Siapa yang tidak mengenal aplikasi TikTok? Aplikasi TikTok kini menjadi aplikasi yang mendunia. Tahukah Anda siapa yang membuat aplikasi Tik Tok, aplikasi Tik Tok berasal dari negara mana dan bagaimana bisa aplikasi ini begitu mendunia? Aplikasi yang berada di bawah naungan ByteDance ini dibuat oleh pria Zhang Yiming yang kini sudah tidak menjabat lagi sebagai CEO TikTok. Posisinya kini digantikan oleh Liang Rubo.

Kapan TikTok Dibuat?

TikTok dikembangkan oleh sebuah perusahaan teknologi bernama ByteDance. ByteDance sendiri didirikan pada Maret 2012 oleh Zhang Yiming. Pembuat aplikasi Tik Tok, Zhang Yiming sendiri merupakan lulusan Universitas Nankai dengan jurusan Software Engineer. 

Lewat perusahaan ByteDance inilah, Zhang Yiming mengembangkan aplikasi TikTok. Kemudian, aplikasi TikTok secara resmi diluncurkan pada September 2016. 

Banyak beriklan di mana-mana malah pusing sendiri?

Aman, Ginee Ads solusinya! Kamu bisa atur iklan di Facebook, Instagram, Google, marketplace Ads, dan lainnya cuma sama Ginee. Lebih efisien, bisa nentuin strategi beriklan yang baik, dan gak ribet!

Berkat kesuksesan TikTok, ByteDance berhasil mengakuisisi Musical.ly pada akhir tahun 2017, serta membuat kekayaan Zhang Yiming mencapai USD 60 miliar. Hal ini membuat TikTok terdapat banyak lagu dan musik yang bisa digunakan oleh penggunanya. Menjadi salah satu orang terkaya di dunia, pria asal Tiongkok ini berhasil meningkatkan pengguna TikTok setiap tahunnya.

Negara Apa yang Membuat TikTok?

TikTok adalah aplikasi buatan China yang sudah mendulang kesuksesan besar. Sejarah TikTok dimulai dari Zhang Yiming membuat perusahaan tekno yang bernama ByteDance.

Zhang Yiming lahir di kota Longyan, Tiongkok Selatan. Dia sempat bergabung dengan Microsoft untuk pekerjaan singkat setelah lulus. Namun Yiming menyebutkan bahwa pekerjaannya sangat membosankan dan dia sering bekerja setengah hari, sisanya dipakai untuk membaca buku.

Zhang Yiming kemudian mengembangkan beberapa usaha, termasuk portal pencarian real estate. Kemudian terobosannya datang pada tahun 2012, ketika ia bekerja di sebuah apartemen dengan empat kamar tidur di Beijing. 

Zhang Yiming berhasil menciptakan aplikasi pertama ByteDance, sebuah aplikasi berbagi lelucon yang kemudian mendapat sensor dan harus ditutup.

Ia kemudian beralih ke agregator berita, sebelum akhirnya berhasil mencetak lebih dari 1 miliar pengguna global dengan platform media sosial berbagi video pendek TikTok dan aplikasi kembarannya Douyin. Sepak terjangnya dalam pembuatan aplikasi tidak berhenti begitu saja. Kini, Yiming berhasil membuat aplikasi TikTok dan manfaatnya yang sangat menguntungkan masyarakat dunia. 

Douyin sendiri merupakan nama aplikasi yang dipakai sebelum TikTok. Douyin sendiri hanya ada di China. Dalam aplikasi Douyin, pengguna bisa membagikan video pendek dengan durasi 15 detik kepada seluruh pengguna. 

Tetapi ternyata, Douyin meraup keuntungan yang cukup besar di China. Douyin digunakan hingga 100 juta pengguna hanya dalam waktu setahun. Oleh karena itu, perusahaan ByteDance memiliki ide yang cukup besar, yakni memperkenalkan aplikasi ini kepada dunia yang masuk dalam sejarah TikTok pdf.

Namun karena penyebutan Douyin yang kurang familiar di telinga masyarakat luar China, namanya diubah menjadi TikTok, khusus untuk luar China. Nama TikTok dibuat agar lebih mudah diingat dan menarik perhatian negara lain. 

Cari Cuan di TikTok, Shopee, atau marketplace manapun?

Jangan pusing, ada Ginee Omnichannel yang bisa bantuin kamu kelola semua toko online, kok. Mau di TikTok, Shopee, Tokopedia, atau manapun, Ginee juaranya!

TikTok Ada di Negara Mana Saja

Dilansir dari The Guardian, ByteDance memiliki lebih dari 60.000 karyawan yang tersebar di 30 negara di dunia. Yang artinya TikTok digunakan oleh masyarakat yang tersebar di 30 negara. Negara-negara tersebut seperti Jepang, Rusia, Meksiko, Amerika Serikat, China, Vietnam, Italia, Indonesia, dan masih banyak lagi. 

TikTok juga sudah diunduh lebih dari 800 juta kali oleh pengguna global. Sebagian besar pengguna TikTok diketahui merupakan anak muda. Hal tersebut sesuai dengan target TikTok yang menyasar pengguna generasi muda. 

Namun, sayang sekali karena aplikasi TikTok ini banyak ditentang di berbagai negara. Contohnya seperti di India, pemerintahan India memblokir aplikasi TikTok karena memanasnya hubungan diplomasi di kedua negara. Akibatnya perusahaan ByteDance merugi dengan angka 84 triliun miliar. 

Tidak hanya di India, aplikasi TikTok juga sempat diblokir di Amerika Serikat. Hal ini dikarenakan kekhawatiran bahwa aplikasi tersebut menimbulkan risiko keamanan nasional. Kabar terbaru mengatakan bahwa pemblokiran TikTok akan dibuka jika TikTok mau diakuisisi oleh Microsoft. Diketahui bahwa pengguna TikTok di Amerika Serikat berkisar 100 juta orang.

Lalu kapan TikTok masuk ke Indonesia? TikTok mulai populer pada tahun 2019 di Indonesia. Pemilik TikTok Indonesia mencapai 22,2 juta pengguna. Di Indonesia sendiri, banyak orang yang tidak menyetujui keberadaan aplikasi TikTok. Bahkan TikTok sempat diblokir di Indonesia karena dianggap tidak mendidik, namun syukurnya kini TikTok sudah kembali aktif. 

Penyebabnya adalah mayoritas pengguna mempertanyakan apakah TikTok itu haram karena menggunakan TikTok untuk menyebarkan video menari yang dianggap kurang mendidik oleh masyarakat. TikTok haram jika dilakukan untuk perbuatan yang buruk dalam agama Zhang Yiming mendapatkan banyak keuntungan dari suksesnya TikTok di Indonesia. 

Meskipun saat ini sudah banyak yang menggunakan TikTok untuk membuat video tutorial, video keilmuan, dan berbagai macam video kreatif lain, namun masyarakat masih sulit untuk menerimanya. Padahal, TikTok memiliki banyak manfaat, lho, terutama untuk bisnis online.

Baca juga: TikTok Bisa Buat Bisnis Online yang Bermanfaat, Lho!

Omnichannel dengan Sistem All-in-One

Memaksimalkan efisiensi bisnis dan ciptakan pengalaman personal untuk pelanggan dari beragam Multi-channel dalam penjualan Online dan Offline.

Apakah TikTok Boros Kuota?

Penggunaan TikTok yang terlalu sering juga bisa berdampak pada pemborosan kuota. Hal ini disebabkan oleh adanya fitur autoplay yang menyebabkan video TikTok akan secara otomatis selalu terputar. Namun Anda tidak perlu khawatir, terdapat berbagai cara yang bisa Anda gunakan untuk menghemat kuota saat menggunakan TikTok.

Menggunakan TikTok Lite

TikTok juga meluncurkan aplikasi versi ringan yang sangat cocok untuk para pengguna HP berkapasitas rendah, yaitu TikTok Lite. Ukuran file dari TikTok Lite sendiri lebih rendah daripada aplikasi TikTok biasa. Selain itu, TikTok Lite juga digandrungi oleh banyak orang karena tidak menyedot terlalu banyak kuota dan bisa menghasilkan uang juga, lho.

Baca juga: Nih, Perbedaan TikTok dan TikTok Lite Buat yang Belum Tahu!

Aktifkan Penghemat Data di Aplikasi TikTok

Pertama, Anda bisa memanfaatkan fitur yang disediakan oleh TikTok. Fitur ini disebut Data Saver. Melalui fitur ini, Anda bisa meminimalisir pemakaian kuota saat menggunakan TikTok. 

Caranya cukup mudah. Tekan icon Profil di TikTok yang terdapat pada bagian pojok kanan kemudian tap opsi Privacy and Settings. Kemudian pilih Data Saver. Setelah itu pastikan bahwa data saver ada di posisi on. Jika belum on, Anda bisa mengaktifkannya terlebih dahulu. 

Manajemen Waktu di TikTok

Selain fitur data saver, Anda juga bisa mengaktifkan opsi screen management. Melalui fitur tersebut, Anda bisa mengontrol waktu penggunaan TikTok. Dengan adanya fitur ini, Anda tidak perlu khawatir akan kecanduan membuka TikTok dalam durasi yang lama. 

Adapun cara mengaktifkan layanan Manajemen Waktu ini, pertama buka opsi Pengaturan dan Privasi. Selanjutnya pilih opsi Kesejahteraan Digital. Setelah itu pilih opsi Manajemen Waktu Layar. Anda bisa mengatur batas waktu pemakaian TikTok sesuai dengan kebutuhan.

Cari Tahu Manfaat Omnichannel Buat Bisnis Kamu!

Dapatkan promo terbaru Ginee Sekarang juga

TikTok Bisa Dipakai untuk Jualan Online

Informasi baik untuk Anda yang sedang berjualan online, atau baru ingin memulai berjualan online. Kini TikTok meluncurkan fitur barunya bernama TikTok Shop. Fitur TikTok Shop ini bisa digunakan untuk berjualan online di TikTok dan fitur ini sudah hadir di Indonesia. 

Tidak hanya jualan, kegunaan TikTok Shop juga memungkinkan pengguna melakukan transaksi jual beli barang secara langsung dalam satu aplikasi. Bagi pengguna yang ingin menggunakan TikTok Shop, Anda harus mengetahui dulu cara daftar TikTok Shop yang benar.

Setelah itu, Anda bisa mengisi form pendaftaran bisnis beserta informasi terkait lainnya dan tinggal menunggu TikTok untuk memberikan konfirmasi. Jika akun TikTok Shop Anda ingin segera approved oleh pihak TikTok, Anda bisa mendaftar TikTok Shop bersama Ginee Omnichannel.

Kesimpulan

Pembuat TikTok adalah Zhang Yiming yang merupakan lulusan Universitas Nankai dengan jurusan Software Engineer. 

Zhang Yiming berhasil menciptakan aplikasi pertama ByteDance. Lewat perusahaan ByteDance inilah, Zhang Yiming mengembangkan aplikasi TikTok. Kemudian, aplikasi TikTok secara resmi diluncurkan pada September 2016. 

Berkat kesuksesan TikTok, ByteDance berhasil mengakuisisi Musical.ly pada akhir tahun 2017, serta membuat kekayaan Zhang Yiming mencapai USD 60 miliar.

Ginee Omnichannel

Di era revolusi industri 4.0 ini, memulai bisnis semakin dipermudah, lho. Dengan kehadiran marketplace, e-commerce, bahkan social commerce seperti TikTok Shop membuat Anda tidak bisa beralasan lagi untuk memulai bisnis Anda. Keuntungan buka toko online di TikTok Shop itu ada banyak banget. Apalagi kalau Anda juga menggunakan Ginee Omnichannel.

Kalau sudah jadi TikTok Shop seller, Anda bisa dengan mudah mempromosikan produk Anda dengan memasang iklan di TikTok Ads. Jadi, ketika ada yang mengklik iklan Anda, audiens tidak perlu lagi pindah aplikasi. Nah, untuk memastikan iklan Anda manjur, Anda harus coba pakai fitur Ginee Ads karena dengan Ginee Ads, dijamin, deh, iklan Anda akan semakin efektif. Yuk, daftar Ginee sekarang untuk menikmati fitur Ginee yang lainnya!

Ginee Omnichannel, Tool Bisnis Online Paling Kredibel

Punya kesulitan mengelola toko online yang terdaftar di berbagai marketplace? Say no worry, Ginee Omnichannel hadir untuk Anda! Ginee adalah sistem bisnis berbasis Omnichannel Cloud yang menyediakan berbagai fitur andalan lengkap guna mempermudah pengelolaan semua toko online yang Anda miliki hanya dalam satu dashboard!

Fitur Ginee beragam, mulai dari manajemen produk, laporan penjualan, Ginee track alias Anda bisa lacak paket dengan lebih mudah, hingga Ginee Ads untuk kelola semua iklanmu di berbagai platform. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang dan dapatkan free trial selama 7 hari full!

  1. Mengelola pesanan dan stok untuk semua toko online Anda
    • Update secara otomatis pesanan dan stok
    • Mengelola stok produk yang terjual cepat dengan mudah
    • Memproses pesanan dan pengiriman dalam satu sistem
  2. Mengelola penjualan dengan sistem manajemen digital
    • Membership dan database pelanggan secara menyeluruh
    • Prediksi bisnis dengan Fitur Analisa Bisnis di Ginee
    • Memantau laporan dengan menyesuaikan data, keuntungan, dan laporan pelanggan

Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa Tingkatkan penjualan kamu, menghemat biaya dan waktu kamu hanya dengan Ginee!