Contoh Customer Value (CLV) dan Tips Meningkatkannya

Umumnya bisnis yang sudah berjalan lama memiliki dua atau tiga customer setia atau pelanggan yang senantiasa terus membeli produk di satu tempat saja. Dalam hal mempertahankan customer setia tersebut, pebisnis bisa melakukan pengukuran dengan menggunakan customer lifetime value atau nilai umur pelanggan perusahaan, yakni dengan melihat contoh customer value yang bisa dimanfaatkan pebisnis.

Customer lifetime value atau nilai umur pelanggan memiliki kaitan erat pada customer setia, customer yang dimaksud dapat diukur atau dilacak dengan melihat rentang nilai yang diberikan customer saat pembelian pertama dan saat berlangganan dengan perusahaan. Sehingga pengukuran tersebut lebih fokus mempertahankan customer tersebut dibanding menarik customer baru dengan alasan waktu dan biaya menarik customer baru lebih besar.

Untuk lebih memahaminya, bisa mulai mengenal tentang customer lifetime value, bagaimana cara perhitungan customer lifetime value, apa saja keuntungan yang diperoleh dari mengetahui customer lifetime value serta contoh customer lifetime value. 

Mengenal tentang Customer Lifetime Value

Mengenal dan mengetahui tentang customer lifetime value, pebisnis bisa mengetahui tentang finansial perusahaan dari setiap customer yang telah dijaga hubungannya secara strategi antara para customer. Dan customer lifetime value sangat penting dan banyak digunakan oleh pebisnis untuk mengukur pertumbuhan perusahaan yang berbeda dengan customer delivered value dan customer value optimization.

Omnichannel dengan Sistem All-in-One

Memaksimalkan efisiensi bisnis dan ciptakan pengalaman personal untuk pelanggan dari beragam Multi-channel dalam penjualan Online dan Offline.

Customer delivered value adalah selisih perhitungan antara nilai total customer dengan biaya total customer yang kemudian dari hasil tersebut dimanfaatkan sebagai faktor penting untuk menilai kepuasan yang ada antara customer dengan bisnis yang dijalankan.

Sebab customer lifetime value menurut para ahli seperti Kotler menyebutkan CLV mampu menggambarkan nilai sekarang dari arus laba masa depan yang diharapkan selama pembelian seumur hidup dari customer. Kemudian perusahaan akan mengurangi pendapatan yang dimiliki untuk mengambil biaya menarik, menjual dan melayani customer.

Kemudian secara tidak langsung dari metrik customer lifetime value bisa digunakan juga untuk membantu mengembangkan bisnis yang sudah ada,mengembangkan strategi meningkatkan penjualan, dan berguna untuk mempertahankan margin keuntungan secara stabil dengan menjalin hubungan interaksi antara customer dengan brand produk bisnis.

Baca juga: 6 Tips dan Trik Bangun Branding Identity yang Long-Lasting

Cara Menghitung Customer Lifetime Value

Selanjutnya untuk pebisnis yang ingin menghitung customer lifetime value bisa dilakukan dengan cara menghitung customer lifetime value, yakni menggunakan rumus dasar customer lifetime value. Berikut rumus dasar yang bisa digunakan pebisnis dalam menghitung customer lifetime value:

Dengan penjelasan:

Rata-Rata Nilai Transaksi

Rata-rata nilai transaksi bisa disebut juga sebagai nilai pembelian rata-rata yang dilakukan customer atau disebut average purchase value yang dimiliki pebisnis. Dalam menghitung nilai pembelian rata-rata nilai transaksi dapat dilakukan dengan membagi total pendapatan yang dihasilkan pada periode waktu tertentu dengan jumlah pembelian yang terjadi pada periode waktu yang sama pula dengan total pendapatan yang dihasilkan.

Yakni dapat disimpulkan dengan rumus sebagai berikut:

APV = Pendapatan Total / Jumlah Pembelian

Jumlah Transaksi dalam Satu Tahun

Jumlah transaksi dalam satu tahun adalah sejumlah nilai transaksi yang berhasil diterima pebisnis selama setahun atau bisa disebut sebagai frekuensi pembelian rata-rata atau average purchase frequency. Dalam menghitung nilai jumlah transaksi per satu tahun bisa dilakukan dengan membagi jumlah pembelian dengan jumlah customer yang terjadi selama pembelian berhasil dilakukan pada jangka waktu satu tahun.

Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan kamu, menghemat biaya dan waktu kamu hanya dengan Ginee!

Yakni dapat disimpulkan dengan rumus sebagai berikut:

APFR = Jumlah Pembelian / Jumlah Customer

Waktu Retensi

Waktu retensi adalah durasi atau waktu hubungan bisnis yang terjadi antara pebisnis dengan customer, dan angka yang terdapat pada waktu retensi bervariatif dengan mengikuti produk yang ditawarkan atau mengikuti cara konsumsi yang dilakukan customer. Kadang kala waktu retensi bisa disebut sebagai umur pembelian customer rata-rata atau average customer lifespan.

Perhitungannya waktu retensi atau umur pembelian customer pelanggan rata-rata bisa dilakukan dengan menghitung rata-rata jumlah tahun customer saat penawaran dilakukan, kemudian membaginya dengan jumlah customer.

Yakni dapat disimpulkan dengan rumus sebagai berikut 

ACL = Rentang Pembelian Customer / Jumlah Customer

Keuntungan Mengetahui Customer Lifetime Value

Setelah melakukan perhitungan rumus customer lifetime value dan mendapatkan hasil nilai perhitungan customer lifetime value, pebisnis perlu mengetahui keuntungan yang diperoleh dari mengetahui nilai customer lifetime value itu sendiri secara khusus diluar dari manfaat customer value dalam bisnis. 

Keuntungan yang diperoleh pebisnis dari mengetahui customer lifetime value yaitu :

  • Dapat memperkirakan biaya maksimal untuk melakukan akuisisi kepada customer lifetime value atau customer baru.
  • Dapat menghitung nilai masa depan customer atau dapat memaksimalkan nilai umur pelanggan.
  • Dapat mengetahui customer mana yang loyal dan tidak.
  • Dapat membantu melakukan segmentasi customer, untuk menghasilkan segmen customer mana yang paling menguntungkan.
  • Dapat mengidentifikasi segmentasi pasar mana yang paling menguntungkan.
  • Dapat mengelompokkan customer berdasarkan nilai customer lifetime value.
  • Dapat membentuk dan menciptakan customer loyalty.
  • Dapat mengatur strategi bisnis menguntungkan di masa depan.
  • Dapat menentukan customer mana yang layak menerima rewards.
  • Dapat membantu untuk meningkatkan transaksi pembelian secara signifikan dan memperbesar keuntungan bisnis.

Meningkatkan Customer Lifetime Value

Untuk meningkatkan customer lifetime value, pebisnis bisa melakukan satu cara yang cukup efektif dan terbukti efisien yang digunakan untuk meningkatkan nilai dari customer lifetime value yang dihitung sebelumnya. Dan satu cara tersebut sangatlah simpel dan sederhana dan bisa digunakan sesuai dengan jenis usaha apapun yang sedang dijalankan pebisnis.

Repot Atur Online Shop?

Ginee solusinya! Join Ginee bisa dapat promo terbaru. Yuk, segera tingkatkan omzet!

Satu cara meningkatkan customer lifetime value yang dimaksud efektif, efisien, simple dan sederhana adalah menerapkan strategi program promosi kepada customer. Sebab program promosi kepada customer yang diterapkan bisnis mampu mengikat customer untuk tetap terus bertahan melakukan transaksi pembelian dan mampu meningkatkan atau mempertahankan masa retensi customer.

Baca juga: Pakai 7 Strategi Promosi Online, Tingkatkan Pesanan Bisnis!

Contoh Customer Lifetime Value

Dalam menghitung customer lifetime value, pebisnis hanya perlu menggunakan data historis perusahaan. Setelah itu bisa digunakan untuk memprediksi data customer CLV coin masa depan. Untuk lebih pahamnya lagi tentang bagaimana cara menghitung customer lifetime value, bisa melihat dan menyimak contoh kasus customer lifetime value berikut:

Toko A memiliki nilai transaksi customer X yang melakukan pembelian sebesar Rp 50.000 setiap kali pada Toko A. Dan secara keseluruhan Toko A memiliki jumlah transaksi pembelian selama setahun sebanyak 60 kali. Ditambah masa hubungan antara dengan Toko A dengan customer X selama 2 tahun. Maka berapa nilai customer lifetime yang bisa diketahui Toko A terhadap customer X?

Jawab:

CLV = Rata-Rata Nilai Transaksi x (Jumlah Transaksi dalam Satu Tahun x Waktu Retensi)

CLV = Rp 50.000 x (60 x 2)

CLV = Rp 50.000 x 120

CLV = Rp 6.000.000

Maka, dapat disimpulkan Toko A akan menerima total transaksi penjualan dari customer X sebesar Rp 6.000.000.

Perhitungan contoh lifetime value yang lain, yaitu misalnya Toko G menjual produk berkategori gadget game. Yang mana dari kategori gadget game dibagi menjadi dua jenis yaitu jenis PC dan jenis konsol.

Dan berdasarkan data historis Toko G, jenis PC menghasilkan total pendapatan selama satu tahun sejumlah 200.000.000 dan jumlah total pembelian selama setahun pula sebesar 100. Saat ini jumlah customer pada periode sekarang berjumlah 75 dengan rata-rata umur pembelian customer biasanya 5 tahun.

Sedangkan jenis konsol menghasilkan total pendapatan selama setahun sejumlah 500.000.000 dan jumlah total pembelian selama setahun pula sebesar 200. Ditambah diketahui jumlah total customer saat ini adalah 120 dengan rata-rata umur pembelian customer adalah 2 tahun. Maka berapa nilai CLV untuk Toko G untuk jenis PC dan konsol serta kesimpulan apa yang didapatkan dari hasil nilai CLV.

Jawab:

Pertama hitung terlebih dahulu nilai pembelian rata-rata (APV) atau rata-rata nilai transaksi Toko G, yaitu :

  • Jenis PC

APV jenis PC = Pendapatan Total / Jumlah Pembelian

APV jenis PC = 200.000.000 / 100

APV jenis PC = 2.000.000

  • Jenis Konsol

APV jenis Konsol = Pendapatan Total / Jumlah Pembelian

APV jenis Konsol = 500.000.000 / 200

APV jenis Konsol = 2.500.000

Hal kedua yang selanjutnya dilakukan adalah menghitung frekuensi pembelian rata-rata (APFR) atau Jumlah Transaksi dalam Setahun Toko G, yaitu :

  • Jenis PC

APFR jenis PC = Jumlah Pembelian / Jumlah Customer

APFR jenis PC = 100 / 75

APFR jenis PC = 1.34

  • Jenis Konsol

APFR jenis Konsol = Jumlah Pembelian / Jumlah Customer

APFR jenis Konsol = 200 / 120

APFR jenis Konsol = 1.6

Hal ketiga atau hal terakhir yang dilakukan adalah menghitung customer lifetime value Toko G, yaitu:

Ingin tahu cara kilat kelola toko online di marketplace?

Cuma sama Ginee, kelola toko marketplace makin cepat! Mulai dari manajemen produk sampai analisis laporan data, Ginee bisa bantu!

  • Jenis PC

CLV jenis PC = Rata-Rata Nilai Transaksi x (Jumlah Transaksi dalam Satu Tahun x Waktu Retensi)

CLV jenis PC = 2.000.000 x 1.34 x 5

CLV jenis PC = 13.400.000

  • Jenis Konsol

CLV jenis Konsol = Rata-Rata Nilai Transaksi x (Jumlah Transaksi dalam Satu Tahun x Waktu Retensi)

CLV jenis Konsol = 2.500.000 x 1.6 x 2

CLV jenis Konsol = 8.000.000

Dari nilai CLV Toko G untuk kategori jenis PC dan jenis Konsol memiliki masing-masing nilai sebesar 13.400.000 dan 8.000.000. Dari nilai tersebut Toko G bisa lebih fokus mempertahankan customer jenis PC atau berusaha keras mendapatkan customer jenis PC. Karena customer jenis PC lebih menguntungkan 1,5 kali lipat dari customer jenis Konsol, serta menguntungkan bisnis Toko G dalam jangka panjang.

Atau Toko G bisa fokus meningkatkan customer konsol sampai setara dengan customer jenis PC supaya tingkat keuntungan bisnis Toko G bisa meningkat lebih tinggi lagi dengan upaya mempertahankan juga customer konsol.

Sebagai tambahan nilai CLV yang dihasilkan tersebut hanya merupakan sebuah prediksi. Untuk menghasilkan sebuah prediksi menjadi prediksi yang lebih akurat, pebisnis dapat menambahkan banyak faktor penunjang agar lebih akurat. Faktor penunjang yang bisa dimodifikasi atau ditambahkan bisa berupa margin keuntungan dan biaya retensi untuk mempertahankan pelanggan.

Ginee Omnichannel

Pastinya dalam berbisnis, Anda ingin mendapatkan banyak customer, bukan? Caranya itu mudah asalkan Anda menggunakan Ginee Omnichannel! Ginee punya fitur seperti Ginee Ads yang bisa kelola kampanye iklan digital Anda supaya mampu mengontrol budget iklan serta mendapatkan audience yang sesuai.

Tak hanya itu, Ginee juga punya fitur lain seperti Ginee WMS untuk bantu kelola gudang toko online Anda, manajemen produk, stok, pesanan, promosi, Ginee Chat untuk kelola pesan konsumen di seluruh marketplace yang terhubung dengan Ginee, dan lain sebagainya. Penasaran dengan fitur lain? Yuk, join Ginee Indonesia sekarang, dapatkan free trial selama 7 hari full, lho!

Ginee Indonesia, Tool Bisnis Online Paling Kredibel

Punya kesulitan mengelola toko online yang terdaftar di berbagai marketplace? Say no worry, Ginee Indonesia hadir untuk Anda! Ginee adalah sistem bisnis berbasis Omnichannel Cloud yang menyediakan berbagai fitur andalan lengkap guna mempermudah pengelolaan semua toko online yang Anda miliki hanya dalam satu dashboard!

Fitur Ginee beragam, mulai dari manajemen produk, laporan penjualan, Ginee WMS, yang artinya Anda dapat mengelola manajemen pergudangan dengan lebih mudah, hingga Ginee Ads untuk kelola semua iklanmu di berbagai platform. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang FREE!

  1. Mengelola pesanan dan stok untuk semua toko online Anda
    • Update secara otomatis pesanan dan stok
    • Mengelola stok produk yang terjual cepat dengan mudah
    • Memproses pesanan dan pengiriman dalam satu sistem
  2. Mengelola penjualan dengan sistem manajemen digital
    • Membership dan database pelanggan secara menyeluruh
    • Prediksi bisnis dengan Fitur Analisa Bisnis di Ginee
    • Memantau laporan dengan menyesuaikan data, keuntungan, dan laporan pelanggan
Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan, menghemat biaya dan waktu hanya dengan Ginee!

Can't handle your orders?
SHARE YOUR STRUGGLE HERE!

Guides

Contoh Customer Value (CLV) dan Tips Meningkatkannya

Umumnya bisnis yang sudah berjalan lama memiliki dua atau tiga customer setia atau pelanggan yang senantiasa terus membeli produk di satu tempat saja. Dalam hal mempertahankan customer setia tersebut, pebisnis bisa melakukan pengukuran dengan menggunakan customer lifetime value atau nilai umur pelanggan perusahaan, yakni dengan melihat contoh customer value yang bisa dimanfaatkan pebisnis.

Customer lifetime value atau nilai umur pelanggan memiliki kaitan erat pada customer setia, customer yang dimaksud dapat diukur atau dilacak dengan melihat rentang nilai yang diberikan customer saat pembelian pertama dan saat berlangganan dengan perusahaan. Sehingga pengukuran tersebut lebih fokus mempertahankan customer tersebut dibanding menarik customer baru dengan alasan waktu dan biaya menarik customer baru lebih besar.

Untuk lebih memahaminya, bisa mulai mengenal tentang customer lifetime value, bagaimana cara perhitungan customer lifetime value, apa saja keuntungan yang diperoleh dari mengetahui customer lifetime value serta contoh customer lifetime value. 

Mengenal tentang Customer Lifetime Value

Mengenal dan mengetahui tentang customer lifetime value, pebisnis bisa mengetahui tentang finansial perusahaan dari setiap customer yang telah dijaga hubungannya secara strategi antara para customer. Dan customer lifetime value sangat penting dan banyak digunakan oleh pebisnis untuk mengukur pertumbuhan perusahaan yang berbeda dengan customer delivered value dan customer value optimization.

Omnichannel dengan Sistem All-in-One

Memaksimalkan efisiensi bisnis dan ciptakan pengalaman personal untuk pelanggan dari beragam Multi-channel dalam penjualan Online dan Offline.

Customer delivered value adalah selisih perhitungan antara nilai total customer dengan biaya total customer yang kemudian dari hasil tersebut dimanfaatkan sebagai faktor penting untuk menilai kepuasan yang ada antara customer dengan bisnis yang dijalankan.

Sebab customer lifetime value menurut para ahli seperti Kotler menyebutkan CLV mampu menggambarkan nilai sekarang dari arus laba masa depan yang diharapkan selama pembelian seumur hidup dari customer. Kemudian perusahaan akan mengurangi pendapatan yang dimiliki untuk mengambil biaya menarik, menjual dan melayani customer.

Kemudian secara tidak langsung dari metrik customer lifetime value bisa digunakan juga untuk membantu mengembangkan bisnis yang sudah ada,mengembangkan strategi meningkatkan penjualan, dan berguna untuk mempertahankan margin keuntungan secara stabil dengan menjalin hubungan interaksi antara customer dengan brand produk bisnis.

Baca juga: 6 Tips dan Trik Bangun Branding Identity yang Long-Lasting

Cara Menghitung Customer Lifetime Value

Selanjutnya untuk pebisnis yang ingin menghitung customer lifetime value bisa dilakukan dengan cara menghitung customer lifetime value, yakni menggunakan rumus dasar customer lifetime value. Berikut rumus dasar yang bisa digunakan pebisnis dalam menghitung customer lifetime value:

Dengan penjelasan:

Rata-Rata Nilai Transaksi

Rata-rata nilai transaksi bisa disebut juga sebagai nilai pembelian rata-rata yang dilakukan customer atau disebut average purchase value yang dimiliki pebisnis. Dalam menghitung nilai pembelian rata-rata nilai transaksi dapat dilakukan dengan membagi total pendapatan yang dihasilkan pada periode waktu tertentu dengan jumlah pembelian yang terjadi pada periode waktu yang sama pula dengan total pendapatan yang dihasilkan.

Yakni dapat disimpulkan dengan rumus sebagai berikut:

APV = Pendapatan Total / Jumlah Pembelian

Jumlah Transaksi dalam Satu Tahun

Jumlah transaksi dalam satu tahun adalah sejumlah nilai transaksi yang berhasil diterima pebisnis selama setahun atau bisa disebut sebagai frekuensi pembelian rata-rata atau average purchase frequency. Dalam menghitung nilai jumlah transaksi per satu tahun bisa dilakukan dengan membagi jumlah pembelian dengan jumlah customer yang terjadi selama pembelian berhasil dilakukan pada jangka waktu satu tahun.

Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan kamu, menghemat biaya dan waktu kamu hanya dengan Ginee!

Yakni dapat disimpulkan dengan rumus sebagai berikut:

APFR = Jumlah Pembelian / Jumlah Customer

Waktu Retensi

Waktu retensi adalah durasi atau waktu hubungan bisnis yang terjadi antara pebisnis dengan customer, dan angka yang terdapat pada waktu retensi bervariatif dengan mengikuti produk yang ditawarkan atau mengikuti cara konsumsi yang dilakukan customer. Kadang kala waktu retensi bisa disebut sebagai umur pembelian customer rata-rata atau average customer lifespan.

Perhitungannya waktu retensi atau umur pembelian customer pelanggan rata-rata bisa dilakukan dengan menghitung rata-rata jumlah tahun customer saat penawaran dilakukan, kemudian membaginya dengan jumlah customer.

Yakni dapat disimpulkan dengan rumus sebagai berikut 

ACL = Rentang Pembelian Customer / Jumlah Customer

Keuntungan Mengetahui Customer Lifetime Value

Setelah melakukan perhitungan rumus customer lifetime value dan mendapatkan hasil nilai perhitungan customer lifetime value, pebisnis perlu mengetahui keuntungan yang diperoleh dari mengetahui nilai customer lifetime value itu sendiri secara khusus diluar dari manfaat customer value dalam bisnis. 

Keuntungan yang diperoleh pebisnis dari mengetahui customer lifetime value yaitu :

  • Dapat memperkirakan biaya maksimal untuk melakukan akuisisi kepada customer lifetime value atau customer baru.
  • Dapat menghitung nilai masa depan customer atau dapat memaksimalkan nilai umur pelanggan.
  • Dapat mengetahui customer mana yang loyal dan tidak.
  • Dapat membantu melakukan segmentasi customer, untuk menghasilkan segmen customer mana yang paling menguntungkan.
  • Dapat mengidentifikasi segmentasi pasar mana yang paling menguntungkan.
  • Dapat mengelompokkan customer berdasarkan nilai customer lifetime value.
  • Dapat membentuk dan menciptakan customer loyalty.
  • Dapat mengatur strategi bisnis menguntungkan di masa depan.
  • Dapat menentukan customer mana yang layak menerima rewards.
  • Dapat membantu untuk meningkatkan transaksi pembelian secara signifikan dan memperbesar keuntungan bisnis.

Meningkatkan Customer Lifetime Value

Untuk meningkatkan customer lifetime value, pebisnis bisa melakukan satu cara yang cukup efektif dan terbukti efisien yang digunakan untuk meningkatkan nilai dari customer lifetime value yang dihitung sebelumnya. Dan satu cara tersebut sangatlah simpel dan sederhana dan bisa digunakan sesuai dengan jenis usaha apapun yang sedang dijalankan pebisnis.

Repot Atur Online Shop?

Ginee solusinya! Join Ginee bisa dapat promo terbaru. Yuk, segera tingkatkan omzet!

Satu cara meningkatkan customer lifetime value yang dimaksud efektif, efisien, simple dan sederhana adalah menerapkan strategi program promosi kepada customer. Sebab program promosi kepada customer yang diterapkan bisnis mampu mengikat customer untuk tetap terus bertahan melakukan transaksi pembelian dan mampu meningkatkan atau mempertahankan masa retensi customer.

Baca juga: Pakai 7 Strategi Promosi Online, Tingkatkan Pesanan Bisnis!

Contoh Customer Lifetime Value

Dalam menghitung customer lifetime value, pebisnis hanya perlu menggunakan data historis perusahaan. Setelah itu bisa digunakan untuk memprediksi data customer CLV coin masa depan. Untuk lebih pahamnya lagi tentang bagaimana cara menghitung customer lifetime value, bisa melihat dan menyimak contoh kasus customer lifetime value berikut:

Toko A memiliki nilai transaksi customer X yang melakukan pembelian sebesar Rp 50.000 setiap kali pada Toko A. Dan secara keseluruhan Toko A memiliki jumlah transaksi pembelian selama setahun sebanyak 60 kali. Ditambah masa hubungan antara dengan Toko A dengan customer X selama 2 tahun. Maka berapa nilai customer lifetime yang bisa diketahui Toko A terhadap customer X?

Jawab:

CLV = Rata-Rata Nilai Transaksi x (Jumlah Transaksi dalam Satu Tahun x Waktu Retensi)

CLV = Rp 50.000 x (60 x 2)

CLV = Rp 50.000 x 120

CLV = Rp 6.000.000

Maka, dapat disimpulkan Toko A akan menerima total transaksi penjualan dari customer X sebesar Rp 6.000.000.

Perhitungan contoh lifetime value yang lain, yaitu misalnya Toko G menjual produk berkategori gadget game. Yang mana dari kategori gadget game dibagi menjadi dua jenis yaitu jenis PC dan jenis konsol.

Dan berdasarkan data historis Toko G, jenis PC menghasilkan total pendapatan selama satu tahun sejumlah 200.000.000 dan jumlah total pembelian selama setahun pula sebesar 100. Saat ini jumlah customer pada periode sekarang berjumlah 75 dengan rata-rata umur pembelian customer biasanya 5 tahun.

Sedangkan jenis konsol menghasilkan total pendapatan selama setahun sejumlah 500.000.000 dan jumlah total pembelian selama setahun pula sebesar 200. Ditambah diketahui jumlah total customer saat ini adalah 120 dengan rata-rata umur pembelian customer adalah 2 tahun. Maka berapa nilai CLV untuk Toko G untuk jenis PC dan konsol serta kesimpulan apa yang didapatkan dari hasil nilai CLV.

Jawab:

Pertama hitung terlebih dahulu nilai pembelian rata-rata (APV) atau rata-rata nilai transaksi Toko G, yaitu :

  • Jenis PC

APV jenis PC = Pendapatan Total / Jumlah Pembelian

APV jenis PC = 200.000.000 / 100

APV jenis PC = 2.000.000

  • Jenis Konsol

APV jenis Konsol = Pendapatan Total / Jumlah Pembelian

APV jenis Konsol = 500.000.000 / 200

APV jenis Konsol = 2.500.000

Hal kedua yang selanjutnya dilakukan adalah menghitung frekuensi pembelian rata-rata (APFR) atau Jumlah Transaksi dalam Setahun Toko G, yaitu :

  • Jenis PC

APFR jenis PC = Jumlah Pembelian / Jumlah Customer

APFR jenis PC = 100 / 75

APFR jenis PC = 1.34

  • Jenis Konsol

APFR jenis Konsol = Jumlah Pembelian / Jumlah Customer

APFR jenis Konsol = 200 / 120

APFR jenis Konsol = 1.6

Hal ketiga atau hal terakhir yang dilakukan adalah menghitung customer lifetime value Toko G, yaitu:

Ingin tahu cara kilat kelola toko online di marketplace?

Cuma sama Ginee, kelola toko marketplace makin cepat! Mulai dari manajemen produk sampai analisis laporan data, Ginee bisa bantu!

  • Jenis PC

CLV jenis PC = Rata-Rata Nilai Transaksi x (Jumlah Transaksi dalam Satu Tahun x Waktu Retensi)

CLV jenis PC = 2.000.000 x 1.34 x 5

CLV jenis PC = 13.400.000

  • Jenis Konsol

CLV jenis Konsol = Rata-Rata Nilai Transaksi x (Jumlah Transaksi dalam Satu Tahun x Waktu Retensi)

CLV jenis Konsol = 2.500.000 x 1.6 x 2

CLV jenis Konsol = 8.000.000

Dari nilai CLV Toko G untuk kategori jenis PC dan jenis Konsol memiliki masing-masing nilai sebesar 13.400.000 dan 8.000.000. Dari nilai tersebut Toko G bisa lebih fokus mempertahankan customer jenis PC atau berusaha keras mendapatkan customer jenis PC. Karena customer jenis PC lebih menguntungkan 1,5 kali lipat dari customer jenis Konsol, serta menguntungkan bisnis Toko G dalam jangka panjang.

Atau Toko G bisa fokus meningkatkan customer konsol sampai setara dengan customer jenis PC supaya tingkat keuntungan bisnis Toko G bisa meningkat lebih tinggi lagi dengan upaya mempertahankan juga customer konsol.

Sebagai tambahan nilai CLV yang dihasilkan tersebut hanya merupakan sebuah prediksi. Untuk menghasilkan sebuah prediksi menjadi prediksi yang lebih akurat, pebisnis dapat menambahkan banyak faktor penunjang agar lebih akurat. Faktor penunjang yang bisa dimodifikasi atau ditambahkan bisa berupa margin keuntungan dan biaya retensi untuk mempertahankan pelanggan.

Ginee Omnichannel

Pastinya dalam berbisnis, Anda ingin mendapatkan banyak customer, bukan? Caranya itu mudah asalkan Anda menggunakan Ginee Omnichannel! Ginee punya fitur seperti Ginee Ads yang bisa kelola kampanye iklan digital Anda supaya mampu mengontrol budget iklan serta mendapatkan audience yang sesuai.

Tak hanya itu, Ginee juga punya fitur lain seperti Ginee WMS untuk bantu kelola gudang toko online Anda, manajemen produk, stok, pesanan, promosi, Ginee Chat untuk kelola pesan konsumen di seluruh marketplace yang terhubung dengan Ginee, dan lain sebagainya. Penasaran dengan fitur lain? Yuk, join Ginee Indonesia sekarang, dapatkan free trial selama 7 hari full, lho!

Ginee Indonesia, Tool Bisnis Online Paling Kredibel

Punya kesulitan mengelola toko online yang terdaftar di berbagai marketplace? Say no worry, Ginee Indonesia hadir untuk Anda! Ginee adalah sistem bisnis berbasis Omnichannel Cloud yang menyediakan berbagai fitur andalan lengkap guna mempermudah pengelolaan semua toko online yang Anda miliki hanya dalam satu dashboard!

Fitur Ginee beragam, mulai dari manajemen produk, laporan penjualan, Ginee WMS, yang artinya Anda dapat mengelola manajemen pergudangan dengan lebih mudah, hingga Ginee Ads untuk kelola semua iklanmu di berbagai platform. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang FREE!

  1. Mengelola pesanan dan stok untuk semua toko online Anda
    • Update secara otomatis pesanan dan stok
    • Mengelola stok produk yang terjual cepat dengan mudah
    • Memproses pesanan dan pengiriman dalam satu sistem
  2. Mengelola penjualan dengan sistem manajemen digital
    • Membership dan database pelanggan secara menyeluruh
    • Prediksi bisnis dengan Fitur Analisa Bisnis di Ginee
    • Memantau laporan dengan menyesuaikan data, keuntungan, dan laporan pelanggan
Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan, menghemat biaya dan waktu hanya dengan Ginee!

Ginee Insights

Purchase Order: Sumber Penerimaan Gudang yang Utama!

Purchase order merupakan salah satu sumber penerimaan barang gudang yang utama. Ingin tahu detailnya? Yuk, baca selengkapnya di artikel ini!

Pakai Auto Reply Tokopedia, Pelanggan Tidak Akan Dianggurin!

Fitur auto reply Tokpedia ternyata bermanfaat untuk bisnis, lho! Mau tahu lebih lanjut tentang fitur auto reply Tokopedia? Baca selengkapnya di sini!

Can't handle your orders?

SHARE YOUR STRUGGLE HERE!