Dengan fenomena belanja online yang sudah semakin maju, telah banyak perbincangan mengenai ragam-ragam metode pembayaran. Salah satu yang paling hangat adalah perdebatan soal paylater atau kartu kredit. Meski mirip, masih banyak yang mempertanyakan mana yang lebih baik?

Kartu kredit telah muncul terlebih dahulu sebagai metode pembayaran yang sangat praktis dan mudah digunakan sejak bertahun-tahun yang lalu. Namun, perkembangan teknologi memunculkan cara pembayaran yang lebih praktis lagi, yakni paylater.

Sebenarnya, keduanya cukup mirip karena sama-sama menerapkan konsep beli sekarang bayar nanti. Namun, paylater harus diakui lebih praktis karena tidak memerlukan kartu fisik.

Lalu, apa saja perbedaan dan perbandingan antara paylater dan kartu kredit? Mana yang lebih baik dan menguntungkan bagi Anda? Simak jawabannya di artikel ini!

Perbandingan Paylater vs Kartu Kredit

Dengan kemiripan yang ada, tentu akan cukup membingungkan bagi Anda untuk memilih salah satu untuk keperluan transaksi Anda. Nah, sebagai bahan pertimbangan, berikut adalah 5 perbandingan paylater vs kartu kredit:

1. Persyaratan Daftar

perbandingan paylater vs kartu kredit dari persyaratan daftar

Ketika berbicara mengenai paylater vs kartu kredit, penting bagi kita untuk meninjau hal pertama yang akan dilakukan ketika akan mendaftar, yakni seputar persyaratan pengajuan.

Banyak dari Anda mungkin yang sudah tahu, kalau paylater memiliki proses pengajuan yang cukup simpel, karena dilakukan secara online sepenuhnya. Anda tidak perlu mendatangi instansi tertentu untuk membuat pengajuan.

Selain itu, dokumen yang diperlukan untuk mendaftar paylater juga terbilang cukup sederhana, hanya dokumen softcopy KTP (Kartu Tanda Penduduk), NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), KK (Kartu Keluarga), hingga BPJS saja.

Di sisi lain, proses pengajuan kartu kredit terbilang lebih rumit, karena dilakukan secara full offline. Di mana Anda harus mendatangi Bank tertentu terlebih dahulu untuk membuat pengajuan beserta menunggu verifikasi.

Dokumen yang diperlukan untuk mengajukan kartu kredit juga lebih banyak dan rumit, Anda membutuhkan dokumen hardcopy KTP (Kartu Tanda Penduduk), NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), slip gaji, buku tabungan, dan lain-lain untuk diserahkan kepada pihak bank.

Tidak sampai disitu saja, beberapa Bank bahkan mewajibkan interview dalam proses pengajuan kartu kredit. Hal ini dilakukan sebagai langkah penilaian terhadap kemampuan finansial si pemohon.

Baca juga: 5 Aplikasi Paylater Terbaik di Indonesia dengan Bunga Rendah

New ID ERP CTA Reusable Block 01

2. Jumlah Bunga

perbandingan paylater vs kartu kredit dari jumlah bunga

Perbandingan jumlah bunga juga menjadi salah satu diskusi yang hangat dalam perbincangan paylater vs kartu kredit. Bisa dibilang, besar bunga adalah pertimbangan paling kuat bagi orang-orang dalam memilih metode pembayaran mereka.

Ternyata, jumlah bunga dari paylater dan kartu kredit berbeda, lho! Sesuai dengan peraturan dari Bank Indonesia per tanggal 1 Mei 2020, bunga dari paylater dan kartu kredit dibedakan.

Bunga maksimal dari kartu kredit adalah 2% per bulannya, dan hal ini diterapkan serentak untuk seluruh Bank yang ada di Indonesia.

Berbeda dengan bunga kartu kredit yang persentasenya seragam, paylater memiliki bunga yang lebih bervariasi, tergantung siapa yang menyediakan layanannya.

OVO Paylater menerapkan bunga 2,9% per bulan, Shopee Paylater sebesar 2,95% per bulan, Traveloka Paylater memiliki bunga sekitar 2,14% – 4,78% per bulan, dan Gojek Paylater senilai Rp. 25 ribu per bulan. Jika Anda mencari aplikasi paylater yang memiliki bunga 0%, Atome Paylater adalah jawabannya.

New ID ERP CTA Reusable Block 02

3. Tenor Cicilan

perbandingan paylater vs kartu kredit dari tenor cicilan

Perbandingan antara paylater atau kartu kredit juga tidak lengkap rasanya jika tidak membahas tenor, yang merupakan jangka waktu bagi Anda untuk mencicil tagihan. Bagaimana perbandingannya?

Untuk paylater sendiri memberikan batas waktu atau tenor maksimal selama 12 bulan atau 1 tahun untuk satu transaksi. 

Namun, Anda tetap mendapat kebebasan memilih tenor yang diinginkan, seperti 3 bulan, 6 bulan, atau 9 bulan, tergantung dari kebijakan penyedia jasa paylater.

Sedangkan, kartu kredit memiliki tenor atau jangka waktu cicil yang jauh lebih panjang, yaitu sampai dengan 24 bulan atau 2 tahun.

Jadi, dari sisi tenor pinjaman, kartu kredit mampu memberikan keringanan lebih bagi penggunanya dengan jangka waktu yang lebih lama.

4. Limit Jumlah Pinjaman

perbandingan paylater vs kartu kredit dari limit pinjaman

Batas jumlah pinjaman juga menjadi salah satu pertimbangan paling besar dalam pemilihan paylater atau kartu kredit. Bagaimana perbandingannya?

Kartu kredit, seperti yang Anda tahu pasti akan memiliki limit pinjaman yang lebih besar dibandingkan dengan paylater. Ini dikarenakan, proses pengajuan kartu kredit melibatkan penilaian kemampuan finansial seseorang melalui slip gaji perbulannya.

Di sisi lain, paylater mungkin memiliki proses pengajuan yang lebih simpel tanpa ada penilaian-penilaian tersebut. Namun, konsekuensinya adalah limit yang kecil untuk peminjaman. Hal ini dilakukan tentunya untuk meminimalisir adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Jadi, dalam hal batas jumlah pinjaman, kartu kredit menjadi pilihan yang tepat jika Anda membutuhkan pembelian dengan jumlah besar. Sebaliknya, jika pembelian yang ingin Anda lakukan tidak begitu besar, paylater menjadi opsi yang lebih mudah dan cepat.

Baca juga: Penting! Ini Cara Melihat Limit Atome dan Menaikkannya

New ID ERP CTA Reusable Block 04

5. Keamanan

perbandingan paylater vs kartu kredit dari segi keamanan

Bagaimana dengan keamanan? Apakah paylater lebih aman daripada kartu kredit? Atau justru sebaliknya?

Nyatanya, paylater ataupun kartu kredit sama sama merupakan metode pembayaran yang sudah aman karena diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Keduanya juga sama-sama memerlukan proses otorisasi dan verifikasi setiap kali Anda melakukan transaksi pembelian.

Paylater akan memerlukan adanya otorisasi langsung ke nomor ponsel Anda melalui kode OTP (One Time Password) yang dikirimkan. Begitupun kartu kredit, yang akan meminta nomor pin rahasia Anda ketika ingin melakukan pembayaran menggunakan Kartu Kredit menggunakan mesin EDC.

Hal ini tentunya untuk mencegah adanya penyalahgunaan oleh pihak lain terhadap paylater ataupun kartu kredit milik Anda. Dengan demikian, Anda tidak perlu khawatir soal keamanan dari kedua metode pembayaran ini, dijamin aman!

Kesimpulan

Kiranya demikian perbandingan paylater atau kartu kredit. Keduanya merupakan metode pembayaran masa kini yang banyak membawa kemudahan bagi Anda para konsumen dalam melakukan transaksi pembelian.

Namun, tentunya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, seperti yang sudah dibahas melalui 5 perbedaan paylater dan kartu kredit. Apapun yang Anda pilih, baik itu paylater atau kartu kredit, pastikan Anda ketahui kebutuhan Anda, ya! Semoga bermanfaat!

New ID ERP CTA Reusable Block 05

Mau Pakai Ginee Sekarang Tapi Bayar Nanti? ATOME PayLater Jawabannya!

Ginee x ATOME

Jika Anda adalah seorang pebisnis online dengan banyak marketplace yang sedang dikelola, tentunya layanan omnichannel terbaik dari Ginee tidak dapat Anda tunda-tunda lagi, bukan?

Namun, seringkali besarnya biaya operasional bisnis yang besar membuat para pebisnis seperti Anda harus menunda pengeluaran biaya-biaya sampingan seperti langganan layanan omnichannel ini.

Padahal, Ginee Omnichannel justru mampu meminimalisir biaya operasional bisnis Anda dalam jangka panjang, lho! Harus segera menggunakan Ginee Omnichannel sesegera mungkin tapi ingin bayar nanti? ATOME PayLater jawabannya!

Dengan ATOME PayLater, Anda dapat berlangganan Ginee Omnichannel tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar di awal. Rasakan layanan PayLater dengan tenor cicilan yang fleksibel, bunga 0%, hingga tanpa biaya tambahan hanya dengan ATOME.

Daftar dan miliki Ginee Omnichannel sekarang juga tanpa menunggu!

New ID ERP CTA Reusable Block 03