Sebelum menulis untuk blog anda, ada banyak sekali hal yang harus diperhatikan agar konten anda memiliki banyak viewers yang stabil. Setiap topik tentunya memiliki masanya masing-masing, bisa saja dalam rentang waktu tertentu topik tersebut akan terus dicari, dan akan dilupakan saat topik tersebut sudah dianggap tidak penting lagi, contoh konten evergreen yang sifatnya long lasting.

Anda bisa menggunakan konten evergreen. Pernahkah anda mendengar tentang konten evergreen dalam digital marketing? Apa itu konten evergreen dan bagaimana cara membuatnya? 

Konten Evergreen adalah konten yang tetap relevan terlepas dari berjalannya waktu ke waktu. Konten evergreen akan secara konsisten menghasilkan minat dari waktu ke waktu dan orang-orang akan tetap mencarinya selama berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun yang akan datang. 

Maka dari itu, konten evergreen bisa disebut konten abadi, karena akan selalu dicari walaupun waktu sudah berlalu dari sejak dituliskannya artikel. Lalu apa perbedaan topik evergreen dengan konten evergreen? Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan topik evergreen dengan konten evergreen. 

Baca juga: Pengertian Konten Evergreen dan Manfaatnya dalam Website Anda

Perbedaan Evergreen Topics dan Evergreen Content

Lalu apakah perbedaan topik evergreen dengan konten evergreen? Topik evergreen adalah 

topik dengan minat dan volume pencarian yang konsisten dari waktu ke waktu. Contoh dari topik evergreen adalah seperti “cara menurunkan berat badan” atau “makanan sehat”.

Omnichannel dengan Sistem All-in-One

Memaksimalkan efisiensi bisnis dan ciptakan pengalaman personal untuk pelanggan dari beragam Multi-channel dalam penjualan Online dan Offline.

Orang-orang akan mencari topik tersebut saat mengalami masalah berat badan yang berlebih, atau merasa ingin makan makanan yang sehat agar berat badan segera turun. Topik-topik ini akan selalu dicari pembaca sepanjang tahun, sehingga memiliki jumlah volume pencarian yang konsisten.

Konten evergreen adalah konten tentang topik evergreen yang tidak pernah ketinggalan zaman. Dari contoh topik evergreen yang di atas, konten evergreen yang bisa dibuat seperti “10 Cara Mudah untuk Menurunkan Berat Badan yang Wajib Kamu Coba” atau “10 Jenis Makanan Sehat yang Baik Dikonsumsi Setiap Hari”.

Meskipun Anda menulisnya di tahun 2021, beberapa tips yang anda berikan pasti masih akan tetap relevan sampai beberapa tahun ke depan, dan mungkin hanya terdapat sedikit tambahan yang tidak merubah inti konten evergreen anda. 

Cara Membuat Konten Evergreen

Setelah mengetahui apa itu konten evergreen dan perbedaannya antara topik evergreen dan konten evergreen, anda pasti ingin mengetahui bagaimana cara membuat konten evergreen.

Pilih Keyword yang Tepat

Pertama, pilihlah kata kunci yang tepat. Anda bisa mencari kata kunci yang bervolume besar agar banyak audiens yang mencarinya. Dan jika anda ingin membuat konten evergreen, sebaiknya anda menggunakan long tail keyword. 

Baca juga: Apa yang Dimaksud Long Tail Keyword dan Cara Mencarinya?

Optimasi SEO

Setelah memilih kata kunci, anda juga perlu mengoptimasi SEO. Beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mengoptimalkan SEO pada konten evergreen anda adalah dengan meletakkan kata kunci pada URL, judul, serta sebarkan kata kunci di beberapa bagian dalam konten anda. 

Selain itu, anda juga perlu menambahkan alt text pada gambar dan memasukkan hyperlink dari artikel lainnya. 

Buat Artikel yang Diperlukan Pembaca

Topik artikel juga adalah sesuatu yang perlu diperhatikan saat membuat konten artikel evergreen. Membuat konten yang diminati oleh sedikit pembaca memang boleh anda coba. Namun ada baiknya jika anda membuat konten yang banyak diminati pembaca. 

Nikmati Kemudahan Berjualan

Kamu bisa Kelola Toko, Tingkatkan Penjualan dan Efisiensi Kerja Kamu hanya dengan Ginee!

Jika anda memiliki pengetahuan di bidang fisika, namun pembaca tidak terlalu menginginkan tips tersebut, sebaiknya anda menunda dulu topik tersebut. Buatlah artikel yang ingin diketahui dan diperlukan pembaca terlebih dahulu, baru kemudian membuat konten yang memiliki pembaca yang lebih sedikit secara perlahan-lahan.

Hindari Penggunaan Bahasa yang Terlalu Teknis

Anda juga perlu memperhatikan penggunaan bahasa yang anda gunakan dalam artikel anda. Untuk anda yang memiliki target audiens yang profesional di bidangnya, anda bisa menggunakan bahasa yang teknis. 

Namun jika target audiens anda adalah orang-orang awam, sebaiknya anda menghindari penggunaan bahasa yang terlalu teknis. Tulisan yang anda publikasikan di website tentu akan berbeda dengan tulisan ilmiah. 

Contoh Konten Evergreen dari Ginee Omnichannel

Masih bingung menentukan konten apa yang harus anda tulis di website anda? Untuk membantu anda membuat konten evergreen, berikut Ginee berikan contoh konten evergreen yang bisa anda buat. 

Konten Tutorial

Jika Anda terbiasa membuat konten tutorial, bersyukurlah karena konten anda tidak akan sepi dari pengunjung walaupun memiliki jumlah yang tidak tetap. Dengan tetap konsisten membuat konten tutorial, anda juga bisa meningkatkan traffic website Anda. 

Cari Tahu Manfaat Omnichannel Buat Bisnis Kamu!

Dapatkan promo terbaru Ginee Sekarang juga

Konten tutorial akan terus dicari oleh orang-orang dan memiliki masa waktu yang sangat panjang. Contoh dari konten tutorial seperti “cara membuat kue” atau “cara memperbaiki laptop yang mati total”. Contoh konten evergreen YouTube video agar memiliki banyak viewers juga bisa menjadi salah satu inspirasi untuk membuat konten tutorial. 

Konten Ilmu Pengetahuan

Contoh konten evergreen selanjutnya adalah konten ilmu pengetahuan. Jika anda memiliki suatu keahlian di bidang tertentu, anda bisa memanfaatkan keahlian anda untuk membuat konten evergreen di website anda. 

Misalnya anda memiliki keahlian dalam bermain gitar, anda bisa membuat konten mengenai belajar main gitar yang benar. Atau jika anda memiliki keahlian di bidang yang lain seperti bidang programming, anda juga bisa membuat konten programming yang sewaktu-waktu bisa dikunjungi orang-orang yang sedang belajar programming. 

Tetap konsisten dengan topik yang anda bahas, dan selalu utamakan kualitas topik agar pengunjung bisa kembali lagi ke website anda jika memiliki masalah yang serupa. 

Konten Budaya

Konten budaya juga bisa menjadi salah satu pilihan konten evergreen. Mulai dari generasi muda, hingga generasi tua akan terus mencari konten budaya. Orang-orang akan selalu mencari konten budaya, entah itu untuk dipelajari atau hanya sekedar tertarik untuk mengetahui budaya sendiri maupun budaya luar. 

Contoh konten budaya yang bisa anda buat seperti “Budaya Jawa yang diwarisi Turun-Temurun”, “Budaya Tahun Baru di Belahan Dunia”, dan lain sebagainya. Pengunjung konten budaya pasti ada walaupun pengunjung konten budaya mungkin akan tidak sebanyak konten evergreen lainnya. 

Konten Tempat Wisata

Konten tempat wisata akan ramai dicari saat musim-musim liburan. Setiap tahunnya pasti ada orang-orang yang ingin mencari rekomendasi tempat-tempat wisata untuk dikunjungi. 

Contoh content evergreen tempat wisata yang bisa anda coba seperti “Tempat Wisata di Bali yang Wajib Dikunjungi”, “Kebun Raya Terpopuler”, dan lain sebagainya. Maka dari itu, konten tempat wisata bisa menjadi salah satu pilihan untuk anda membuat konten evergreen di website anda. 

Apakah Anda kesulitan Mengelola Banyak Toko di Marketplace Shopee?

Sibuk mengelola banya toko, kesulitan mengelola manajemen produk, sampai bingung menganalisa persaingan harga di Marketplace? Yuk Ginee bant

Kesimpulan

Konten Evergreen adalah konten yang tetap relevan terlepas dari berjalannya waktu ke waktu. Konten evergreen akan secara konsisten menghasilkan minat dari waktu ke waktu dan orang-orang akan tetap mencarinya selama berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun yang akan datang. 

Contoh ide konten evergreen yang bisa anda coba seperti membuat konten tutorial, konten ilmu pengetahuan, konten budaya, maupun konten tempat wisata. 

Ginee Omnichannel

Membuat konten evergreen untuk meningkatkan traffic website adalah pilihan yang tepat, apalagi jika anda berjualan di marketplace ternama di Indonesia seperti Shopee, Tokopedia, dan lain sebagainya. Membuat tulisan lalu turut mempromosikan produk jualan anda pun juga akan menarik perhatian banyak konsumen. Cara lain supaya penjualan anda meningkat yaitu dengan pengelolaan toko online yang baik dengan Ginee Omnichannel!

Ginee dapat mempermudah anda mengelola banyak toko online yang terdaftar di berbagai marketplace hanya dalam satu dashboard saja. Fitur yang dimiliki juga beragam, termasuk manajemen produk, stok, dan lainnya. Daftar Ginee sekarang, yuk, dan dapatkan free trial selama 7 hari full!

Ginee Omnichannel, Tool Bisnis Online Paling Kredibel

Punya kesulitan mengelola toko online yang terdaftar di berbagai marketplace? Say no worry, Ginee Omnichannel hadir untuk Anda! Ginee adalah sistem bisnis berbasis Omnichannel Cloud yang menyediakan berbagai fitur andalan lengkap guna mempermudah pengelolaan semua toko online yang Anda miliki hanya dalam satu dashboard!

Fitur Ginee beragam, mulai dari manajemen produk, laporan penjualan, Ginee track alias Anda bisa lacak paket dengan lebih mudah, hingga Ginee Ads untuk kelola semua iklanmu di berbagai platform. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang dan dapatkan free trial selama 7 hari full!

  1. Mengelola pesanan dan stok untuk semua toko online Anda
    • Update secara otomatis pesanan dan stok
    • Mengelola stok produk yang terjual cepat dengan mudah
    • Memproses pesanan dan pengiriman dalam satu sistem
  2. Mengelola penjualan dengan sistem manajemen digital
    • Membership dan database pelanggan secara menyeluruh
    • Prediksi bisnis dengan Fitur Analisa Bisnis di Ginee
    • Memantau laporan dengan menyesuaikan data, keuntungan, dan laporan pelanggan

Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa Tingkatkan penjualan kamu, menghemat biaya dan waktu kamu hanya dengan Ginee!