Mari ketahui strategi bisnis lain yang dapat membantu meningkatkan penjualan dan bisa menjadi strategi yang ampuh dalam mengembangkan bisnis dengan menarik perhatian calon konsumen dan pelanggan untuk melakukan pembelian produk barang atau jasa yang ditawarkan dengan psikologi warna pada produk.

Diketahui bahwa teori psikologi warna memang berkaitan dengan branding dan marketing yang menjadi hal paling menarik untuk dibicarakan sebagai strategi bisnis yang ampuh. Tetapi teori psikologi warna juga termasuk strategi kontroversial yang mengakibatkan beberapa orang ataupun perusahaan mengabaikan teori ini dan mengagung-agungkan strategi lain.

Sehingga mari ketahui strategi psikologi warna dalam marketing untuk mensukseskan bisnis yang dikerjakan dengan memanfaatkan strategi tersebut dengan baik.

Mengetahui Miskonsepsi Tentang Psikologi Warna

Mari ketahui sedikit tentang miskonsepsi psikologi warna yang biasanya terjadi dan dampak yang dimilikinya. Dimana menurut hasil penelitian yang telah dipublikasi oleh US National Library of Medicine National Institutes of Health mengetahui bahwa ada kemungkinan warna berdampak pada sikap karena adanya preferensi pribadi, pengalaman, pendidikan, perbedaan budaya, dan kontek lainnya yang cukup kompleks.

Sehingga menyebabkan beberapa persepsi atas berbagai warna yang dijual, salah satu contoh beberapa orang mengatakan warna kuning atau ungu dapat membangkitkan emosi tertentu sehingga mampu mempengaruhi brand bisnis pasar atau beberapa ramalan horoskop yang mempengaruhi jumlah permintaan produk.

Dengan mengetahui beberapa persepsi tersebut, tentunya jangan mengambil keputusan tentang konsep strategi bisnis ini sangat sulit diterapkan. Kenapa? Karena banyak hal yang perlu dipelajari dan diketahui dalam melakukan pertimbangan mengenai strategi psikologi warna sehingga dapat menghasilkan jaminan teori tersebut layak diterapkan atau tidak.

Sebab ilmu atau teori yang mempelajari psikologi manusia cukup abstrak diuraikan ke variabel lainnya yang lebih rinci. Hal yang penting dalam strategi psikologi warna yaitu dengan melakukan cara paling praktis untuk memudahkan membuat keputusan mengenai warna dalam branding atau marketing bisnis.

Omnichannel dengan Sistem All-in-One

Memaksimalkan efisiensi bisnis dan ciptakan pengalaman personal untuk pelanggan dari beragam Multi-channel dalam penjualan Online dan Offline.

Manfaat Psikologi Warna Untuk Bisnis

Berdasarkan pakar bisnis digital yaitu Neil Patel, menyatakan banyak pelaku bisnis dengan brand top yang secara terus menerus meningkatkan pengetahuan mereka terkait dengan hal psikologi warna yang berdampak meningkatkan penjualan atau sales bisnis.

Sebab psikologi warna mempelajari teori dalam memanipulasi calon konsumen atau pelanggan untuk mau membeli produk dagangan yang telah ditawarkan di pasar atau menghipnotis calon konsumen atau pelanggan untuk membeli produk yang sebenarnya tidak dibutuhkan mereka.

Sehingga pelaku bisnis harus memilih warna yang tepat, guna mendapatkan keuntungan yang lebih besar dibanding dengan kompetitor bisnis dan berguna untuk meningkatkan branding bisnis dengan memenuhi kebutuhan permintaan pasar. Berikut beberapa manfaat pemilihan psikologi warna logo berdasarkan infografik warna terkait dalam branding dan marketing berdasarkan desain website The Logo Company yaitu:

Memilih Warna Kuning

Manfaat psikologi warna kuning maupun menggunakan background warna kuning pada brand akan memberikan kesan hangat. Sehingga cocok digunakan oleh para pelaku bisnis yang membutuhkan dukungan komunitas, karena warna kuning cukup membantu dalam memberikan kesan hangat dalam menarik perhatian calon konsumen. Contohnya warna kuning dapat diaplikasikan ke penawaran merchandise produk.

Memilih Warna Jingga

Manfaat psikologi warna jingga maupun menggunakan background warna jingga pada brand akan memberikan kesan antusiasme. Sehingga cocok digunakan untuk memperkenalkan atau menonjolkan brand produk dalam mencuri perhatian calon konsumen.

Memilih Warna Merah

Manfaat psikologi warna merah maupun menggunakan background warna merah pada brand akan memberikan kesan berani dan cenderung ambisius. Sehingga cocok digunakan untuk menyampaikan brand yang berbeda dari yang lain dan dapat menggugah semangat bagi calon konsumen yang melihatnya. 

Contoh yang paling sering dijumpai dan sukses dengan pemilihan brand warna merah adalah brand Coca-Cola, dimana iklan yang ditayangkan selaras dengan warna brand yang berjudul “Buka Semangat Baru” dengan berbagai tagline dan strategi psikologi warna yang pas dan sejalan dengan brand marketing.

Memilih Warna Pink / Merah Muda

Manfaat psikologi warna pink, maupun menggunakan background warna pink pada brand akan memberikan kesan kreativitas dan inovasi yang bernuansa lembut. Sehingga warna pink sangat cocok digunakan pada brand yang target pasarnya adalah perempuan, seperti Victoria Secret dan Barbie.

Nikmati Kemudahan Berjualan

Kamu bisa Kelola Toko, Tingkatkan Penjualan dan Efisiensi Kerja Kamu hanya dengan Ginee!

Memilih Warna Ungu

Manfaat psikologi warna ungu maupun menggunakan background warna ungu pada brand akan memberikan kesan kreatif dan dapat memacu imajinasi. Sehingga cocok digunakan untuk brand bidang entertainment ataupun stasiun televisi atau yang menggambarkan seni imajinasi produk.

Memilih Warna Biru

Manfaat psikologi warna biru maupun menggunakan background warna biru pada brand akan memberikan kesan kuat dan dapat dipercaya. Sehingga cocok digunakan oleh brand produk di bidang teknologi atau kimia karena warna biru mampu menunjukkan provide hosting aman yang dapat diandalkan.

Memilih Warna Hijau

Manfaat psikologi warna hijau maupun menggunakan background warna hijau pada brand akan memberikan kesan tenang dan damai dan dapat terus bertumbuh atau berkembang. Sehingga cocok digunakan pada organisasi non profit atau brand yang memiliki misi di bidang penyelamatan yang tidak mengharapkan keuntungan yang dapat diterima dan digunakan oleh calon konsumen.

Memilih Warna Monokrom

Warna monokrom terdiri dari psikologi warna krem, warna abu, warna hitam atau warna putih. Secara teknis, warna monokrom tidak termasuk kategori warna. Sebab hitam adalah ketiadaan warna, putih adalah kombinasi dari semua warna. Strategi pemilihan warna monokrom akan memberikan kesan tertentu berupa profesionalitas, kredibilitas dan ketenangan yang mencerminkan brand produk tersebut.

Tips Pilihan Warna Branding

Karakteristik brand kadang kadang terdiri dari beberapa kombinasi warna dan dibutuhkan tips untuk mengkombinasikan warna tersebut, dapat dilakukan dengan studi mengukur respon estetika dan melihat preferensi konsumen. Dengan tujuan brand yang diciptakan secara visual dapat efektif dan mampu mendorong konversi untuk konsumen melakukan pembelian produk.

Berikut beberapa tips psikologi warna dalam desain untuk branding:

Menentukan Fokus Warna untuk Branding

Karena warna terdiri dari beberapa warna dan kesan yang ditunjukan berbeda-beda. Sehingga dibutuhkan tujuan yang jelas mengenai visi dan misi yang berkaitan dengan kesan warna supaya brand dapat dikenal oleh konsumen sehingga target konsumen tercapai dengan maksimal sesuai pilihan yang dipilih atau ditentukan oleh pelaku bisnis.

Menggunakan Warna yang Familiar

Karena ingin menunjukan brand image produk bisa mulai dilakukan dengan warna favorit atau warna yang terlintas dipikiran yang sesuai dengan image bisnis, baik mengkombinasikan warna tersebut sehingga menghasilkan warna logo yang fix bisa digunakan.

Cari Tahu Manfaat Omnichannel Buat Bisnis Kamu!

Dapatkan promo terbaru Ginee Sekarang juga!

Menggunakan Warna Netral

Bagi pelaku bisnis yang bingung menentukan warna bisa menggunakan warna netral dengan pilihan warna yang hangat atau dingin yang berpengaruh pada palet warna untuk memberikan kesan yang baik bagi calon konsumen. Seperti warna netral yaitu warna putih, hitam, perak, abu-abu, coklat, emas dan krem.

Meminimalisir Pilihan Warna

Karena terlalu banyak penggunaan warna akan berefek konsumen bingung dalam mengingat warna logo dan menyebabkan konsumen tidak tertarik, karena jumlah warna yang digunakan menjadi image untuk mengingat brand. Sehingga gunakanlah jumlah warna lebih minimal dengan dua warna utama atau satu warna tambahan saja.

Menggunakan Prinsip 60-30-10

Karena diketahui untuk pembuatan logo yang prinsip paling dikenal adalah prinsip 60-30-10. Dimana prinsip ini menggunakan aturan penggunaan 60% warna primer, 30% warna sekunder dan 10% warna aksen. Karena proporsi prinsip ini memadukan keseluruhan tema desain dengan mengatur jumlah kontras dan daya tarik visual secara tepat.

Mencari Inspirasi Melalui Aplikasi atau Media Lain

Tips lain yang dapat dilakukan dalam pilihan warna yaitu memanfaatkan atau menggunakan aplikasi atau media berbasis web yang cukup interaktif dalam membantu memilihkan dan mencocokan warna. Seperti aplikasi yang diketahui Adobe Color CC, Colour Lover, Colormind, Pinterest, Instagram dan lainnya.

Jangan Takut Eksperimen

Walaupun tersedia inspirasi dari penggunaan aplikasi atau media tidak ada bandingannya dengan inspirasi yang datang dari eksperimen atau percobaan yang dilakukan untuk menghasilkan warna yang kuat dan paling sesuai dengan image brand.

Contoh Psikologi Warna Untuk Makanan

Berikut beberapa contoh psikologi warna brand makanan yang sering digunakan oleh pelaku bisnis antara lain:

Warna Merah

Apakah Anda kesulitan Mengelola Banyak Toko di Marketplace Shopee?

Sibuk mengelola banya toko, kesulitan mengelola manajemen produk, sampai bingung menganalisa persaingan harga di Marketplace? Yuk Ginee bantu.

Contoh psikologi warna merah untuk makanan antara lain memancing rasa ingin berburu makanan untuk merasakan bahagia, semangat dan energi yang tinggi yaitu bisnis Coca-Cola.

Warna Kuning dan Orange

Contoh psikologi warna orange untuk makanan antara lain untuk memancing keceriaan dan optimisme untuk mengajak pembeli yang impulsif yaitu bisnis McDonalds.

Warna Hijau

Contoh psikologi warna hijau untuk makanan antara lain menstimulasi otak mengenai keselarasan dan kesimbangan emosi yang berkaitan dengan alam, ketenangan dan kesehatan yaitu bisnis organik makanan yang sehat.

Kesimpulan

Strategi bisnis psikologi warna memang sering dilupakan karena pengaruh yang diberikan tidak besar dibanding strategi lain. Tetapi strategi psikologi warna dapat membantu mendukung strategi lain. Dengan adanya strategi psikologi warna akan membantu memberikan daya ingat kepada calon konsumen.

Sehingga dalam mengimplementasikan strategi tersebut diperlukan tips memilih warna brand perusahaan dengan baik dengan mengetahui manfaat yang akan diperoleh atas pemilihan warna tersebut.

Ginee Omnichannel

Ginee adalah platform bisnis berbasis Omnichannel yang dapat membantu Anda dalam mengelola banyak toko online di berbagai marketplace sekaligus hanya dalam satu dashboard saja, lho. Selain menentukan strategi bisnis psikologi warna, Anda juga mungkin harus merencanakan strategi yang lain. Nah, cara yang mudah yaitu mengelola toko dari Ginee Omnichannel!

Karena dengan Ginee, Anda bisa melihat hasil penjualan, mengatur stok, merespon chat konsumen menggunakan fitur Ginee seperti manajemen produk, stok, Ginee Chat, Ginee Ads, dan lainnya. Cari tahu selengkapnya dengan daftar Ginee sekarang dan klaim juga free trial selama 7 hari full!

Tentang Ginee Indonesia

Ginee Omnichannel adalah solusi All-In-One untuk e-commerce berbasis Cloud yang menyediakan rangkaian lengkap manajemen ritel untuk meningkatkan penjualan dan efisiensi kerja untuk online dan offline. Kamu dapat mencoba gratis 7 Hari Ginee Omnichannel Sekarang

  1. Mengelola pesanan dan stok untuk semua toko online Anda
    • Update secara otomatis pesanan dan stok
    • Mengelola stok produk yang terjual cepat dengan mudah
    • Memproses pesanan dan pengiriman dalam satu sistem
  2. Mengelola penjualan dengan sistem manajemen digital
    • Membership dan database pelanggan secara menyeluruh
    • Prediksi bisnis dengan Fitur Analisa Bisnis di Ginee
    • Memantau laporan dengan menyesuaikan data, keuntungan, dan laporan pelanggan

Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa Tingkatkan penjualan kamu, menghemat biaya dan waktu kamu hanya dengan Ginee!