Berbagai Model Bisnis E-commerce yang Perlu Kamu Ketahui – Hadirnya zaman digital yang semakin canggih, membiasakan kita melakukan semua transaksi baik penjualan, pembelian, dan pemasaran produk bisa dilakukan secara elektronik atau biasa dikenal dengan e-commerce.

Tanpa kamu sadari adalah penting untuk kamu melukakan rancangan sebuah bisnis berbasis online dan menentukan model bisnis e-commerce. Mungkin, dengan tidak menentukan model bisnis e-commerce yang jelas, kamu akan menghadapi kesulitan untuk menentukan arah bisnis online kamu kedepannya.

Ada beberapa metode bisnis e-commerce, dari berbagai jenis metode operasi yang bisa kamu gunakan nantinya. Dengan begitu kamu akan mendapatkan cara tepat dalam menjalankan bisnis kamu.

Dalam model bisnis e-commerce Indonesia, Sedikitnya ada empat model yang paling banyak ditemukan, yaitu B2B (business to business), B2C (business to consumer), C2C (consumer to consumer), C2B (consumer to business).

Baca Juga: Ide Peluang Bisnis Menjelang Akhir Tahun 2020

1. Model B2B (Business to Business)

B2B atau Business to Business adalah sebuah transaksi bisnis yang dilakukan secara elektronik maupun fisik yang terjadi antara pelaku bisnis satu ke pelaku bisnis lainnya, bukan kepada konsumen. Mereka bisa saja adalah reseller yang akan menjualnya produk tersebut kepada konsumen lain.

Oleh sebab itu, model bisnis B2B cenderung mempunyai siklus penjualan yang lebih panjang. Dan, pemasaran yang diperlukan tentu berbeda dengan model lainnya. Akan tetapi, model bisnis ini memiliki loyalitas pelanggannya yang tinggi.

2. Model B2C (Business to Consumer)

Model bisnis e-commerce Business to Customer merupakan bisnis yang melakukan pelayanan atau penjualan barang atau jasa kepada konsumen perorangan atau grup secara langsung. Dengan kata lain, bisnis jenis ini berhubungan langsung dengan konsumen bukan perusahaan atau bisnis lainnya.

3. Model C2C (Consumer to Consumer)

Model bisnis C2C adalah proses transaksi jual beli barang antar konsumen. Pelaku bisnis ini akan menggunakan situs iklan, marketplace dan forum untuk menjual barangnya. Model bisnis ini banyak peminat karena siklus bisnis yang cenderung lebih pendek.

4. Model C2B (Consumer to Business)

Model C2B adalah model bisnis yang dilakukan oleh konsumen ke pihak perusahaan. Berbeda dengan C2C yang menawarkan produk dagangan. C2B biasanya akan menawarkan jasanya kepada perusahaan. Termasuk, mereka yang berstatus sebagai freelance.

Biasanya yang melakukan bisnis model C2B ini, akan memasarkan keahliannya dengan memanfaatkan website. Namun perlu diingat, model bisnis ini memerlukan upaya pemasaran yang sangat tinggi. Karena sangat banyak sekali pesaingnya, dan perusahaan akan cenderung memilih penyedia jasa yang berkualitas dan murah.

Dan begitu lah beberapa model bisnis e-commerce Indonesia yang ada saat ini, mungkin kamu bisa menentukan model bisnis apa yang akan kamu pilih dan menentukan pasar bisnis kamu sendiri dengan pemasaran yang lebih tepat.

Baca Juga: 5 Besar Marketplace Indonesia Terbaik 2020

Ginee Omnichannel, Tool Bisnis Online Paling Kredibel

Punya kesulitan mengelola toko online yang terdaftar di berbagai marketplace? Say no worry, Ginee Omnichannel hadir untuk Anda! Ginee adalah sistem bisnis berbasis Omnichannel Cloud yang menyediakan berbagai fitur andalan lengkap guna mempermudah pengelolaan semua toko online yang Anda miliki hanya dalam satu dashboard!

Fitur Ginee beragam, mulai dari manajemen produk, laporan penjualan, Ginee track alias Anda bisa lacak paket dengan lebih mudah, hingga Ginee Ads untuk kelola semua iklanmu di berbagai platform. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang dan dapatkan free trial selama 7 hari full!

Apakah Anda kesulitan Mengelola Banyak Toko di Marketplace Shopee?

Sibuk mengelola banya toko, kesulitan mengelola manajemen produk, sampai bingung menganalisa persaingan harga di Marketplace? Yuk Ginee bant