Dalam transaksi yang dilakukan pengusaha sering mengejar omset. Omset itu menjadi sebuah pencapaian yang dikejar oleh penjual maupun pengusaha. Sering kali orang-orang berpikir omset dan profit itu sama. Padahal omset dan profit itu berbeda, lho. Jadi, sebenarnya omset itu apa, ya?

Dengan banyaknya orang yang bertanya mengenai apa itu omset, maka artikel ini akan membahas seputar omset lebih lengkap. Di mana terdapat perbedaan omzet dan profit untuk mengetahui secara lengkap, yuk, simak di sini!

Omnichannel dengan Sistem All-in-One

Memaksimalkan efisiensi bisnis dan ciptakan pengalaman personal untuk pelanggan dari beragam Multi-channel dalam penjualan Online dan Offline.

Omset Itu Apa Artinya?

Banyak orang bertanya mengenai apa yang dimaksud dengan omset? Dimana omset atau omzet adalah sejumlah uang yang merupakan hasil penjual dagangan selama suatu masa jual. Hasil uang yang dihasilkan dapat dikurangi HPP dan biaya. Biaya yang dikeluarkan dapat berupa biaya listrik, air, gaji dan lain sebagainya. 

Omset yang menjadi cara agar mendapatkan keuntungan dalam berbisnis yang telah dikurangi oleh biaya-biaya listrik dan biaya lainnya yang akan mendapatkan uang.

Omset adalah laba kotor atau pendapatan kotor yang dihasilkan dari usaha. Sedangkan profit merupakan pendapatan bersih dari sebuah perusahaan. yang dihasilkan dari sebuah penjualan dalam periode yang dikurangi dari HPP dengan biaya.

Oleh karena itu, omzet dan profit merupakan hal yang berbeda. Apabila seseorang membicarakan omzet bukan berarti sebuah profit atau sebuah keuntungan yang didapat oleh seorang penjual atau pengusaha. Melakukan evaluasi omzet dan profit juga berbeda, lho. Jadi, Anda harus benar-benar bisa membedakan antara mana omzet dan mana profit.

Baca juga: Cara Efektif Melakukan Evaluasi Omzet di Akhir Tahun

Apa Beda Omset dan Keuntungan? 

Omset dapat dilakukan dengan harga dan kuantitas produk atau jumlah produk. Dalam melakukan transaksi barang yang dilakukan sebanyak 10.000 unit, maka omzet periode 1.000 dikali 10.000 jumlah 10.000.000.

Omset dapat dimiliki dalam bisnis harus memiliki putaran persedian yang cepat.  Dimana arti dari omset merupakan  produk bisnis yang memiliki sebuah tanggal kadaluarsa yang mewajibkan produk harus dengan cepat dijual. Apabila tidak dilakukan dengan cepat dapat mengakibatkan kerugian.

Sedangkan keuntungan pengertian omzet yang diterima sampai akhir tahun merupakan sebuah hasil dari omset yang didapat oleh perusahaan. Karena omset merupakan sebuah pencapaian yang dikejar oleh pengusaha agar produk dapat dijual dengan cepat sehingga tidak kadaluarsa. Hal ini berbeda dengan keuntungan yang berupa sebuah hasil dari penjualan produk yang dikurangi dengan modal awal dari sebuah bisnis.

Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan kamu, menghemat biaya dan waktu kamu hanya dengan Ginee!

Apa Perbedaan Omzet dan Pendapatan?

Omzet yang merupakan sebuah jumlah pemasukkan yang di dapat dari sebuah produk untuk jangka waktu tertentu. Dimana omset penjualan dapat melalui produk atau dagangan yang dijual dalam waktu periode 1 minggu, 1 bulan atau 1 tahun yang belum dikurangi HPP dan biaya yang harus dikeluarkan.

Sedangkan pendapatan merupakan sejumlah uang yang diterima oleh perusahaan dengan menggunakan aktivitas yang dilakukan dengan menjual produk dan jasa kepada konsumen. Pendapatan dapat dibagi menjadi 2 jenis pendapatan seperti pendapatan kotor dan pendapatan bersih. 

Pendapatan kotor dapat dikatakan sama dengan omzet. Karena semua pendapatan yang didapat belum dikurangi harga pokok penjualan dan biaya maintenance dari sebuah usaha. Sedangkan pendapatan bersih telah dikurangi HPP, biaya dan lain sebagainya. 

Dimana perbedaan omzet yang besar bukan sebuah keuntungan yang didapat. Sedangkan pendapatan merupakan keuntungan yang didapatkan pada periode tertentu. Apabila omzet besar belum tentu mendapatkan keuntungan yang besar. Hal ini berbeda dengan omzet besar dan memiliki keuntungan besar maka secara otomatis omzetnya juga besar. Perbedaan omzet dan pendapatan terletak dari:

Perbedaan Cara Menghitung

Dalam menghitung omzet dilakukan perhitungan dari barang yang dijual dikali harga per barang. Sedangkan nilai profit dihitung dari nilai omset yang dikeluarkan biaya operasional lainnya.

Perbedaan Posisi Laba Rugi

Dalam melakukan posisi laba rugi dapat dilihat dari posisi omset yang berada di posisi atas yang masih harus dikurangi oleh biaya operasional maupun kredit. Sementara profit berada di kolom paling akhir, karena nilainya sudah bersih.

Repot Atur Online Shop?

Ginee solusinya! Join Ginee bisa dapat promo terbaru. Yuk, segera tingkatkan omzet!

Perbedaan Manfaat

Omset usaha adalah aspek yang berguna dalam skala bisnis yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjual produk. Sedangkan profit adalah kemampuan perusahaan yang menghasilkan dan menguntungkan. Semakin laba yang didapatkan dapat menambah investor untuk tertarik menanamkan modal. Baik omset ataupun profit, keduanya memiliki peran penting dalam scale up bisnis.

Baca juga: Penjelasan Scale Up Bisnis dan Tips Scale Up Bisnis Lengkap

Bagaimana Cara Menghitung Omset?

Tujuan omzet adalah untuk mengeluarkan produk agar tidak kadaluarsa dalam transaksi jual beli yang dapat merugikan penjual. Apabila terlalu lama disimpan maka perusahaan akan mengalami kerugian. Setiap usaha atau bisnis tentu harus mendapatkan keuntungan atau profit agar dapat menunjukkan kelancaran dari sebuah perusahaan.

Perusahaan dengan memiliki perputaran yang cepat akan membutuhkan persediaan produk yang cepat untuk membutuhkan bisnis agar tidak melakukan bisnis perputaran yang dilakukan agar perusahaan untuk tidak mengalami kerugian.

Dimana cara menghitung jumlah omset dapat dengan perhitungan sederhana yaitu omset merupakan hasil dari jumlah produk kali harga jual. Contoh omzet dapat dilihat dari toko makmur yang menjual besi bangunan.

Dimana harga 1 besi dijual dengan harga Rp 1.000.000 dalam menjual besi harus dapat menjual 100 buah besi. Maka perhitungan total omset dari toko yaitu 100 besi dikali dengan 1.000.000. Oleh karena itu, total omzet yang harus dicapai toko makmur adalah 100 besi dikali Rp 1.000.000 sama dengan Rp 10.000.000.

Apabila untuk produk yang dijual memiliki varian harga dapat menggunakan rumus:

      “Omset = (Produk A x harga jual) + (Produk B x harga jual) dan lain sebagainya.“

Salah satu contoh perhitungan omset pada perusahaan A yang menjual mangga sebanyak  50 buah dengan harga Rp 3.500, pisang dengan harga Rp 5.000 sebanyak 60, apel sebanyak 40 dengan harga 8000, melon sebanyak 30 buah sebanyak 10.000.

Maka cara hitung omsetnya menjadi (Rp 3500 x 50)+ (5.000 x 60 )+( 8000x 40) +(10.000 x 30) = 1.095.000 

Itulah contoh perhitungan omset dengan cara untuk menghitung omset  yang dapat mempengaruhi besarnya pajak. Dimana perputaran omset dilakukan cepat untuk perusahaan yang menjual makanan. Karena makanan memiliki tanggal kadaluarsa.

Ingin tahu cara kilat kelola toko online di marketplace?

Cuma sama Ginee, kelola toko marketplace makin cepat! Mulai dari manajemen produk sampai analisis laporan data, Ginee bisa bantu!

Manfaat Memahami Omset dalam Berbisnis

Dengan memahami omset dalam berbisnis dapat memberi tahu kualitas atau produksi. Omzet rendah dapat diakibatkan pelayanan yang kurang atau produk yang memiliki masalah.  Selain itu, membantu laporan laba rugi yang dapat membantu dalam menghitung omzet penjualan yang dihitung.

Selain itu omzet dapat membantu membuat kesempatan dalam berinvestasi untuk omzet tinggi. Apabila omzet tinggi dapat memberikan keuntungan yang lebih banyak untuk memasukkan lebih banyak dana ke dalam bisnis lainnya.

Dengan mengetahui omzet rendah dapat menghasilkan untung atau profit yang disesuaikan untuk menyesuaikan pengeluaran. Dimana omzet dan profit didapatkan dari waktu yang memiliki penjualan meningkat dan cash flow yang sehat.

Dalam melakukan omset bisnis dapat dilakukan dengan pencatatan akuntansi dan keuangan perusahaan yang dapat menggunakan software akuntansi. Sehingga mudah dalam melakukan pencatatan yang diperlukan untuk keperluan bisnis.Itulah apa arti omset yang dijelaskan di dalam artikel ini. 

Ginee Omnichannel

Sudah jualan tapi omzet masih segitu-gitu aja? Yuk, coba jualan online di berbagai marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan marketplace lainnya. Gak usah takut kewalahan mengurus pesanan di banyak marketplace sekaligus, karena dengan Ginee Omnichannel, Anda bisa mengelola toko-toko online Anda dengan mudah!

Manfaat dari Ginee itu ada banyak, lho. Anda bisa menggunakan fitur Ginee seperti Manajemen Pesanan, Ginee Chat, dan fitur lainnya yang mampu mensukseskan bisnis online Anda, lho. Mau jualan online cuan? Yuk, daftar Ginee sekarang dan klaim free trial  hari Anda tanpa syarat!

Ginee Indonesia, Tool Bisnis Online Paling Kredibel

Punya kesulitan mengelola toko online yang terdaftar di berbagai marketplace? Say no worry, Ginee Indonesia hadir untuk Anda! Ginee adalah sistem bisnis berbasis Omnichannel Cloud yang menyediakan berbagai fitur andalan lengkap guna mempermudah pengelolaan semua toko online yang Anda miliki hanya dalam satu dashboard!

Fitur Ginee beragam, mulai dari manajemen produk, laporan penjualan, Ginee WMS, yang artinya Anda dapat mengelola manajemen pergudangan dengan lebih mudah, hingga Ginee Ads untuk kelola semua iklanmu di berbagai platform. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang FREE!

  1. Mengelola pesanan dan stok untuk semua toko online Anda
    • Update secara otomatis pesanan dan stok
    • Mengelola stok produk yang terjual cepat dengan mudah
    • Memproses pesanan dan pengiriman dalam satu sistem
  2. Mengelola penjualan dengan sistem manajemen digital
    • Membership dan database pelanggan secara menyeluruh
    • Prediksi bisnis dengan Fitur Analisa Bisnis di Ginee
    • Memantau laporan dengan menyesuaikan data, keuntungan, dan laporan pelanggan
Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan, menghemat biaya dan waktu hanya dengan Ginee!