Dalam dunia logistik, terdapat banyak kegiatan serta konsep yang berkontribusi pada pergerakan lancar barang dari satu titik ke titik lainnya. Dua istilah mendasar yang memiliki arti penting dalam ranah keuangan logistik adalah “Freight Collected” dan “Freight Paid”, keduanya berkaitan dengan konsep yang lebih besar lagi, yakni Freight Cost

Istilah-istilah ini mungkin terlihat membingungkan bagi mereka yang baru memasuki industri ini, namun jangan khawatir! Dalam artikel ini, kami akan memandu Anda untuk memahami konsep-konsep ini.

Bayangkan Anda memesan produk secara online atau mengirim barang ke lokasi yang jauh. Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana perusahaan pengangkut dan penyedia jasa logistik menangani aspek keuangan dari transaksi ini? Nah, disinilah “Freight Collected” dan “Freight Paid” berperan. Kedua istilah ini merujuk pada transaksi keuangan yang mewakili sudut pandang yang berbeda

Dalam artikel ini, kita akan mempelajari apa itu Freight Collected dan Freight Paid, apa saja perbedaan antara keduanya, serta contoh kasus yang dapat membantu Anda lebih memahami lagi keduanya. Selamat membaca!

Apa itu Freight Collected atau Freight Out?

apa itu freight out

Freight Collected atau yang juga dikenal sebagai Freight Out adalah pembayaran yang dilakukan oleh oleh pembeli barang kepada penyedia jasa logistik atas layanan pengiriman yang dilakukan. Dengan kata lain, tanggung jawab atas biaya serta keamanan dari barang tersebut berada di pihak pembeli.

Pentingnya Freight Collected adalah sebagai bagian dari penghasilan yang diterima oleh perusahaan pengangkut atau penyedia jasa logistik. Hal ini meliputi biaya transportasi barang, serta biaya lain yang terkait seperti penanganan, pembebanan, dan pembongkaran barang. Freight Collected juga dapat mencakup biaya asuransi atau layanan tambahan lainnya yang mungkin ditawarkan oleh perusahaan pengangkut.

Baca juga: Apa itu Air Freight: Definisi, Jenis, Proses, dan Biaya

New ID WMS CTA Reusable Block 04

Apa itu Freight Paid atau Freight In?

apa itu freight in

Freight Paid atau yang juga dikenal sebagai Freight In merujuk pada pembayaran yang dilakukan oleh penjual atau pengirim barang kepada perusahaan pengangkut atau penyedia jasa logistik untuk layanan pengiriman barang. Dengan kata lain, tanggung jawab atas biaya serta keamanan dari barang tersebut berada di pihak penjual, meskipun kepemilikan sudah berada di pihak pembeli selama masa pengiriman.

Freight Paid mencakup berbagai biaya yang terkait dengan pengiriman barang. Selain biaya transportasi barang itu sendiri, pembayaran ini juga meliputi biaya-biaya lain seperti penanganan barang, pembebanan dan pembongkaran barang, biaya asuransi, serta biaya tambahan yang mungkin dikenakan oleh perusahaan pengangkut.

Pentingnya Freight Paid adalah untuk mengontrol biaya dan mengelola keuangan bisnis yang terkait dengan pengiriman barang. Dengan memahami dan memantau pembayaran Freight Paid, Anda dapat menghitung total biaya pengiriman, mengalokasikan anggaran yang tepat, serta memastikan ketersediaan dana yang cukup untuk menanggung biaya pengiriman barang secara efisien.

Baca juga: Apa itu Sea Freight: Pengertian, Jenis, Hingga Biaya

New ID WMS CTA Reusable Block 01

Perbedaan Freight Collected dan Freight Paid

Berikut adalah beberapa perbedaan Freight Collected dan Freight Paid secara lebih detail:

  1. Freight Collected merupakan pendapatan yang diterima oleh perusahaan pengangkut atau penyedia jasa logistik. Sedangkan Freight Paid adalah pengeluaran atau biaya yang harus ditanggung oleh pengirim barang.
  1. Tanggung jawab untuk membayar Freight Collected ada pada penerima barang atau pihak ketiga yang bertindak atas nama penerima. Sedangkan tanggung jawab untuk membayar Freight Paid ada pada pengirim barang.
  1. Freight Collected memastikan bahwa perusahaan pengangkut atau penyedia jasa logistik menerima pembayaran atas layanan yang mereka berikan.Sedangkan Freight Paid menggambarkan beban biaya yang harus ditanggung oleh pengirim barang.

Contoh Kasus Penggunaan Freight Paid dan Freight Collected

1. Contoh Kasus Freight Collected

Misalkan Anda membeli produk secara online dan barang tersebut perlu dikirimkan ke rumah Anda. Perusahaan e-commerce tempat Anda berbelanja mengatur penyedia jasa logistik untuk mengirimkan produk tersebut kepada Anda. 

Dalam hal ini, penyedia jasa logistik akan membebankan biaya tertentu atas layanan pengangkutan yang mereka berikan. Pembayaran yang Anda lakukan kepada penyedia jasa logistik sebagai penerima barang tersebut disebut sebagai Freight Collected. Hal ini mencerminkan biaya yang terkait dengan pengiriman barang dari lokasi penjual ke lokasi Anda.

2. Contoh Kasus Freight Paid

Bayangkan Anda memiliki bisnis dan perlu mengirimkan sejumlah besar barang kepada pelanggan di kota lain. Anda memutuskan bekerja sama dengan perusahaan pengiriman atau penyedia jasa logistik untuk menangani pengiriman tersebut. 

Dalam situasi ini, Anda sebagai pengirim barang bertanggung jawab untuk mengatur pengiriman dan menanggung biaya yang terkait. Pembayaran yang Anda lakukan kepada perusahaan pengiriman atas layanan yang mereka berikan disebut sebagai Freight Paid. 

Pembayaran ini mencakup biaya transportasi, biaya penanganan, pembebanan dan pembongkaran barang, asuransi, serta biaya tambahan lainnya yang mungkin dikenakan oleh perusahaan pengiriman.

Baca juga: Apa itu Supply Chain Management: Tujuan, Proses, dan Prinsip

New ID WMS CTA Reusable Block 03

Kesimpulan

Pada intinya, Freight Collected dan Freight Paid adalah dua skema pembayaran yang terdapat pada konsep Freight Cost atau biaya freight. Meskipun keduanya sama-sama penting dalam ranah finansial dari supply chain, namun terdapat perbedaan yang mendasar di antara keduanya.

Freight Collected merupakan biaya pengiriman yang dibebankan kepada pembeli dan diserahkan kepada logistik pihak ketiga. Sedangkan, Freight Paid merupakan biaya pengiriman yang dibebankan kepada penjual untuk diserahkan kepada penyedia jasa logistik atau pengiriman. Semoga membantu!

New ID WMS CTA Reusable Block 05