Contoh Jurnal Retur Penjualan, Poin Penting, Cara Mencatat

Anak akuntansi pasti sudah tidak asing dengan jurnal retur penjualan. Karena retur penjualan sering terjadi, terutama pada perusahaan dagang. Umumnya, retur terjadi karena kerusakan barang ataupun barang yang datang tidak sesuai. Akun retur penjualan dan jurnal retur penjualan juga terbilang cukup mudah. Topik kita kali ini adalah contoh jurnal retur penjualan.

Perusahaan tentu perlu mencatat jurnal retur penjualan, karena stok Anda juga akan lebih mudah dihitung dan tidak membingungkan Anda. Jurnal retur penjualan sendiri muncul karena pembeli ingin mengembalikan barang yang sudah dibeli kepada pihak penjual dengan kondisi rusak ataupun tidak sesuai. Jika Anda ingin tahu jurnal penjualan dan retur penjualan jurnal simak terus Contoh Jurnal Retur Penjualan, Poin Penting, Cara Mencatat.

Apa Itu Jurnal Retur Penjualan?

Jurnal retur penjualan sendiri dapat diartikan dengan catatan yang digunakan untuk perhitungan retur pelanggan pada pembukuan. Sehingga catatan ini dapat dipertanggungjawabkan jika penjual akan mengembalikan barang yang dijual oleh pelanggan. Penyebab retur adalah barang yang tidak sesuai maupun barangnya rusak atau cacat.

Pencatatan jurnal retur penjualan juga dapat dicatat ke dalam jurnal khusus, di mana pencatatan ini wajib ada di pembukuan akuntansi:

  1. Saat tidak ada piutang beredar, terjadi pengembalian barang.

Penjualan (D) Rp2.000.000.

Kas (K) Rp2.000.000.

Inventori (D) Rp1.200.000.

Omnichannel dengan Sistem All-in-One

Memaksimalkan efisiensi bisnis dan ciptakan pengalaman personal untuk pelanggan dari beragam Multi-channel dalam penjualan Online dan Offline.

Harga Pokok Penjualan (K) Rp600.000.

  1. Piutang Sudah beredar, terjadi pengembalian barang.

Penjualan (D) Rp2.000.000.

Piutang (K) Rp2.000.000.

Inventori (D) Rp1.200.000.

Harga Pokok Penjualan (K) Rp600.000.

Contoh Kasus Entri Jurnal Retur Penjualan

Setelah mengetahui apa itu jurnal retur penjualan, pastinya juga harus dibarengi dengan contoh jurnal retur penjualan dan pembelian agar lebih mudah mengerti tentang jurnal retur penjualan. Kita akan membahas beberapa contoh mengenai contoh soal retur penjualan agar Anda lebih paham tentang jurnal retur penjualan tunai. Contoh soal retur pembelian, contoh jurnal retur pembelian dan contoh retur pembelian akan dibahas di artikel ini.

Berikut contoh retur penjualan:

ABC beroperasi di barang eceran, dan ketika menjual barangnya, disebutkan dalam faktur mereka bahwa barang dapat dikembalikan dalam waktu 30 hari. Transaksi tersebut telah menghasilkan penjualan sebesar 80.000.000 untuk Juli 2020, dan telah menjual 60% secara tunai, sisanya dijual secara kredit. Perusahaan memiliki 61.000.000 dalam bentuk piutang dan 5.500.00 dalam bentuk tunai pada akhir neraca Juli 2020.

Baca juga: Serba-Serbi Retur dan Pencatatannya dalam Jurnal Akuntansi

Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan kamu, menghemat biaya dan waktu kamu hanya dengan Ginee!

Harga pokok penjualan adalah 70.000.000, dan persediaan penutupan menunjukkan saldo sebesar 52.000.000. 5% dari barang yang dijual dikembalikan karena terdapat kecacatan pada produk. Perusahaan memperoleh margin kotor 20% dari penjualan.

Berdasarkan informasi di atas, Anda akan diminta untuk membuat entri jurnal retur penjualan dan taksiran saldo yang akan tetap ada dalam penjualan, piutang, kas, inventaris, dan harga pokok penjualan.

Penyelesaian:

Yang pertama harus kita hitung adalah jumlah pengembalian penjualan, yaitu 5% dari penjualan 80.000.000, yang sama dengan 4.000.000. Selanjutnya kita akan meneruskan entri jurnal dengan asumsi bahwa rasio 60% dikembalikan dalam bentuk tunai dan sisanya pada piutang. 

Karena itu,  akun kas akan dikreditkan sebesar 60% dari 4.000.000 yang akan menjadi 2.400.000 dan akun piutang akan dikreditkan sebesar 40% dari 4.000.000 yang akan menjadi 1.600.000. Kemudian, persediaan akan dikurangi 4.000.000 kurang dari 20% margin, yang akan menjadi 4.000.000 kurangi 800.000 yaitu 3.200.000 yang akan menambah persediaan dan mengurangi harga pokok penjualan yang sama.

Keterangan Jumlah
Penjualan 80.000.000
Retur Penjualan 4.000.000
Cash 2.400.000
Kredit 1.600.000
Saldo Persediaan 3.200.000

Entri akan diposting dengan jurnal sebagai berikut:

  1. Entri Jurnal Pengembalian Penjualan
Tanggal Keterangan Debit Kredit
1 September Penjualan 2.400.000  
          Kas   2.400.000
  Penjualan 1.600.000  
          Piutang   1.600.000
  1. Penyesuaian Harga Pokok Penjualan
Tanggal Keterangan Debit Kredit
1 September Persediaan 3.200.000  
          HPP   3.200.000

Itulah contoh kasus entri jurnal retur penjualan yang sederhana, contoh dibuat agar Anda lebih paham tentang jurnal retur penjualan dan agar Anda dapat terapkan untuk perusahaan Anda.

Repot Atur Online Shop?

Ginee solusinya! Join Ginee bisa dapat promo terbaru. Yuk, segera tingkatkan omzet!

Poin Penting Entri Jurnal Retur Penjualan

Setelah mengetahui contoh jurnal retur penjualan, pastinya Anda perlu mengetahui poin penting yang terdapat pada entri jurnal retur penjualan. Jika Anda ingin tahu jurnal retur pembelian dan jurnal retur penjualan tunai yuk simak terus artikel ini.

Berikut beberapa poin penting tentang entri jurnal retur penjualan:

  • Dalam berjualan, perusahaan kebanyakan menjual barang secara tunai maupun kredit. Oleh sebab itu, rasio yang dipertahankan harus diperiksa, karena entri harus diteruskan jika rincian pelanggan tidak diketahui.
  • Dengan akun penjualan di debit, pendapatan perusahaan otomatis berkurang, dan kemudian itu akan berdampak ke margin kotor perusahaan.
  • Harga pokok penjualan juga dapat disesuaikan karena retur penjualan akan meningkatkan persediaan. Margin kotor juga harus diperhatikan apakah itu masuk dalam biaya atau penjualan. Jika dalam penjualan, maka Anda dapat langsung mengurangi jumlah penjualan dengan margin tersebut, tetapi jika itu terkait biaya, maka Anda perlu menyesuaikan beratnya.
  • Harga pokok penjualan dan persediaan dapat disesuaikan dengan margin karena retur penjualan belum menghasilkan pendapatan bagi perusahaan, karena itu laba juga harus dibalik.

Baca juga: 2 Cara Retur Barang di Bukalapak Panduan Lengkap dan Praktis

Cara Mencatat Jurnal Retur Penjualan

Setelah tahu poin penting tentang entri jurnal penjualan, Anda juga pasti perlu tahu cara mencatat jurnal retur penjualan. Agar memudahkan Anda dalam mendata kembali retur yang terjadi pada transaksi Anda. Jurnal retur penjualan metode perpetual akan dibahas pada artikel ini.

Ingin tahu cara kilat kelola toko online di marketplace?

Cuma sama Ginee, kelola toko marketplace makin cepat! Mulai dari manajemen produk sampai analisis laporan data, Ginee bisa bantu!

Ada beberapa cara mencatat jurnal retur penjualan tergantung pada kondisi yang terjadi pada saat retur:

  1. Mencatat retur penjualan saat pembeli membayar secara tunai adalah retur penjualan akan berada di pos debit dan kas akan di pos kredit.
  2. Mencatat retur penjualan saat pembeli menggunakan kredit toko yaitu retur penjualan akan berada pada pos debit dan piutang akan berada pada pos kredit.
  3. Mencatat inventory atau persediaan barang ketika terjadi retur penjualan adalah persediaan akan berada pada pos debit dan harga pokok penjualan atau HPP akan berada pada pos kredit.

Itulah cara mencatat retur penjualan secara sederhana. Mudah bukan? Anda dapat menerapkan cara diatas untuk mulai membuat jurnal retur penjualan agar transaksi apapun yang terjadi tercatat rapi dan dapat ditelusuri ketika terjadi masalah. Retur tetap akan diperlukan karena kita tidak tahu apakah barang yang kita kirimkan atau yang kita jual memiliki kecacatan ataupun tidak sesuai dengan keinginan pembeli.

Rasakan Mudahnya Berbisnis Online dengan Ginee Omnichannel!

Sekarang Anda mengetahui tentang jurnal retur penjualan hingga cara mencatatnya. Untuk melakukannya dengan benar, tentu membutuhkan luang waktu yang cukup untuk menuliskannya. Takut tidak punya cukup waktu karena sibuk sama bisnis online?

Jangan khawatir! Karena sekarang ada Ginee Omnichannel bisa membantu Anda dalam melakukan catatan keuangan.

Ginee Indonesia memiliki beberapa fitur yang tentunya bisa membantu Anda mengelola toko online Anda dengan mudah dan anti ribet. Fitur Ginee diantaranya adalah manajemen pesanan, stok produk, layanan chat pelanggan, hingga laporan penjualan bisa Anda dapatkan hanya dalam satu dashboard saja. Yuk, daftar Ginee sekarang!

Ginee Indonesia, Tool Bisnis Online Paling Kredibel

Punya kesulitan mengelola toko online yang terdaftar di berbagai marketplace? Say no worry, Ginee Indonesia hadir untuk Anda! Ginee adalah sistem bisnis berbasis Omnichannel Cloud yang menyediakan berbagai fitur andalan lengkap guna mempermudah pengelolaan semua toko online yang Anda miliki hanya dalam satu dashboard!

Fitur Ginee beragam, mulai dari manajemen produk, laporan penjualan, Ginee WMS, yang artinya Anda dapat mengelola manajemen pergudangan dengan lebih mudah, hingga Ginee Ads untuk kelola semua iklanmu di berbagai platform. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang FREE!

  1. Mengelola pesanan dan stok untuk semua toko online Anda
    • Update secara otomatis pesanan dan stok
    • Mengelola stok produk yang terjual cepat dengan mudah
    • Memproses pesanan dan pengiriman dalam satu sistem
  2. Mengelola penjualan dengan sistem manajemen digital
    • Membership dan database pelanggan secara menyeluruh
    • Prediksi bisnis dengan Fitur Analisa Bisnis di Ginee
    • Memantau laporan dengan menyesuaikan data, keuntungan, dan laporan pelanggan
Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan, menghemat biaya dan waktu hanya dengan Ginee!

Can't handle your orders?
SHARE YOUR STRUGGLE HERE!

Guides

Contoh Jurnal Retur Penjualan, Poin Penting, Cara Mencatat

Anak akuntansi pasti sudah tidak asing dengan jurnal retur penjualan. Karena retur penjualan sering terjadi, terutama pada perusahaan dagang. Umumnya, retur terjadi karena kerusakan barang ataupun barang yang datang tidak sesuai. Akun retur penjualan dan jurnal retur penjualan juga terbilang cukup mudah. Topik kita kali ini adalah contoh jurnal retur penjualan.

Perusahaan tentu perlu mencatat jurnal retur penjualan, karena stok Anda juga akan lebih mudah dihitung dan tidak membingungkan Anda. Jurnal retur penjualan sendiri muncul karena pembeli ingin mengembalikan barang yang sudah dibeli kepada pihak penjual dengan kondisi rusak ataupun tidak sesuai. Jika Anda ingin tahu jurnal penjualan dan retur penjualan jurnal simak terus Contoh Jurnal Retur Penjualan, Poin Penting, Cara Mencatat.

Apa Itu Jurnal Retur Penjualan?

Jurnal retur penjualan sendiri dapat diartikan dengan catatan yang digunakan untuk perhitungan retur pelanggan pada pembukuan. Sehingga catatan ini dapat dipertanggungjawabkan jika penjual akan mengembalikan barang yang dijual oleh pelanggan. Penyebab retur adalah barang yang tidak sesuai maupun barangnya rusak atau cacat.

Pencatatan jurnal retur penjualan juga dapat dicatat ke dalam jurnal khusus, di mana pencatatan ini wajib ada di pembukuan akuntansi:

  1. Saat tidak ada piutang beredar, terjadi pengembalian barang.

Penjualan (D) Rp2.000.000.

Kas (K) Rp2.000.000.

Inventori (D) Rp1.200.000.

Omnichannel dengan Sistem All-in-One

Memaksimalkan efisiensi bisnis dan ciptakan pengalaman personal untuk pelanggan dari beragam Multi-channel dalam penjualan Online dan Offline.

Harga Pokok Penjualan (K) Rp600.000.

  1. Piutang Sudah beredar, terjadi pengembalian barang.

Penjualan (D) Rp2.000.000.

Piutang (K) Rp2.000.000.

Inventori (D) Rp1.200.000.

Harga Pokok Penjualan (K) Rp600.000.

Contoh Kasus Entri Jurnal Retur Penjualan

Setelah mengetahui apa itu jurnal retur penjualan, pastinya juga harus dibarengi dengan contoh jurnal retur penjualan dan pembelian agar lebih mudah mengerti tentang jurnal retur penjualan. Kita akan membahas beberapa contoh mengenai contoh soal retur penjualan agar Anda lebih paham tentang jurnal retur penjualan tunai. Contoh soal retur pembelian, contoh jurnal retur pembelian dan contoh retur pembelian akan dibahas di artikel ini.

Berikut contoh retur penjualan:

ABC beroperasi di barang eceran, dan ketika menjual barangnya, disebutkan dalam faktur mereka bahwa barang dapat dikembalikan dalam waktu 30 hari. Transaksi tersebut telah menghasilkan penjualan sebesar 80.000.000 untuk Juli 2020, dan telah menjual 60% secara tunai, sisanya dijual secara kredit. Perusahaan memiliki 61.000.000 dalam bentuk piutang dan 5.500.00 dalam bentuk tunai pada akhir neraca Juli 2020.

Baca juga: Serba-Serbi Retur dan Pencatatannya dalam Jurnal Akuntansi

Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan kamu, menghemat biaya dan waktu kamu hanya dengan Ginee!

Harga pokok penjualan adalah 70.000.000, dan persediaan penutupan menunjukkan saldo sebesar 52.000.000. 5% dari barang yang dijual dikembalikan karena terdapat kecacatan pada produk. Perusahaan memperoleh margin kotor 20% dari penjualan.

Berdasarkan informasi di atas, Anda akan diminta untuk membuat entri jurnal retur penjualan dan taksiran saldo yang akan tetap ada dalam penjualan, piutang, kas, inventaris, dan harga pokok penjualan.

Penyelesaian:

Yang pertama harus kita hitung adalah jumlah pengembalian penjualan, yaitu 5% dari penjualan 80.000.000, yang sama dengan 4.000.000. Selanjutnya kita akan meneruskan entri jurnal dengan asumsi bahwa rasio 60% dikembalikan dalam bentuk tunai dan sisanya pada piutang. 

Karena itu,  akun kas akan dikreditkan sebesar 60% dari 4.000.000 yang akan menjadi 2.400.000 dan akun piutang akan dikreditkan sebesar 40% dari 4.000.000 yang akan menjadi 1.600.000. Kemudian, persediaan akan dikurangi 4.000.000 kurang dari 20% margin, yang akan menjadi 4.000.000 kurangi 800.000 yaitu 3.200.000 yang akan menambah persediaan dan mengurangi harga pokok penjualan yang sama.

Keterangan Jumlah
Penjualan 80.000.000
Retur Penjualan 4.000.000
Cash 2.400.000
Kredit 1.600.000
Saldo Persediaan 3.200.000

Entri akan diposting dengan jurnal sebagai berikut:

  1. Entri Jurnal Pengembalian Penjualan
Tanggal Keterangan Debit Kredit
1 September Penjualan 2.400.000  
          Kas   2.400.000
  Penjualan 1.600.000  
          Piutang   1.600.000
  1. Penyesuaian Harga Pokok Penjualan
Tanggal Keterangan Debit Kredit
1 September Persediaan 3.200.000  
          HPP   3.200.000

Itulah contoh kasus entri jurnal retur penjualan yang sederhana, contoh dibuat agar Anda lebih paham tentang jurnal retur penjualan dan agar Anda dapat terapkan untuk perusahaan Anda.

Repot Atur Online Shop?

Ginee solusinya! Join Ginee bisa dapat promo terbaru. Yuk, segera tingkatkan omzet!

Poin Penting Entri Jurnal Retur Penjualan

Setelah mengetahui contoh jurnal retur penjualan, pastinya Anda perlu mengetahui poin penting yang terdapat pada entri jurnal retur penjualan. Jika Anda ingin tahu jurnal retur pembelian dan jurnal retur penjualan tunai yuk simak terus artikel ini.

Berikut beberapa poin penting tentang entri jurnal retur penjualan:

  • Dalam berjualan, perusahaan kebanyakan menjual barang secara tunai maupun kredit. Oleh sebab itu, rasio yang dipertahankan harus diperiksa, karena entri harus diteruskan jika rincian pelanggan tidak diketahui.
  • Dengan akun penjualan di debit, pendapatan perusahaan otomatis berkurang, dan kemudian itu akan berdampak ke margin kotor perusahaan.
  • Harga pokok penjualan juga dapat disesuaikan karena retur penjualan akan meningkatkan persediaan. Margin kotor juga harus diperhatikan apakah itu masuk dalam biaya atau penjualan. Jika dalam penjualan, maka Anda dapat langsung mengurangi jumlah penjualan dengan margin tersebut, tetapi jika itu terkait biaya, maka Anda perlu menyesuaikan beratnya.
  • Harga pokok penjualan dan persediaan dapat disesuaikan dengan margin karena retur penjualan belum menghasilkan pendapatan bagi perusahaan, karena itu laba juga harus dibalik.

Baca juga: 2 Cara Retur Barang di Bukalapak Panduan Lengkap dan Praktis

Cara Mencatat Jurnal Retur Penjualan

Setelah tahu poin penting tentang entri jurnal penjualan, Anda juga pasti perlu tahu cara mencatat jurnal retur penjualan. Agar memudahkan Anda dalam mendata kembali retur yang terjadi pada transaksi Anda. Jurnal retur penjualan metode perpetual akan dibahas pada artikel ini.

Ingin tahu cara kilat kelola toko online di marketplace?

Cuma sama Ginee, kelola toko marketplace makin cepat! Mulai dari manajemen produk sampai analisis laporan data, Ginee bisa bantu!

Ada beberapa cara mencatat jurnal retur penjualan tergantung pada kondisi yang terjadi pada saat retur:

  1. Mencatat retur penjualan saat pembeli membayar secara tunai adalah retur penjualan akan berada di pos debit dan kas akan di pos kredit.
  2. Mencatat retur penjualan saat pembeli menggunakan kredit toko yaitu retur penjualan akan berada pada pos debit dan piutang akan berada pada pos kredit.
  3. Mencatat inventory atau persediaan barang ketika terjadi retur penjualan adalah persediaan akan berada pada pos debit dan harga pokok penjualan atau HPP akan berada pada pos kredit.

Itulah cara mencatat retur penjualan secara sederhana. Mudah bukan? Anda dapat menerapkan cara diatas untuk mulai membuat jurnal retur penjualan agar transaksi apapun yang terjadi tercatat rapi dan dapat ditelusuri ketika terjadi masalah. Retur tetap akan diperlukan karena kita tidak tahu apakah barang yang kita kirimkan atau yang kita jual memiliki kecacatan ataupun tidak sesuai dengan keinginan pembeli.

Rasakan Mudahnya Berbisnis Online dengan Ginee Omnichannel!

Sekarang Anda mengetahui tentang jurnal retur penjualan hingga cara mencatatnya. Untuk melakukannya dengan benar, tentu membutuhkan luang waktu yang cukup untuk menuliskannya. Takut tidak punya cukup waktu karena sibuk sama bisnis online?

Jangan khawatir! Karena sekarang ada Ginee Omnichannel bisa membantu Anda dalam melakukan catatan keuangan.

Ginee Indonesia memiliki beberapa fitur yang tentunya bisa membantu Anda mengelola toko online Anda dengan mudah dan anti ribet. Fitur Ginee diantaranya adalah manajemen pesanan, stok produk, layanan chat pelanggan, hingga laporan penjualan bisa Anda dapatkan hanya dalam satu dashboard saja. Yuk, daftar Ginee sekarang!

Ginee Indonesia, Tool Bisnis Online Paling Kredibel

Punya kesulitan mengelola toko online yang terdaftar di berbagai marketplace? Say no worry, Ginee Indonesia hadir untuk Anda! Ginee adalah sistem bisnis berbasis Omnichannel Cloud yang menyediakan berbagai fitur andalan lengkap guna mempermudah pengelolaan semua toko online yang Anda miliki hanya dalam satu dashboard!

Fitur Ginee beragam, mulai dari manajemen produk, laporan penjualan, Ginee WMS, yang artinya Anda dapat mengelola manajemen pergudangan dengan lebih mudah, hingga Ginee Ads untuk kelola semua iklanmu di berbagai platform. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang FREE!

  1. Mengelola pesanan dan stok untuk semua toko online Anda
    • Update secara otomatis pesanan dan stok
    • Mengelola stok produk yang terjual cepat dengan mudah
    • Memproses pesanan dan pengiriman dalam satu sistem
  2. Mengelola penjualan dengan sistem manajemen digital
    • Membership dan database pelanggan secara menyeluruh
    • Prediksi bisnis dengan Fitur Analisa Bisnis di Ginee
    • Memantau laporan dengan menyesuaikan data, keuntungan, dan laporan pelanggan
Ayo Daftar Ginee Sekarang!

Kamu bisa tingkatkan penjualan, menghemat biaya dan waktu hanya dengan Ginee!

Ginee Insights

Purchase Order: Sumber Penerimaan Gudang yang Utama!

Purchase order merupakan salah satu sumber penerimaan barang gudang yang utama. Ingin tahu detailnya? Yuk, baca selengkapnya di artikel ini!

Pakai Auto Reply Tokopedia, Pelanggan Tidak Akan Dianggurin!

Fitur auto reply Tokpedia ternyata bermanfaat untuk bisnis, lho! Mau tahu lebih lanjut tentang fitur auto reply Tokopedia? Baca selengkapnya di sini!

Can't handle your orders?

SHARE YOUR STRUGGLE HERE!