakan kekuasaan untuk penyelewengan pada laporan keuangan, seperti mengganti atau menghilangkan laporan keuangan periode tertentu.

Cara Mengatasi Fraud dalam Pengelolaan Bisnis

Untuk mengatasi fraud dalam pengelolaan bisnis dapat dilakukan beberapa hal, dari mengatasi fraud dalam pengelolaan bisnis diharapkan mampu meminimalisir tindakan fraud karyawan serta mampu mempertahankan loyalitas dan prestasi mereka kepada perusahaan. 

Berikut cara mengatasi fraud triangle dalam pengelolaan bisnis yang bisa diterapkan dan digunakan oleh pebisnis, yaitu:

  1. Menerapkan sistem pengendalian yang baik, misalnya pentingnya manajemen gudang.
  2. Meningkatkan arus komunikasi dan informasi yang baik antara pebisnis dengan karyawan.
  3. Menganalisis penilaian dampak atau resiko pada perusahaan.
  4. Melakukan perekrutan calon karyawan berdasarkan etika dan kerja sama.
  5. Melakukan pengawasan pada tiap divisi perusahaan.
  6. Memberikan intensif, outing dan fasilitas kerja kepada loyalitas dan prestasi karyawan.
  7. Memberikan motivasi dengan pelatihan soft skill atau pelatihan etika.
  8. Menggunakan sistem pengendalian internal laporan keuangan dengan menggunakan teknologi software, seperti laporan keuangan yang dihasilkan Ginee, software HRIS, software jurnal fraud triangle dan lainnya
  9. Pemeriksaan atau audit kinerja karyawan secara dadakan.
  10. Menciptakan kebijakan yang menguntungkan bagi karyawan.
Repot Atur Online Shop?

Ginee solusinya! Join Ginee bisa dapat promo terbaru. Yuk, segera tingkatkan omzet!

Sedangkan cara mengatasi fraud dalam pengelolaan bisnis yang sudah terlanjur terjadi dan berhasil dilakukan kecurangan, penipuan dan pencurian, maka pebisnis bisa mengatasinya dengan cara memberikan surat peringatan kepada karyawan terkait dan efek lebih keras lain yang bisa dilakukan atau diterapkan adalah pemecatan karyawan terkait dengan tujuan untuk memberikan kesadaran bagi karyawan lain untuk tidak mengulang tindakan serupa.

Baca juga  Lakukan Cara Ini Agar Mengatasi Bisnis Nyaris Bangkrut

Apa yang Harus Dilakukan oleh Perusahaan Apabila Kecurangan Terjadi?

Sampai juga pada akhir pembahasan, yaitu apa yang harus dilakukan oleh perusahaan apabila terjadi kecurangan terjadi. Sangat mungkin bisa dilakukan kembali oleh pebisnis untuk mengatasi fraud triangle yang terjadi. Salah satunya perusahaan bisa menyediakan kontrol internal yang kuat agar seluruh karyawan yang bekerja bisa mematuhi semua aturan yang ditetapkan oleh perusahaan dan menerima keuntungan sesuai kebijakan karyawan.

Serta perusahaan bisa mengambil kesempatan untuk memutuskan mempertahankan karyawan terkait untuk terus bekerja atau berhenti bekerja kepada perusahaan tanpa memberikan toleran atas tindakan fraud yang telah dilakukan karyawan terkait. Serta bisa lebih ketat dalam meningkatkan cara mengatasi fraud dalam pengelolaan bisnis yang dijelaskan diatas atau melaporkan kepada pihak berwajib.

Ginee Omnichannel

Hindari kecurangan bisnis dengan fraud triangle dan jangan lupa juga untuk menggunakan Ginee Omnichannel. Ginee adalah platform Omnichannel yang dapat membantu Anda mengelola banyak toko online yang terdaftar di marketplace atau ecommerce sekaligus dalam satu dashboard Ginee saja. Ginee bakal kasih tips menarik untuk menghindari kecurangan dalam bisnis.

Ginee punya fitur lain seperti manajemen produk, stok, pesanan, promosi, Ginee Chat, Ginee Ads, Ginee Fulfillment, laporan data, dan lainnya. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang dan dapatkan free trial selama 7 hari full!

Ginee Indonesia, Tool Bisnis Online Paling Kredibel

Punya kesulitan mengelola toko online yang terdaftar di berbagai marketplace? No worries, Ginee Indonesia hadir untuk Anda! Ginee adalah sistem bisnis berbasis Omnichannel Cloud yang menyediakan berbagai fitur andalan lengkap guna mempermudah pengelolaan semua toko online yang Anda miliki hanya dalam satu platform saja!

Fitur dari Ginee beragam, lho! mulai dari manajemen produk, laporan penjualan, Ginee WMS, yang artinya Anda dapat mengelola manajemen pergudangan dengan lebih mudah, Ginee Chat yang memungkinkan Anda mengelola chat pelanggan dari berbagai platform, hingga Ginee Ads untuk kelola semua iklanmu di berbagai platform. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang FREE!

  1. Mengelola pesanan dan stok untuk semua toko online Anda
    • Update secara otomatis pesanan dan stok
    • Mengelola stok produk yang terjual cepat dengan mudah
    • Memproses pesanan dan pengiriman dalam satu sistem
  2. Mengelola penjualan dengan sistem manajemen digital
    • Membership dan database pelanggan secara menyeluruh
    • Prediksi bisnis dengan Fitur Analisa Bisnis di Ginee
    • Memantau laporan dengan menyesuaikan data, keuntungan, dan laporan pelanggan
Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan, menghemat biaya dan waktu hanya dengan Ginee!