Mending join Ginee Ads sekarang! Lebih hemat, iklan gampang, analisis iklan juga lengkap!
Ilmu perilaku konsumen merupakan ilmu tentang bagaimana individu mengambil suatu keputusan dalam menggunakan sumber daya yang dimilikinya yaitu waktu, tenaga, dan uang untuk mengkonsumsi sesuatu, termasuk mempelajari apa, mengapa, kapan, dan dimana seseorang membeli, serta seberapa sering seseorang membeli dan menggunakan suatu produk dan jasa.
Baca juga : 7 Macam Macam Konsumen Bantu Anda Lebih Customer Oriented
Ada beberapa jenis perilaku konsumen. Jenis jenis perilaku konsumen tersebut adalah:

Misalnya, Anda ingin membeli laptop seharga Rp40 juta. Tentu Anda berpikir panjang sebelum memutuskan pembelian. Sebab, produk tersebut jarang sekali dibeli. Belum lagi, harganya relatif mahal.
Inilah yang dimaksud dengan complex buying behavior. Sebelum membeli produk, konsumen cenderung berpikir panjang.

Saat punya perilaku ini, konsumen akan sangat terlibat dalam proses pembelian. Akan tetapi, mereka kesulitan menentukan perbedaan antar merek. Nah, kesulitan ini disebut dengan disonansi atau mengurangi perbedaan. Supaya lebih jelas, simak contoh berikut.
Misalnya, Anda ingin membeli penggorengan. Menurut Anda, tak ada perbedaan antara merek penggorengan A, B, C, dan D. Padahal, keempatnya punya sedikit titik beda. Inilah yang disebut dengan disonansi.

Habitual Buying Behavior adalah perilaku membeli sesuatu yang sudah biasa dibeli. Misalnya, Anda ingin membeli shampo. Anda telah terbiasa membeli sampo merek X, dan tidak ingin melirik merek lainnya.
Dapat disimpulkan, dalam kasus ini, Anda memiliki habitual buying behavior. Ia tak banyak terlibat saat mencari produk. Pemilihan merek cenderung didasarkan kebiasaan.

Ayo, rubah itu semua dengan Ginee Ads! Urus semua iklan di berbagai platform sekaligus, gak perlu ribet lagi!
Dengan begitu, keputusan pembelian tidak dipengaruhi oleh loyalitas ataupun campaign dari produk yang dibeli. Ini tentu berbeda dengan dissonance-reducing buying behavior.
Dalam habitual buying behavior, konsumen tak benar-benar terlibat dalam pemilihan merek. Mereka membeli sesuatu hanya karena kebiasaan. Sementara itu, dalam dissonance-reducing buying behavior, konsumen terlibat dalam pemilihan produk.
Mereka tak sekadar membeli karena terbiasa. Akan tetapi, mereka kesulitan menemukan perbedaan antar merek yang ada. Nah, biasanya, habitual buying behavior muncul saat konsumen membeli barang pokok.

Pada tipe ini, konsumen membeli produk yang berbeda. Akan tetapi, ini dilakukan bukan karena mereka tidak puas dengan produk sebelumnya. Perilaku tersebut didasari oleh motivasi untuk mencari variasi dari produk yang telah mereka miliki.
Baca juga : 3 Contoh Target Konsumen dan Tips Dapat Target Sesuai!

Apa itu konsumen? Apa pentingnya mengetahui perilaku konsumen? Dengan mengetahui perilaku konsumen, Anda dapat meyakinkan konsumen untuk membeli produk Anda.
Perilaku konsumen tidak hanya berguna untuk pengembangan produk baru. Masih ada banyak manfaat perilaku konsumen bagi sales dan product development. Beberapa hal yang menjadi alasan mengapa perilaku konsumen harus diperhatikan adalah:
Mengetahui perilaku konsumen dapat membantu menentukan target konsumen. Perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen melewati lima tahapan yaitu: pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi informasi, pembelian dan pasca pembelian.
Proses pengambilan keputusan pembelian konsumen dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen menurut para ahli adalah:
Menurut Engel et.al, (1994) ada 3 faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, yaitu:
Sedangkan Menurut Kotler (2000), faktor-faktor utama yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen adalah:

Faktor kebudayaan mempunyai pengaruh yang paling luas dan mendalam terhadap perilaku konsumen. Pemasar harus memahami peran yang dimainkan oleh kultur, subkultur, dan kelas sosial pembeli.
Contoh faktor budaya yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah sekelompok orang dengan sistem nilai terpisah berdasarkan pengalaman serta situasi kehidupan yang umum. Budaya termasuk mencakup nasionalisme, agama, kelompok ras, serta wilayah geografis.

Perilaku seorang konsumen yang dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti perilaku kelompok acuan (kelompok referensi), keluarga, serta peran dan status sosial dari konsumen.
Contoh faktor sosial yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi guna mencapai sasaran individu atau bersama. Ada beberapa kelompok primer yang punya interaksi reguler tapi sifatnya informal, seperti keluarga, teman, tetangga, serta rekan kerja.
Sayang banget! Mending sama Ginee Ads, bisa beriklan di manapun, ngurusnya easy, dijamin ada laporannya!

Ada pula kelompok sekunder yang punya interaksi kurang reguler tapi bersifat formal, seperti organisasi keagamaan, asosiasi profesional, serta serikat pekerja.

Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi, yaitu usia pembeli dan tahap siklus hidup pembeli, pekerjaan, kondisi ekonomi. Gaya hidup, serta kepribadian dan kondisi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli.

Sebagian besar faktor psikologis dipengaruhi lingkungan tempat tinggal. Berikut ini beberapa faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku konsumen:
Meraih konsumen yang tepat bukanlah hal yang mudah dan dapat dilakukan dengan cepat. Namun, periklanan di berbagai media digital dapat menjadi solusi cepat dan tepat untuk memperkenalkan produk dan jasa Anda serta menarik konsumen yang lebih banyak lagi. Belum terlalu mengerti tentang periklanan digital? Tenang saja!
Untuk itulah Ginee Ads diciptakan! Dengan bantuan teknologi berbasis AI dan tenaga profesional yang sudah berpengalaman, mampu membawa lebih banyak audiens secara cepat dan tepat. Dengan Ginee Ads, Anda juga akan diberikan potret dan perjalanan konsumen Anda serta membuat perencanaan strategi yang tepat dan sesuai dengan karakteristik calon konsumen.
Ginee juga akan memberikan Anda laporan atas kinerja iklan yang nantinya bisa Anda pelajari sebagai bahan evaluasi. Yuk, konsultasikan ke Ginee Ads Indonesia sekarang!
Aman, Ginee Ads solusinya! Kamu bisa atur iklan di Facebook, Instagram, Google, marketplace Ads, dan lainnya sama Ginee. Lebih efisien, bisa nentuin strategi iklan yang baik, gak ribet!