Cara Menentukan Harga Jual Produk Kerajinan atau Crafting

Keuntungan dari berbisnis atau berjualan bergantung pada bagaimana cara menentukan harga jual produk yang Anda terapkan. Sama dengan menjual produk kerajinan atau crafting. Sebelum menentukan harga jual barang, pastinya Anda perlu tahu dulu apa yang sedang tren dipasaran dan dapat dibuat dalam crafting. Kali ini kita akan membahas cara menentukan harga jual produk kerajinan.

Tentunya, harga jual produk kerajinan atau crafting berbagai macam. Dari yang murah sampai ke yang mahal. Produk crafting mudah dijual apabila unik dan lucu serta menarik perhatian. Jika Anda ingin tahu lebih lanjut cara menentukan harga jual produk kerajinan, cara menghitung modal dan harga jual, dan contoh harga jual produk. Simak terus artikel ini yang bertajuk Cara Menentukan Harga Jual Produk Kerajinan atau Crafting.

Komponen Penting Ketika Menentukan Harga Jual Produk Kerajinan

Ketika menentukan harga jual produk, pastinya terdapat beberapa komponen penting dalam menentukan harga jual produk agar tidak rugi. Bahkan cara menentukan harga jual produk fashion dan cara menentukan harga jual produk makanan memiliki komponen penting dalam hal menentukan harga jual. Harga jual produk adalah harga yang Anda tentukan dalam menjual suatu produk. Simak terus artikel berikut untuk tahu cara hitung harga jual.

Omnichannel dengan Sistem All-in-One

Memaksimalkan efisiensi bisnis dan ciptakan pengalaman personal untuk pelanggan dari beragam Multi-channel dalam penjualan Online dan Offline.

Komponen-komponen yang penting ketika menentukan harga jual produk kerajinan adalah:

  1. Biaya Modal (BM) yang dapat dikatakan seluruh barang yang menjadi alat patokan dalam proses pembuatan produk. Seperti mesin jahit, gunting, dan alat tambahan lainnya.
  2. Material/Bahan (M) yang dapat dikatakan seluruh biaya yang digunakan untuk membuat sebuah produk. Seperti Kain kanvas, benang rajut, dan lain sebagainya sesuai dengan kerajinan yang dibuat.
  3. Upah Lelah (UL), ini ditentukan sesuai dengan kerumitan produk yang dibuat.
  4. Biaya Operasional (BO), biaya yang termasuk dalam operasional adalah biaya packing, transportasi, pulsa, kuota internet, dan listrik.
  5. Keuntungan (K) yang selalu diharapkan dalam setiap bisnis maupun jualan. Anda dapat mengalokasikan keuntungan yang Anda harapkan dalam bentuk persentase.

Komponen-komponen diatas merupakan hal penting dalam menentukan harga jual yang dapat dirumuskan menjadi:

Harga Jual = (BM + M + UL + BO) + K

Cara Menentukan Harga Jual Produk Kerajinan

Setelah tahu komponen-komponen yang penting ketika menentukan harga jual produk kerajinan, pastinya Anda juga perlu tahu cara menentukan harga jual produk kerajinan. Selain rumus diatas, ada beberapa faktor atau cara menentukan harga jual produk yang harus Anda ketahui. Jika ingin tahu cara menghitung harga jual per unit dan cara menetapkan harga jual, simak terus artikel ini.

Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan kamu, menghemat biaya dan waktu kamu hanya dengan Ginee!

Baca Juga : 10 Cara Menentukan Harga Jual Produk bagi Reseller Baru!

Beberapa cara menentukan harga jual produk kerajinan yang dapat Anda terapkan untuk mendapatkan keuntungan maksimal:

  1. Anda dapat menerapkan markup pricing, dimana ini adalah metode yang dilakukan untuk menentukan harga jual dengan cara menambah harga beli (modal) dan keuntungan yang ingin Anda ambil. Metode ini cukup sederhana dan banyak digunakan pelaku bisnis. Rumus markup pricing adalah harga jual = bahan baku modal + (bahan baku modal x markup).
  2. Anda juga dapat menerapkan margin pricing, dimana metode ini terlebih dahulu menentukan berapa harga produk yang akan dijual. Rumus margin pricing adalah Margin = (Harga jual – Bahan baku modal) / Harga jual.
  3. MSRP (Manufacturer Suggested Retail Price), dimana MSRP ini adalah cara menentukan harga jual yang sudah diatur atau diberikan oleh produsen. MSRP di Indonesia sendiri lebih dikenal dengan istilah harga eceran yang disertakan. Tetapi bisa juga menaikkan maupun menurunkan harga. MSRP lebih umum ditemukan dalam perusahaan manufaktur, seperti kendaraan mobil, motor, dan obat-obatan.
  4. Anda juga dapat menerapkan VBP (Value Based Pricing), dimana metode ini membutuhkan responden dan survey. Lebih tepatnya pebisnis melakukan riset pasar dengan menanyakan kepada responden berapa harga jual yang tepat atau pantas.
  5. Anda juga dapat menerapkan Keystone pricing, dimana metode ini adalah menggandakan harga beli atau modal dari produk yang akan dijual. Metode ini sangat menguntungkan karena profit yang dihasilkan dapat mencapai dua kali lipat atau lebih dari harga modal.
  6. Anda juga dapat mencoba menerapkan bundling, meski keuntungan yang didapat tidak banyak tetapi ini cukup efektif untuk menaikkan produk yang dijual dan terlihat terjual lebih banyak. 

Contoh Kasus Menentukan Harga Jual Produk Kerajinan

Setelah mengetahui cara menentukan harga jual produk kerajinan, Anda pasti membutuhkan contoh agar tidak bingung dan lebih mengerti cara hitung harga jual produk kerajinan. Contoh harga jual produk dapat Anda terapkan dalam menjual produk kerajinan Anda. Cara menghitung harga jual produk terbilang sangat mudah, tapi harus dibarengi dengan kehati-hatian serta pertimbangan yang banyak.

Repot Atur Online Shop?

Ginee solusinya! Join Ginee bisa dapat promo terbaru. Yuk, segera tingkatkan omzet!

Berikut contoh kasus menentukan harga jual produk kerajinan:

Anda membeli bahan baku dan peralatan untuk membuat kerajinan tangan, peralatan rajut sebesar Rp1.000.000 dengan beberapa material tambahan seperti kain kanvas 1m lebar 150cm = Rp 50.000, Benang Wol 1 Gulung = Rp25.000, dan tambahan material Rp20.000. Biaya Operasional nya adalah Rp100.000, Upah Lelah Rp50.000 karena susah dibuat dan keuntungan yang ingin didapat adalah 50% dari seluruh biaya yang ada.

Diketahui:

Biaya Modal (BM) : 1.000.000 (diambil 2% untuk pemeliharan rutin = Rp20.000).

Material (M) : pemakaian kain 45cm x 70cm = Rp3.150, biaya kain 3,33 x Rp3.150 = Rp10.500, Benang Wol ¼ gulung = Rp6.250 dan Tambahan Material = Rp5.000. Total = Rp21.750

Biaya Operasional (BO) = Rp100.000

Upah Lelah (UL) = Rp50.000

Keuntungan (K) = 50%

Ingin tahu cara kilat kelola toko online di marketplace?

Cuma sama Ginee, kelola toko marketplace makin cepat! Mulai dari manajemen produk sampai analisis laporan data, Ginee bisa bantu!

Penyelesaian

Harga Jual = (BM + M + UL + BO) x K

Harga Jual = (20.000 + 21.750 + 50.000 + 100.000) x 50%

Harga Jual = 191.750 + 50%

Harga Jual = Rp287.625

MarkUp Pricing:

Harga Jual = bahan baku modal + (bahan baku modal x markup)

Harga Jual = 191.750 + (191.750 x 50%)

Harga Jual = 191.750 + 95.875

Harga Jual = Rp287.625

Baca juga: Penerapan Beberapa Macam Metode Penetapan Harga Bagi Penjual

Harga jual yang didapat sebesar Rp 287.625, Anda dapat bulatkan menjadi Rp288.000 atau Rp300.000. Dimana keuntungan yang Anda dapatkan adalah Rp95.875 yang nominal nya cukup besar dari harga modal Anda. Modal yang Anda keluarkan kecil, dapat mendapat keuntungan yang cukup besar.

Anda juga dapat menghitung margin profit Anda dengan cara:

Margin = (Harga jual – Bahan baku modal) / Harga jual

Margin = (287.625 – 191.750) / 287.625

Margin = 95.875 / 287.625

Margin = 0,33 / 33%

Jadi, profit yang Anda dapatkan adalah 33% setiap produk kerajinan atau crafting yang Anda jual. Jika Anda merasa angka tersebut terlalu besar atau terlalu kecil, Anda dapat modifikasi pada harga jualnya. Umumnya, patokan maksimal keuntungan yang didapatkan adalah 50% dari harga jual, agar tidak terjadi gejolak harga yang terlalu tinggi.

Ginee Memudahkan Manajemen Bisnis Online Anda!

Sekarang Anda tahu tentang cara menghitung Harga Pokok Penjualan, dan tentunya akan menerapkannya pada bisnis online Anda, bukan? Di samping hal tersebut, memiliki bisnis online memang masih menjadi alternatif mendapatkan uang paling menjanjikan untuk saat ini.

Bisnis online juga bisa dilakukan dengan modal yang relatif kecil. Masih pemula? Jangan takut repot karena sekarang ada Ginee Omnichannel bisa membantu Anda dalam melakukan catatan keuangan.

Ginee Indonesia memiliki beberapa fitur yang tentunya bisa membantu Anda mengelola toko online Anda dengan mudah dan anti ribet. Fitur Ginee diantaranya adalah manajemen pesanan, stok produk, layanan chat pelanggan, hingga laporan penjualan bisa Anda dapatkan hanya dalam satu dashboard saja. Yuk, daftar Ginee sekarang!

Ginee Indonesia, Tool Bisnis Online Paling Kredibel

Punya kesulitan mengelola toko online yang terdaftar di berbagai marketplace? Say no worry, Ginee Indonesia hadir untuk Anda! Ginee adalah sistem bisnis berbasis Omnichannel Cloud yang menyediakan berbagai fitur andalan lengkap guna mempermudah pengelolaan semua toko online yang Anda miliki hanya dalam satu dashboard!

Fitur Ginee beragam, mulai dari manajemen produk, laporan penjualan, Ginee WMS, yang artinya Anda dapat mengelola manajemen pergudangan dengan lebih mudah, hingga Ginee Ads untuk kelola semua iklanmu di berbagai platform. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang FREE!

  1. Mengelola pesanan dan stok untuk semua toko online Anda
    • Update secara otomatis pesanan dan stok
    • Mengelola stok produk yang terjual cepat dengan mudah
    • Memproses pesanan dan pengiriman dalam satu sistem
  2. Mengelola penjualan dengan sistem manajemen digital
    • Membership dan database pelanggan secara menyeluruh
    • Prediksi bisnis dengan Fitur Analisa Bisnis di Ginee
    • Memantau laporan dengan menyesuaikan data, keuntungan, dan laporan pelanggan
Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan, menghemat biaya dan waktu hanya dengan Ginee!

Can't handle your orders?
SHARE YOUR STRUGGLE HERE!

Guides

Cara Menentukan Harga Jual Produk Kerajinan atau Crafting

Keuntungan dari berbisnis atau berjualan bergantung pada bagaimana cara menentukan harga jual produk yang Anda terapkan. Sama dengan menjual produk kerajinan atau crafting. Sebelum menentukan harga jual barang, pastinya Anda perlu tahu dulu apa yang sedang tren dipasaran dan dapat dibuat dalam crafting. Kali ini kita akan membahas cara menentukan harga jual produk kerajinan.

Tentunya, harga jual produk kerajinan atau crafting berbagai macam. Dari yang murah sampai ke yang mahal. Produk crafting mudah dijual apabila unik dan lucu serta menarik perhatian. Jika Anda ingin tahu lebih lanjut cara menentukan harga jual produk kerajinan, cara menghitung modal dan harga jual, dan contoh harga jual produk. Simak terus artikel ini yang bertajuk Cara Menentukan Harga Jual Produk Kerajinan atau Crafting.

Komponen Penting Ketika Menentukan Harga Jual Produk Kerajinan

Ketika menentukan harga jual produk, pastinya terdapat beberapa komponen penting dalam menentukan harga jual produk agar tidak rugi. Bahkan cara menentukan harga jual produk fashion dan cara menentukan harga jual produk makanan memiliki komponen penting dalam hal menentukan harga jual. Harga jual produk adalah harga yang Anda tentukan dalam menjual suatu produk. Simak terus artikel berikut untuk tahu cara hitung harga jual.

Omnichannel dengan Sistem All-in-One

Memaksimalkan efisiensi bisnis dan ciptakan pengalaman personal untuk pelanggan dari beragam Multi-channel dalam penjualan Online dan Offline.

Komponen-komponen yang penting ketika menentukan harga jual produk kerajinan adalah:

  1. Biaya Modal (BM) yang dapat dikatakan seluruh barang yang menjadi alat patokan dalam proses pembuatan produk. Seperti mesin jahit, gunting, dan alat tambahan lainnya.
  2. Material/Bahan (M) yang dapat dikatakan seluruh biaya yang digunakan untuk membuat sebuah produk. Seperti Kain kanvas, benang rajut, dan lain sebagainya sesuai dengan kerajinan yang dibuat.
  3. Upah Lelah (UL), ini ditentukan sesuai dengan kerumitan produk yang dibuat.
  4. Biaya Operasional (BO), biaya yang termasuk dalam operasional adalah biaya packing, transportasi, pulsa, kuota internet, dan listrik.
  5. Keuntungan (K) yang selalu diharapkan dalam setiap bisnis maupun jualan. Anda dapat mengalokasikan keuntungan yang Anda harapkan dalam bentuk persentase.

Komponen-komponen diatas merupakan hal penting dalam menentukan harga jual yang dapat dirumuskan menjadi:

Harga Jual = (BM + M + UL + BO) + K

Cara Menentukan Harga Jual Produk Kerajinan

Setelah tahu komponen-komponen yang penting ketika menentukan harga jual produk kerajinan, pastinya Anda juga perlu tahu cara menentukan harga jual produk kerajinan. Selain rumus diatas, ada beberapa faktor atau cara menentukan harga jual produk yang harus Anda ketahui. Jika ingin tahu cara menghitung harga jual per unit dan cara menetapkan harga jual, simak terus artikel ini.

Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan kamu, menghemat biaya dan waktu kamu hanya dengan Ginee!

Baca Juga : 10 Cara Menentukan Harga Jual Produk bagi Reseller Baru!

Beberapa cara menentukan harga jual produk kerajinan yang dapat Anda terapkan untuk mendapatkan keuntungan maksimal:

  1. Anda dapat menerapkan markup pricing, dimana ini adalah metode yang dilakukan untuk menentukan harga jual dengan cara menambah harga beli (modal) dan keuntungan yang ingin Anda ambil. Metode ini cukup sederhana dan banyak digunakan pelaku bisnis. Rumus markup pricing adalah harga jual = bahan baku modal + (bahan baku modal x markup).
  2. Anda juga dapat menerapkan margin pricing, dimana metode ini terlebih dahulu menentukan berapa harga produk yang akan dijual. Rumus margin pricing adalah Margin = (Harga jual – Bahan baku modal) / Harga jual.
  3. MSRP (Manufacturer Suggested Retail Price), dimana MSRP ini adalah cara menentukan harga jual yang sudah diatur atau diberikan oleh produsen. MSRP di Indonesia sendiri lebih dikenal dengan istilah harga eceran yang disertakan. Tetapi bisa juga menaikkan maupun menurunkan harga. MSRP lebih umum ditemukan dalam perusahaan manufaktur, seperti kendaraan mobil, motor, dan obat-obatan.
  4. Anda juga dapat menerapkan VBP (Value Based Pricing), dimana metode ini membutuhkan responden dan survey. Lebih tepatnya pebisnis melakukan riset pasar dengan menanyakan kepada responden berapa harga jual yang tepat atau pantas.
  5. Anda juga dapat menerapkan Keystone pricing, dimana metode ini adalah menggandakan harga beli atau modal dari produk yang akan dijual. Metode ini sangat menguntungkan karena profit yang dihasilkan dapat mencapai dua kali lipat atau lebih dari harga modal.
  6. Anda juga dapat mencoba menerapkan bundling, meski keuntungan yang didapat tidak banyak tetapi ini cukup efektif untuk menaikkan produk yang dijual dan terlihat terjual lebih banyak. 

Contoh Kasus Menentukan Harga Jual Produk Kerajinan

Setelah mengetahui cara menentukan harga jual produk kerajinan, Anda pasti membutuhkan contoh agar tidak bingung dan lebih mengerti cara hitung harga jual produk kerajinan. Contoh harga jual produk dapat Anda terapkan dalam menjual produk kerajinan Anda. Cara menghitung harga jual produk terbilang sangat mudah, tapi harus dibarengi dengan kehati-hatian serta pertimbangan yang banyak.

Repot Atur Online Shop?

Ginee solusinya! Join Ginee bisa dapat promo terbaru. Yuk, segera tingkatkan omzet!

Berikut contoh kasus menentukan harga jual produk kerajinan:

Anda membeli bahan baku dan peralatan untuk membuat kerajinan tangan, peralatan rajut sebesar Rp1.000.000 dengan beberapa material tambahan seperti kain kanvas 1m lebar 150cm = Rp 50.000, Benang Wol 1 Gulung = Rp25.000, dan tambahan material Rp20.000. Biaya Operasional nya adalah Rp100.000, Upah Lelah Rp50.000 karena susah dibuat dan keuntungan yang ingin didapat adalah 50% dari seluruh biaya yang ada.

Diketahui:

Biaya Modal (BM) : 1.000.000 (diambil 2% untuk pemeliharan rutin = Rp20.000).

Material (M) : pemakaian kain 45cm x 70cm = Rp3.150, biaya kain 3,33 x Rp3.150 = Rp10.500, Benang Wol ¼ gulung = Rp6.250 dan Tambahan Material = Rp5.000. Total = Rp21.750

Biaya Operasional (BO) = Rp100.000

Upah Lelah (UL) = Rp50.000

Keuntungan (K) = 50%

Ingin tahu cara kilat kelola toko online di marketplace?

Cuma sama Ginee, kelola toko marketplace makin cepat! Mulai dari manajemen produk sampai analisis laporan data, Ginee bisa bantu!

Penyelesaian

Harga Jual = (BM + M + UL + BO) x K

Harga Jual = (20.000 + 21.750 + 50.000 + 100.000) x 50%

Harga Jual = 191.750 + 50%

Harga Jual = Rp287.625

MarkUp Pricing:

Harga Jual = bahan baku modal + (bahan baku modal x markup)

Harga Jual = 191.750 + (191.750 x 50%)

Harga Jual = 191.750 + 95.875

Harga Jual = Rp287.625

Baca juga: Penerapan Beberapa Macam Metode Penetapan Harga Bagi Penjual

Harga jual yang didapat sebesar Rp 287.625, Anda dapat bulatkan menjadi Rp288.000 atau Rp300.000. Dimana keuntungan yang Anda dapatkan adalah Rp95.875 yang nominal nya cukup besar dari harga modal Anda. Modal yang Anda keluarkan kecil, dapat mendapat keuntungan yang cukup besar.

Anda juga dapat menghitung margin profit Anda dengan cara:

Margin = (Harga jual – Bahan baku modal) / Harga jual

Margin = (287.625 – 191.750) / 287.625

Margin = 95.875 / 287.625

Margin = 0,33 / 33%

Jadi, profit yang Anda dapatkan adalah 33% setiap produk kerajinan atau crafting yang Anda jual. Jika Anda merasa angka tersebut terlalu besar atau terlalu kecil, Anda dapat modifikasi pada harga jualnya. Umumnya, patokan maksimal keuntungan yang didapatkan adalah 50% dari harga jual, agar tidak terjadi gejolak harga yang terlalu tinggi.

Ginee Memudahkan Manajemen Bisnis Online Anda!

Sekarang Anda tahu tentang cara menghitung Harga Pokok Penjualan, dan tentunya akan menerapkannya pada bisnis online Anda, bukan? Di samping hal tersebut, memiliki bisnis online memang masih menjadi alternatif mendapatkan uang paling menjanjikan untuk saat ini.

Bisnis online juga bisa dilakukan dengan modal yang relatif kecil. Masih pemula? Jangan takut repot karena sekarang ada Ginee Omnichannel bisa membantu Anda dalam melakukan catatan keuangan.

Ginee Indonesia memiliki beberapa fitur yang tentunya bisa membantu Anda mengelola toko online Anda dengan mudah dan anti ribet. Fitur Ginee diantaranya adalah manajemen pesanan, stok produk, layanan chat pelanggan, hingga laporan penjualan bisa Anda dapatkan hanya dalam satu dashboard saja. Yuk, daftar Ginee sekarang!

Ginee Indonesia, Tool Bisnis Online Paling Kredibel

Punya kesulitan mengelola toko online yang terdaftar di berbagai marketplace? Say no worry, Ginee Indonesia hadir untuk Anda! Ginee adalah sistem bisnis berbasis Omnichannel Cloud yang menyediakan berbagai fitur andalan lengkap guna mempermudah pengelolaan semua toko online yang Anda miliki hanya dalam satu dashboard!

Fitur Ginee beragam, mulai dari manajemen produk, laporan penjualan, Ginee WMS, yang artinya Anda dapat mengelola manajemen pergudangan dengan lebih mudah, hingga Ginee Ads untuk kelola semua iklanmu di berbagai platform. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang FREE!

  1. Mengelola pesanan dan stok untuk semua toko online Anda
    • Update secara otomatis pesanan dan stok
    • Mengelola stok produk yang terjual cepat dengan mudah
    • Memproses pesanan dan pengiriman dalam satu sistem
  2. Mengelola penjualan dengan sistem manajemen digital
    • Membership dan database pelanggan secara menyeluruh
    • Prediksi bisnis dengan Fitur Analisa Bisnis di Ginee
    • Memantau laporan dengan menyesuaikan data, keuntungan, dan laporan pelanggan
Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan, menghemat biaya dan waktu hanya dengan Ginee!

Ginee Insights

Purchase Order: Sumber Penerimaan Gudang yang Utama!

Purchase order merupakan salah satu sumber penerimaan barang gudang yang utama. Ingin tahu detailnya? Yuk, baca selengkapnya di artikel ini!

Pakai Auto Reply Tokopedia, Pelanggan Tidak Akan Dianggurin!

Fitur auto reply Tokpedia ternyata bermanfaat untuk bisnis, lho! Mau tahu lebih lanjut tentang fitur auto reply Tokopedia? Baca selengkapnya di sini!

Can't handle your orders?

SHARE YOUR STRUGGLE HERE!