Guides

Marketing Myopia Adalah Pendekatan Pemasaran Yang Salah?

Marketing Myopia adalah pendekatan pemasaran yang sangat pendek dan biasanya cenderung berfokus pada pemenuhan kebutuhan mendesak perusahaan. Hal-hal ini sering terjadi karena kurangnya wawasan mengenai apa yang dilakukan perusahaan untuk audiensnya. Pada umumnya perusahaan tidak memperdulikan kebutuhan dari audiens, sehingga akan berakibat buruk nantinya. 

Penting kemampuan untuk menilai kebutuhan dan menyelesaikan masalah audiens adalah hal yang diperlukan. Marketing Myopia tidak mengenal konsep tersebut hingga akan memberikan dampak buruk. Pada kesempatan kali ini kita akan mengenal lebih dalam mengenai Marketing Myopia dan marketing myopia example. Ayo, simak terus pembahasan mengenai Marketing Myopia!

Siapa Penemu Konsep Marketing Myopia?

Penemu konsep Marketing Myopia adalah Theodore Levitt. Theodore Levitt merupakan seorang profesor di Harvard Business School untuk jurusan pemasaran. Beliau merupakan seorang ekonom berkebangsaan Jerman – Amerika dan merupakan seorang editor pada Harvard Business Review. 

Theodore Levitt terkenal karena mempopulerkan istilah globalisasi. Beliau juga pernah membahas konsep dari Marketing Myopia di tahun 1960 pada Harvard Business Review. Menurut Theodore Levitt, perusahaan yang tidak menghabiskan cukup waktu untuk memahami apa yang diinginkan atau dibutuhkan pelanggan, umumnya akan mengalami Marketing Myopia. Karena itu juga Ia mendorong konsep pemasaran yang berorientasi pada audiens.

Omnichannel dengan Sistem All-in-One

Memaksimalkan efisiensi bisnis dan ciptakan pengalaman personal untuk pelanggan dari beragam Multi-channel dalam penjualan Online dan Offline.

Salah satu kalimat bijak yang terkenal oleh Theodore Levitt adalah:

“Orang tidak menginginkan bor seperempat inci. Mereka menginginkan lubang seperempat inci!”

Apa Itu Marketing Myopia?

Marketing Myopia adalah pendekatan pemasaran yang sangat pendek dan biasanya cenderung berfokus pada pemenuhan kebutuhan mendesak perusahaan. Hal – hal ini sering terjadi karena kurangnya wawasan mengenai apa yang dilakukan perusahaan untuk audiensnya. Terlalu fokus pada produk sehingga tidak melihat kebutuhan konsumen merupakan salah satu kesalahan dari Marketing Myopia.

Management myopia adalah hal – hal yang diperlukan untuk menghindari marketing myopia. Oleh karena itu diperlukannya marketing strategy untuk mengatasi hal tersebut. Marketing strategy adalah strategi yang dipersiapkan dengan mengutamakan audiens/ konsumen. Perusahaan sendiri harusnya mencari produk yang tepat untuk target pasar, bukannya target pasar yang tepat untuk suatu produk.

Baca juga: Inilah Perbedaan Target Konsumen Pemasaran Online dan Offline

Kenapa Marketing Myopia Penting?

Kesadaran atas Marketing Myopia itu penting karena bila tidak mengetahuinya mungkin saja akan berdampak buruk pada perusahaan, yang bahkan dapat menyebabkan kebangkrutan. Konsep dari Marketing Myopia ini harus dikenali dan dihindari dengan marketing plan yang tepat. Marketing plan adalah strategi yang harus disusun untuk menghindari Marketing Myopia.

Konsep ini telah dikenal sejak lama, namun konsep ini juga tetap masih relevan dengan situasi bisnis di era digital saat ini. 

Kapan Marketing Myopia Terjadi?

Marketing Myopia akan terjadi jika tujuan pemasaran jangka pendek sebuah perusahaan lebih penting daripada tujuan jangka panjangnya. Dan akan terjadi juga, apabila perusahaan lebih memfokuskan pemasaran untuk produk daripada konsumennya. Seperti yang dikatakan oleh Theodore Levitt dalam buku yang berjudul “The Marketing Imagination”, yang berbunyi:

“Tujuan perusahaan bukan hanya menghasilkan uang, tapi untuk menciptakan dan mempertahankan pelanggan.”

Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan kamu, menghemat biaya dan waktu kamu hanya dengan Ginee!

Contoh Marketing Myopia

Berikut ini beberapa contoh kasus marketing myopia erat dengan marketing myopia:

Kodak

Contoh marketing myopia yang pertama adalah Kodak. Kodak merupakan salah satu contoh nyata dan contoh yang paling menyakitkan dari Marketing Myopia. Ketika kejadian teknologi kamera digital meledak, Kodak kehilangan sebagian besar sahamnya. Ketika itu bisnis utama mereka adalah penjualan film untuk kamera. Kodak adalah produk kamera digital yang pertama kali ditemukan pada tahun 1975.

Sayangnya manajemen kodak mengambil keputusan bahwa penemuan tersebut lucu karena tidak menggunakan film. Yang selanjutnya memutuskan untuk tidak mempublikasikan produk kamera digital. Kegagalan tersebut menyebabkan penurunan Kodak selama puluhan tahun karena produk kamera digital yang menghancurkan model bisnis film mereka. 

Nokia

Contoh nyata selanjutnya adalah ada pada bidang telepon genggam, yaitu Nokia. Nokia kehilangan pangsa pemasarannya kepada android dan iOS. Dan kesalahan terbesar adalah tidak adanya inovasi baru yang dilakukan oleh Nokia pada waktu itu.

Yahoo

Contoh selanjutnya adalah Yahoo (senilai $100 miliar dolar pada tahun 2000) yang kalah dari Google dan dibeli oleh Verizon dengan harga sekitar. $5 miliar (2016).

Baca juga: Prediksi 2022: Aplikasi Terpopuler Cocok bagi Peluang Bisnis

Cara Mengatasi Marketing Myopia

Cara yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya Marketing Myopia adalah dengan berfokus kepada kebutuhan yang diinginkan oleh konsumen atau pasar. Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi terjadinya Marketing Myopia:

Memiliki Visi yang Jelas

Point pertama adalah harus memiliki visi perusahaan yang jelas. Karena pada visi tersebutlah tertulis apa yang akan dilakukan oleh perusahaan terhadap produk dan layanan yang diberikan.

Repot Atur Online Shop?

Ginee solusinya! Join Ginee bisa dapat promo terbaru. Yuk, segera tingkatkan omzet!

Tempatkan Pelanggan sebelum Produk

Poin kedua adalah untuk menempatkan pelanggan sebelum produk. Produk dan layanan dikhususkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, bukan sebaliknya.

Riset Pasar Tanpa Henti

Poin ketiga adalah strategi riset pasar, strategi ini dapat dilakukan sebelum dan sesudah peluncuran produk. Lakukanlah testimoni tentang apa yang disukai atau tidak disukai oleh pelanggan. Pelajari kekurangan produk Anda dan perbaikilah sesuai saran dan kritik yang diberikan orang untuk menciptakan produk yang lebih baik lagi.

Selalu Pantau Kompetisi

Poin keempat yaitu belajar dari contoh atau pengalaman marketing myopia diatas. Hindarilah kesalahan yang pernah dilakukan oleh brand lain atau kompetitor Anda. Berusahalah agar tetap melakukan yang terbaik dan memperbaiki kesalahan.

Inovasi

Poin kelima, Anda perlu mencari inovasi – inovasi baru untuk produk Anda. Anda dapat mengenali terlebih dahulu dari keinginan pasar dan perkembangan zaman. Seperti membangun bisnis dengan memanfaatkan sosial media

Konsep Pemasaran

Marketing Myopia merupakan bagian dari konsep pemasaran. Namun Marketing Myopia juga dapat menjadi sebuah efek buruk bagi sebuah perusahaan. Oleh karena itu, perlu dipahami konsep pemasaran dari suatu perusahaan 

Ingin tahu cara kilat kelola toko online di marketplace?

Cuma sama Ginee, kelola toko marketplace makin cepat! Mulai dari manajemen produk sampai analisis laporan data, Ginee bisa bantu!

Konsep Pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomis dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. (Basu Swastha dan Hani Handoko, 2002:17)

Ketahuilah juga istilah marketing mix. Marketing mix adalah sesuatu strategi yang menggabungkan beberapa elemen di dalamnya dalam mencapai tujuan pemasaran. Ada juga yang disebut dengan customer driven marketing strategy. Customer driven marketing strategy adalah strategi yang digunakan oleh perusahaan top dalam meningkatkan pelanggan dengan cara membangun hubungan yang baik.

New Marketing Myopia

Pada tahun 2010, Craig Smith di INSEAD, Minette Drumwright di UT Austin, dan Mary Gentile di Babson, menerbitkan makalah berjudul “ The New Marketing Myopia.” 

Mereka mengemukakan bahwa pemasar telah mengambil saran Levitt secara ekstrim, menciptakan jenis baru dari Marketing Myopia, hal tersebut ditandai dengan beberapa hal berikut : (dikutip dari makalah berjudul “ The New Marketing Myopia.” )

  • Fokus tunggal pada pelanggan dengan mengesampingkan pemangku kepentingan lainnya.
  • Definisi pelanggan yang terlalu sempit dan kebutuhannya.
  • Kegagalan untuk mengenali konteks sosial bisnis yang berubah yang mengharuskan penanganan dari banyak pemangku kepentingan. 

Kesimpulan

Kesuksesan sebuah bisnis adalah pembelajaran dari kesalahan yang pernah ada. Dengan memahami konsep Marketing Myopia ini, diharapkan para pebisnis sekalian tidak akan jatuh pada kesalahan yang sama lagi. Oleh karena itu, diperlukan perkembangan pengetahuan mengenai bisnis lebih dalam lagi. Dengan informasi yang disampaikan mengenai Marketing Myopia ini, diharapkan dapat membantu!

Ginee Omnichannel

Hindari kesalahan dalam berbisnis supaya bisnis makin menghasilkan cuan secara stabil. Ini berhubungan jika Anda memiliki banyak toko online yang terdaftar di marketplace atau ecommerce dan kesulitan mengelolanya, Anda dapat menggunakan jasa Ginee Omnichannel untuk membantu Anda.

Ginee Omnichannel punya fitur lengkap seperti manajemen produk, stok, pesanan, promosi, laporan data, Ginee Chat, Ginee Ads, Ginee WMS, Ginee Fulfillment, dan lain sebagainya. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang dan dapatkan free trial selama 7 hari full!

Ginee Indonesia, Tool Bisnis Online Paling Kredibel

Punya kesulitan mengelola toko online yang terdaftar di berbagai marketplace? Say no worry, Ginee Indonesia hadir untuk Anda! Ginee adalah sistem bisnis berbasis Omnichannel Cloud yang menyediakan berbagai fitur andalan lengkap guna mempermudah pengelolaan semua toko online yang Anda miliki hanya dalam satu dashboard!

Fitur Ginee beragam, mulai dari manajemen produk, laporan penjualan, Ginee track alias Anda bisa lacak paket dengan lebih mudah, hingga Ginee Ads untuk kelola semua iklanmu di berbagai platform. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang FREE!

  1. Mengelola pesanan dan stok untuk semua toko online Anda
    • Update secara otomatis pesanan dan stok
    • Mengelola stok produk yang terjual cepat dengan mudah
    • Memproses pesanan dan pengiriman dalam satu sistem
  2. Mengelola penjualan dengan sistem manajemen digital
    • Membership dan database pelanggan secara menyeluruh
    • Prediksi bisnis dengan Fitur Analisa Bisnis di Ginee
    • Memantau laporan dengan menyesuaikan data, keuntungan, dan laporan pelanggan

Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan, menghemat biaya dan waktu hanya dengan Ginee!

Ginee Insights

5 Barang Bagus di Shopee Buatmu Yang Mau Inspirasi Bisnis

Tenang! Bagi anda yang ingin bisnis di Shopee, artikel ini akan memberikan rekomendasi 5 barang bagus di Shopee buatmu yang mau inspirasi bisnis.

5 Panduan Cara agar Jualan di Shopee Laris, Jual Apapun Bisa

Sudah tahu belum cara agar jualan di shopee laris? Yuk, cari tahu cara jualan Shopee yang laris dan dapat menjual apapun di Shopee dengan mudah!

9 Online Shop Internasional Populer, Shopee Termasuk?

Melebarkan usaha dengan online shop internasional bisa Anda lakukan. Apalagi jangkauan pasar Anda jauh lebih luas. Yuk, simak tipsnya di sini!

Kesulitan mengelola toko online Anda?

TANYA GINEE

Guides

Marketing Myopia Adalah Pendekatan Pemasaran Yang Salah?

Marketing Myopia adalah pendekatan pemasaran yang sangat pendek dan biasanya cenderung berfokus pada pemenuhan kebutuhan mendesak perusahaan. Hal-hal ini sering terjadi karena kurangnya wawasan mengenai apa yang dilakukan perusahaan untuk audiensnya. Pada umumnya perusahaan tidak memperdulikan kebutuhan dari audiens, sehingga akan berakibat buruk nantinya. 

Penting kemampuan untuk menilai kebutuhan dan menyelesaikan masalah audiens adalah hal yang diperlukan. Marketing Myopia tidak mengenal konsep tersebut hingga akan memberikan dampak buruk. Pada kesempatan kali ini kita akan mengenal lebih dalam mengenai Marketing Myopia dan marketing myopia example. Ayo, simak terus pembahasan mengenai Marketing Myopia!

Siapa Penemu Konsep Marketing Myopia?

Penemu konsep Marketing Myopia adalah Theodore Levitt. Theodore Levitt merupakan seorang profesor di Harvard Business School untuk jurusan pemasaran. Beliau merupakan seorang ekonom berkebangsaan Jerman – Amerika dan merupakan seorang editor pada Harvard Business Review. 

Theodore Levitt terkenal karena mempopulerkan istilah globalisasi. Beliau juga pernah membahas konsep dari Marketing Myopia di tahun 1960 pada Harvard Business Review. Menurut Theodore Levitt, perusahaan yang tidak menghabiskan cukup waktu untuk memahami apa yang diinginkan atau dibutuhkan pelanggan, umumnya akan mengalami Marketing Myopia. Karena itu juga Ia mendorong konsep pemasaran yang berorientasi pada audiens.

Omnichannel dengan Sistem All-in-One

Memaksimalkan efisiensi bisnis dan ciptakan pengalaman personal untuk pelanggan dari beragam Multi-channel dalam penjualan Online dan Offline.

Salah satu kalimat bijak yang terkenal oleh Theodore Levitt adalah:

“Orang tidak menginginkan bor seperempat inci. Mereka menginginkan lubang seperempat inci!”

Apa Itu Marketing Myopia?

Marketing Myopia adalah pendekatan pemasaran yang sangat pendek dan biasanya cenderung berfokus pada pemenuhan kebutuhan mendesak perusahaan. Hal – hal ini sering terjadi karena kurangnya wawasan mengenai apa yang dilakukan perusahaan untuk audiensnya. Terlalu fokus pada produk sehingga tidak melihat kebutuhan konsumen merupakan salah satu kesalahan dari Marketing Myopia.

Management myopia adalah hal – hal yang diperlukan untuk menghindari marketing myopia. Oleh karena itu diperlukannya marketing strategy untuk mengatasi hal tersebut. Marketing strategy adalah strategi yang dipersiapkan dengan mengutamakan audiens/ konsumen. Perusahaan sendiri harusnya mencari produk yang tepat untuk target pasar, bukannya target pasar yang tepat untuk suatu produk.

Baca juga: Inilah Perbedaan Target Konsumen Pemasaran Online dan Offline

Kenapa Marketing Myopia Penting?

Kesadaran atas Marketing Myopia itu penting karena bila tidak mengetahuinya mungkin saja akan berdampak buruk pada perusahaan, yang bahkan dapat menyebabkan kebangkrutan. Konsep dari Marketing Myopia ini harus dikenali dan dihindari dengan marketing plan yang tepat. Marketing plan adalah strategi yang harus disusun untuk menghindari Marketing Myopia.

Konsep ini telah dikenal sejak lama, namun konsep ini juga tetap masih relevan dengan situasi bisnis di era digital saat ini. 

Kapan Marketing Myopia Terjadi?

Marketing Myopia akan terjadi jika tujuan pemasaran jangka pendek sebuah perusahaan lebih penting daripada tujuan jangka panjangnya. Dan akan terjadi juga, apabila perusahaan lebih memfokuskan pemasaran untuk produk daripada konsumennya. Seperti yang dikatakan oleh Theodore Levitt dalam buku yang berjudul “The Marketing Imagination”, yang berbunyi:

“Tujuan perusahaan bukan hanya menghasilkan uang, tapi untuk menciptakan dan mempertahankan pelanggan.”

Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan kamu, menghemat biaya dan waktu kamu hanya dengan Ginee!

Contoh Marketing Myopia

Berikut ini beberapa contoh kasus marketing myopia erat dengan marketing myopia:

Kodak

Contoh marketing myopia yang pertama adalah Kodak. Kodak merupakan salah satu contoh nyata dan contoh yang paling menyakitkan dari Marketing Myopia. Ketika kejadian teknologi kamera digital meledak, Kodak kehilangan sebagian besar sahamnya. Ketika itu bisnis utama mereka adalah penjualan film untuk kamera. Kodak adalah produk kamera digital yang pertama kali ditemukan pada tahun 1975.

Sayangnya manajemen kodak mengambil keputusan bahwa penemuan tersebut lucu karena tidak menggunakan film. Yang selanjutnya memutuskan untuk tidak mempublikasikan produk kamera digital. Kegagalan tersebut menyebabkan penurunan Kodak selama puluhan tahun karena produk kamera digital yang menghancurkan model bisnis film mereka. 

Nokia

Contoh nyata selanjutnya adalah ada pada bidang telepon genggam, yaitu Nokia. Nokia kehilangan pangsa pemasarannya kepada android dan iOS. Dan kesalahan terbesar adalah tidak adanya inovasi baru yang dilakukan oleh Nokia pada waktu itu.

Yahoo

Contoh selanjutnya adalah Yahoo (senilai $100 miliar dolar pada tahun 2000) yang kalah dari Google dan dibeli oleh Verizon dengan harga sekitar. $5 miliar (2016).

Baca juga: Prediksi 2022: Aplikasi Terpopuler Cocok bagi Peluang Bisnis

Cara Mengatasi Marketing Myopia

Cara yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya Marketing Myopia adalah dengan berfokus kepada kebutuhan yang diinginkan oleh konsumen atau pasar. Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi terjadinya Marketing Myopia:

Memiliki Visi yang Jelas

Point pertama adalah harus memiliki visi perusahaan yang jelas. Karena pada visi tersebutlah tertulis apa yang akan dilakukan oleh perusahaan terhadap produk dan layanan yang diberikan.

Repot Atur Online Shop?

Ginee solusinya! Join Ginee bisa dapat promo terbaru. Yuk, segera tingkatkan omzet!

Tempatkan Pelanggan sebelum Produk

Poin kedua adalah untuk menempatkan pelanggan sebelum produk. Produk dan layanan dikhususkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, bukan sebaliknya.

Riset Pasar Tanpa Henti

Poin ketiga adalah strategi riset pasar, strategi ini dapat dilakukan sebelum dan sesudah peluncuran produk. Lakukanlah testimoni tentang apa yang disukai atau tidak disukai oleh pelanggan. Pelajari kekurangan produk Anda dan perbaikilah sesuai saran dan kritik yang diberikan orang untuk menciptakan produk yang lebih baik lagi.

Selalu Pantau Kompetisi

Poin keempat yaitu belajar dari contoh atau pengalaman marketing myopia diatas. Hindarilah kesalahan yang pernah dilakukan oleh brand lain atau kompetitor Anda. Berusahalah agar tetap melakukan yang terbaik dan memperbaiki kesalahan.

Inovasi

Poin kelima, Anda perlu mencari inovasi – inovasi baru untuk produk Anda. Anda dapat mengenali terlebih dahulu dari keinginan pasar dan perkembangan zaman. Seperti membangun bisnis dengan memanfaatkan sosial media

Konsep Pemasaran

Marketing Myopia merupakan bagian dari konsep pemasaran. Namun Marketing Myopia juga dapat menjadi sebuah efek buruk bagi sebuah perusahaan. Oleh karena itu, perlu dipahami konsep pemasaran dari suatu perusahaan 

Ingin tahu cara kilat kelola toko online di marketplace?

Cuma sama Ginee, kelola toko marketplace makin cepat! Mulai dari manajemen produk sampai analisis laporan data, Ginee bisa bantu!

Konsep Pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomis dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. (Basu Swastha dan Hani Handoko, 2002:17)

Ketahuilah juga istilah marketing mix. Marketing mix adalah sesuatu strategi yang menggabungkan beberapa elemen di dalamnya dalam mencapai tujuan pemasaran. Ada juga yang disebut dengan customer driven marketing strategy. Customer driven marketing strategy adalah strategi yang digunakan oleh perusahaan top dalam meningkatkan pelanggan dengan cara membangun hubungan yang baik.

New Marketing Myopia

Pada tahun 2010, Craig Smith di INSEAD, Minette Drumwright di UT Austin, dan Mary Gentile di Babson, menerbitkan makalah berjudul “ The New Marketing Myopia.” 

Mereka mengemukakan bahwa pemasar telah mengambil saran Levitt secara ekstrim, menciptakan jenis baru dari Marketing Myopia, hal tersebut ditandai dengan beberapa hal berikut : (dikutip dari makalah berjudul “ The New Marketing Myopia.” )

  • Fokus tunggal pada pelanggan dengan mengesampingkan pemangku kepentingan lainnya.
  • Definisi pelanggan yang terlalu sempit dan kebutuhannya.
  • Kegagalan untuk mengenali konteks sosial bisnis yang berubah yang mengharuskan penanganan dari banyak pemangku kepentingan. 

Kesimpulan

Kesuksesan sebuah bisnis adalah pembelajaran dari kesalahan yang pernah ada. Dengan memahami konsep Marketing Myopia ini, diharapkan para pebisnis sekalian tidak akan jatuh pada kesalahan yang sama lagi. Oleh karena itu, diperlukan perkembangan pengetahuan mengenai bisnis lebih dalam lagi. Dengan informasi yang disampaikan mengenai Marketing Myopia ini, diharapkan dapat membantu!

Ginee Omnichannel

Hindari kesalahan dalam berbisnis supaya bisnis makin menghasilkan cuan secara stabil. Ini berhubungan jika Anda memiliki banyak toko online yang terdaftar di marketplace atau ecommerce dan kesulitan mengelolanya, Anda dapat menggunakan jasa Ginee Omnichannel untuk membantu Anda.

Ginee Omnichannel punya fitur lengkap seperti manajemen produk, stok, pesanan, promosi, laporan data, Ginee Chat, Ginee Ads, Ginee WMS, Ginee Fulfillment, dan lain sebagainya. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang dan dapatkan free trial selama 7 hari full!

Ginee Indonesia, Tool Bisnis Online Paling Kredibel

Punya kesulitan mengelola toko online yang terdaftar di berbagai marketplace? Say no worry, Ginee Indonesia hadir untuk Anda! Ginee adalah sistem bisnis berbasis Omnichannel Cloud yang menyediakan berbagai fitur andalan lengkap guna mempermudah pengelolaan semua toko online yang Anda miliki hanya dalam satu dashboard!

Fitur Ginee beragam, mulai dari manajemen produk, laporan penjualan, Ginee track alias Anda bisa lacak paket dengan lebih mudah, hingga Ginee Ads untuk kelola semua iklanmu di berbagai platform. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang FREE!

  1. Mengelola pesanan dan stok untuk semua toko online Anda
    • Update secara otomatis pesanan dan stok
    • Mengelola stok produk yang terjual cepat dengan mudah
    • Memproses pesanan dan pengiriman dalam satu sistem
  2. Mengelola penjualan dengan sistem manajemen digital
    • Membership dan database pelanggan secara menyeluruh
    • Prediksi bisnis dengan Fitur Analisa Bisnis di Ginee
    • Memantau laporan dengan menyesuaikan data, keuntungan, dan laporan pelanggan

Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan, menghemat biaya dan waktu hanya dengan Ginee!

Ginee Insights

5 Barang Bagus di Shopee Buatmu Yang Mau Inspirasi Bisnis

Tenang! Bagi anda yang ingin bisnis di Shopee, artikel ini akan memberikan rekomendasi 5 barang bagus di Shopee buatmu yang mau inspirasi bisnis.

5 Panduan Cara agar Jualan di Shopee Laris, Jual Apapun Bisa

Sudah tahu belum cara agar jualan di shopee laris? Yuk, cari tahu cara jualan Shopee yang laris dan dapat menjual apapun di Shopee dengan mudah!

Kesulitan mengelola toko online Anda?

TANYA GINEE